- Ilustrasi AI Gemini
Belajar dari Polemik Sertifikat dr Richard Lee, Baca Doa Penguat Iman Agar Para Mualaf Mendapat Petunjuk
tvOnenews.com - Setelah setahun menjadi mualaf, kini sertifikat dokter kecantikan dr Richard Lee menjadi polemik usai resmi dicabut oleh pendakwah Hanny Kristianto.
dr Richard Lee menjadi mualaf pada 6 Maret 2025 lalu yang dipandu oleh Ustaz Felix Siauw dan Ustaz Derry Sulaiman saat membacakan dua kalimat Syahadat.
Sejumlah alasan mengapa Hanny Kristianto mencabut sertifikat mualaf dr Richard Lee.
Hal ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua agar selalu istiqomah dalam menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya, khususnya sebagai seorang Mualaf.
Menjadi seorang mualaf merupakan perjalanan spiritual yang penuh keberanian dan tantangan.
Di tengah riuhnya polemik atau ujian hidup bagi seseorang yang baru saja memeluk Islam pasti membutuhkan sandaran spiritual agar tetap teguh dalam agamanya.
Salah satu cara terbaik bagi hamba-Nya yaitu doa, sebagai jembatan untuk memohon keteguhan hati dan petunjuk yang lurus dari Allah SWT.
Dalam sebuah doa, sebagaimana Rasulullah berpesan untuk salah seorang sahabatnya.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاهْدِنِي، وَعَافِنِي، وَارْزُقْنِي
Allâhummaghfirlî, warhamnî, wahdinî, wa ‘âfinî, warzuqnî.
Artinya, “Tuhanku, ampunilah dosaku, kasihanilah aku, berikan petunjuk untukku, afiyat kan aku, dan berikan anugerah-Mu untukku.” (HR. Muslim)
Doa ini dapat terus diamalkan oleh seorang mualaf. Pesan ini ditemukan dalam hadits riwayat Imam Muslim yang dikutip oleh Imam An-Nawawi berikut ini:
وروينا في صحيح مسلم عن طارق بن أشيم الأشجعي الصحابي رضي الله عنه قال: كان الرجل إذا أسلم علمه النبي (صلى الله عل وسلم) الصلاة، ثم أمره أن يدعو بهذه الكلمات اللهم اغفر لي، وارحمني، واهدني، وعافني، وارزقني
Artinya, “Kami diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Thariq bin Asyyam Al-Asyja‘i, ia bercerita bahwa seseorang ketika memeluk Islam diajarkan shalat oleh Rasulullah SAW. Rasul juga memerintahkan orang tersebut untuk berdoa dengan lafal ini, ‘Allâhummaghfirlî, warhamnî, wahdinî, wa ‘âfinî, warzuqnî,’” (HR. Muslim)
(kmr)