- Reuters/Mohamed Abd El Ghany
Teks Khutbah Jumat 24 April 2026: Hikmah Bulan Dzulqa'dah saat Dunia Dilanda Ketegangan Konflik
Jakarta, tvOnenews.com - Bulan Dzulqa'dah dikenal sebagai salah satu bulan haram. Hal ini menunjukkan bulan ini dimuliakan oleh Allah SWT.
Keistimewaan besar bulan Dzulqa'dah menunjukkan pahala amal saleh dan perbuatan maksiat dilipatgandakan oleh Allah SWT. Selain itu, bulan ini juga harus dipahami sebagai momentum menghindari segala perbuatan yang memicu permusuhan.
Seperti diketahui, hingga memasuki 1 Dzulqa'dah 1447 Hijriah pada Minggu malam, 19 April 2026, konflik di dunia terus mengalami keberlanjutan. Ketegangan ini mulai terjadi sejak akhir Februari 2026.
Maka dari itu, hikmah bulan Dzulqa'dah sebagai refleksi di tengah ketegangan konflik dunia menjadi tema menarik dalam pembahasan teks khutbah Jumat singkat terbaru yang direkomendasikan tvOnenews.com untuk pelaksanaan shalat Jumat, 24 April 2026.
Teks Khutbah Jumat: Hikmah Bulan Dzulqa'dah saat Dunia Dilanda Ketegangan Konflik
- tim tvOne
Khutbah I
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيمَ وبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيمَ فى العالمين إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَيَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Kaum muslimin jemaah shalat Jumat dimuliakan Allah,
Pertama-tama marilah kita mengucapkan rasa syukur atas kehadiran Allah SWT, yang Maha Pemberi kenikmatan dan rezeki. Berkat-Nya, kita masih dapat berkumpul melaksanakan shalat Jumat di masjid tercinta ini.
Tak lupa juga marilah sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita, Baginda Nabi Muhammad SAW. Beliaulah yang telah membimbing kita menuju jalan kebenaran dan terhindar dari segala larangan Allah SWT.
Dalam setiap khutbahnya, Rasulullah SAW senantiasa memberikan pesan takwa. Maka dari itu, kami meminta izin perkenankan meneladani sunnahnya kepada jemaah sekalian.
Dalam hal ini, marilah kita beristiqomah menjaga kepribadian kita senantiasa bertakwa kepada Allah SWT. Berkat takwa, kehidupan kita akan menemukan langkah yang terarah dan dibalut keberkahan.
Hadirin sekalian jemaah Jumat dikaruniai Allah,
Sebagaimana diketahui, kita sudah memasuki bulan Dzulqa'dah. Bulan ini sebagai salah satu yang dimuliakan dan sudah tercantum dalam Surat At-Taubah Ayat 36, Allah SWT berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلاَ تَظْلِمُواْ فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauhulmahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu)." (QS. At-Taubah, 9:36)
Dalam tafsir ayat ini, Allah SWT memberikan banyak kemuliaan kepada kita. Salah satu fakta menarik Dzulqa'dah dan tiga bulan haram lainnya (Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab), Allah SWT akan memberikan siksaan lebih berat bagi hamba-Nya yang melakukan kemaksiatan di empat bulan ini.
Sementara, pahala dari ketaatan yang dikerjakan akan dilipatgandakan apabila dibandingkan dengan bulan-bulan biasa lainnya.
Saudaraku sidang Jumat yang dirahmati Allah,
Namun, kemuliaan Dzulqa'dah tidak sekadar mengenai pahala berlipat ganda dan pembalasan dosa besar saja, namun juga menjadi momentum bulan damai dan aman. Artinya, agama Islam sangat melarang segala bentuk tindakan menyebabkan permusuhan, pertikaian, apalagi peperangan.
Dalam Surat Al-Baqarah Ayat 217, Allah SWT berfirman:
يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ
Artinya: "Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, "Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar." (QS. Al-Baqarah, 2:217)
Hal-hal dapat menyebabkan pertikaian tidak selalu hal-hal besar seperti situasi terjadi saat ini di mana konflik dunia semakin bergejolak. Namun hal kecil juga bisa memicu pertikaian, seperti menyakiti orang lain, sibuk fitnah, berkata kasar, hingga menyebar berita kebohongan.
Selain itu, saling menghina dan merendahkan hingga mempertajam ketegangan mengenai perbedaan masyarakat juga sebagai perbuatan bumbu memicu pertikaian. Fenomena seperti ini harus kita hindari agar tetap memperkokoh persatuan hingga kedamaian umat.
Muslim sejati di mana mereka tidak menyakiti orang lain melalui tangan dan lisannya. Dalam hadis riwayat, Rasulullah SAW bersabda:
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ، وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ
Artinya: "Orang Muslim adalah orang yang sesama Muslim selamat dari gangguan lisan dan tangannya, dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah." (HR. Bukhari)
Khutbah II
Maka dari itu, marilah kita memperbaiki diri sebagai cara memanfaatkan momentum bulan Dzulqa'dah sebagai bulan mulia. Marilah kita menjaga sikap, lisan dari ucapan menyakitkan hingga menahan emosi secara berlebihan.
Salah satu bagian dari takwa adalah menjaga sikap dari hal merusak persaudaraan sesama umat. Untuk itu, marilah kita merefleksikan diri agar menjadikan bulan Dzulqa'dah sebagai bulan perdamaian.
Demikianlah khutbah Jumat disampaikan khatib pada kesempatan siang hari ini. Semoga kita meninggalkan segala permusuhan, pertikaian, hingga hal-hal berunsur ujaran kebencian di bulan ini.
Terakhir, marilah kita berdoa semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita. Marilah berdoa agar dosa-dosa kita diampuni dan membawa kita masuk golongan hamba-Nya yang beriman. Amin ya rabbal alamin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
(hap)
Sumber Referensi: Quran Kemenag RI, laman Kemenag RI, NU Online, MUI, Muhammadiyah dan berbagai sumber lainnya.