- Ilustrasi AI ChatGPT
Teks Khutbah Jumat 13 Maret 2026: Hikmah Dirahasiakannya Malam Lailatul Qadar
Marilah kita memanjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan, terutama nikmat iman dan Islam.
Dengan penuh kerendahan hati, kami mengajak diri sendiri dan seluruh jamaah untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Di antara kemuliaan bulan Ramadhan adalah adanya satu malam yang sangat istimewa, yaitu malam yang nilai kebaikannya melebihi seribu bulan. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ هَذَا الشَّهْرَ قَدْ حَضَرَكُمْ وَفِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَهَا فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ كُلَّهُ وَلاَ يُحْرَمُ خَيْرَهَا إِلاَّ مَحْرُومٌ
Artinya: “Sesungguhnya bulan ini (Ramadhan) telah datang kepada kalian. Padanya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa saja yang terhalangi darinya, sungguh ia telah terhalangi dari semua kebaikan. Dan tidak ada yang terhalangi (darinya), kecuali orang yang memang terhalangi dari kebaikan).” (HR. Ibnu Majah dan An-Nasa'i)
Malam yang dimaksud dalam hadis tersebut adalah malam Lailatul Qadar. Namun hingga kini tidak ada kepastian mengenai kapan tepatnya malam tersebut terjadi. Para ulama memiliki berbagai pendapat mengenai waktu datangnya malam tersebut.
Sebagian ulama berpendapat bahwa Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Ada pula yang menyebutkan malam ke-21, 22, dan seterusnya. Bahkan terdapat banyak pandangan yang berbeda terkait waktu kedatangannya.
Ulama besar Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari mencatat kurang lebih 45 pendapat mengenai waktu Lailatul Qadar. Meski demikian, menurutnya pendapat yang paling kuat adalah malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Imam Syafi’i bahkan menyebutkan bahwa malam ke-21 dan 23 memiliki peluang besar, sementara mayoritas ulama berpendapat malam ke-27 Ramadhan.