- Canva @PutriRani
Naskah Khutbah Jumat 10 April 2026: Persiapan Spiritual Menjelang Akhir Syawal
Jakarta, tvOnenews.com - Bulan Syawal merupakan bulan ke-10 dalam kalender Hijriah. Bulan ini terletak setelah bulan Ramadhan.
Secara harfiah, Syawal memiliki makna peningkatan. Artinya, umat Islam diharapkan memanfaatkan momen peningkatan amal ibadah, kualitas diri hingga mempertahankan hal baik saat bulan Ramadhan.
Dalam tema naskah khutbah Jumat singkat terbaru ini, akhir Syawal menjadi pembahasan utamanya. Berdasarkan dari kalender Hijriah Kementerian Agama (Kemenag) RI, akhir bulan Syawal 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Jumat, 17 April atau Sabtu, 18 April 2026.
Maka dari itu, persiapan spiritual menyambut akhir Syawal cocok sebagai tema naskah khutbah Jumat. Setidaknya bisa menjadi bahan refleksi dalam sesi ceramah shalat Jumat, 10 April 2026.
Naskah Khutbah Jumat: Persiapan Spiritual Menjelang Akhir Syawal
- Pexels/Chattrapal (Shitij) Singh
Khutbah I
الحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَرَّمَ الصِّياَمَ أَيّاَمَ الأَعْياَدِ ضِيَافَةً لِعِباَدِهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الجَّنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّـدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنَ. أَمَّا بَعْدُ .فَيَآأَيُّهَاالمُؤْمِنُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَاتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ . قَالَ اللهُ تَعَالَى: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
Sidang Jumat rahimakumullah,
Pertama-tama, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan sebenar-benarnya takwa. Hal ini sesuai dalam firman-Nya melalui Surat Ali Imran Ayat 102, Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim." (QS. Ali Imran, 3:102)
Pada kesempatan khutbah Jumat kali ini, khatib akan kembali membahas seputar bulan Syawal. Secara definisi umumnya, Syawal adalah bulan kelanjutan dari pendidikan ruhani Ramadhan.
Amalan paling populer di bulan ini yakni puasa Syawal. Dalam hadis riwayat Imam Muslim Nomor 1164, Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim)
Melalui hadis riwayat ini, amal tidak berhenti meski Ramadhan telah pergi. Umat Islam khususnya kita mendapat anjuran agar selalu menjaga amal dan ibadah.
Minimal kita menjaga shalat, memperbanyak amal sedekah, dzikir, tasbih, istighfar, hingga berbagai bentuk konsistensi ibadah.
Kaum muslimin rahimakumullah,
Kita sudah memahami bulan Ramadhan sebagai momentum terbaik menumbuhkan semangat memperbanyak ibadah. Sayangnya banyak yang melupakan bagian ini seusai bulan suci pergi.
Contoh sederhananya, salah satu tanda kerugian saat semangat ibadah terus menurun pasca Ramadhan. Tidak sedikit orang mukmin kembali lalai hingga meninggalkan kebiasaan baik sebelumnya.
Dalam Surat Fussilat Ayat 30, Allah SWT berfirman:
اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah," kemudian tetap (dalam pendiriannya), akan turun malaikat-malaikat kepada mereka (seraya berkata), "Janganlah kamu takut dan bersedih hati serta bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu." (QS. Fussilat, 41:30)
Dalam tafsir ayat ini sudah sangat jelas bahwa, orang-orang yang istiqomah akan memperoleh ketenangan. Tak hanya itu, mereka juga mendapat kabar gembira dari para malaikat Allah SWT.
Para ulama salaf saja memberikan pernyataannya bahwa, tanda-tanda amal kita diterima sangat mudah dilihatnya. Kita bisa melihat seberapa jauh keberlanjutan amal kita.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Kita sudah memasuki minggu ketiga bulan Syawal. Menjelang akhir bulan ini, marilah kita seraya bertanya kepada diri sendiri tentang ibadah kita.
Setidaknya kita minimal bertanya-tanya "apakah ibadah kita meningkat? Atau bisa saja ibadah kita menurun?". Melalui Surat Al-Hasyr Ayat 18, Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr, 59:18)
Dalam hadis riwayat Imam At-Tirmidzi, Rasulullah SAW juga bersabda tentang orang cerdas. Mereka adalah sosok yang mampu menghisab dirinya hingga membekali kehidupan setelah kematian dengan amal.
Momen menyambut akhir Syawal tentu harus kita manfaatkan. Kita bisa bertaubat hingga memperbaiki niat.
Khutbah II
Jemaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Cara mempersiapkan spiritual menjelang berakhirnya Syawal sangat simpel. Kita bisa memperbanyak amal sunnah, mulai dari ibadah puasa, tadarus dan tilawah Al-Quran hingga bersedekah.
Walau cara ini sederhana, namun terpenting bagaimana kita bisa menjaga konsistensi amalan kecil tersebut. Melalui hadis riwayat, Rasulullah SAW bersabda:
Demikianlah khutbah pertama disampaikan pada hari ini. Semoga kita mendapat keistiqomahan dalam menjaga ibadah hingga seluruh amal kita diterima oleh Allah SWT.
Penutup Doa
Sebagai penutup, marilah kita berdoa kepada Allah SWT Maha Pemberi dan Maha Penyelamat kita di dunia maupun di akhirat.
رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Bacaan Latin: Rabbanaa aatinaa fid-dun-yaa hasanataw wa fil-aakhirati hasanataw wa qinaa ‘azaaban-naar(i).
Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka." (QS. Al-Baqarah, 2:201)
(hap)
Sumber Referensi: Quran Kemenag RI, NU Online, BAZNAS RI, Yayasan Amal Jariyah Indonesia.