news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi ibadah haji 2025.
Sumber :
  • Tovic/Media Center Haji 2024

Jangan Bangga Dulu Disebut Pak Haji setelah Pulang dari Tanah Suci, Pendakwah Ingatkan itu Bukan Gelar

Penyebutan "Pak Haji" atau "Bu Hajah" bukan gelar bagi yang sudah menyelesaikan ibadah haji di Tanah Suci, melainkan pengingat diri menjauhi segala keburukan.
Minggu, 17 Mei 2026 - 07:01 WIB
Reporter:
Editor :

Ia menegaskan bahwa, kata birrun memiliki definisi yang mendalam. Kata ini berarti sifat buruk hilang dan datang sifat baik.

"Birrun artinya kebaikan yang lahir setelah buruknya hilang, kebaikan yang muncul setelah keburukan hilang, ada orang berbuat buruk ditinggalkan menjadi baik," tuturnya.

Ia mencontohkan beberapa sifat buruk yang hilang dari predikat haji mabrur. Ia mengambil hal-hal umum yakni marah yang harus ditinggalkan seseorang untuk menjadi lebih sabar.

"Sombongnya ditinggalkan menjadi tawadhu, kebaikan yang muncul setelah meninggalkan yang buruk disebut Birrun. Jika melekat pada pelakunya, disebut Mabrurun," terangnya.

Ia menjelaskan awal mula seseorang mendapat predikat penyebutan haji mabrur. Hal ini terjadi ketika jemaah melempar jumrah sebagai waktu melepaskan seluruh sifat jelek dalam dirinya.

"Ada haji mabrur, kenapa disebut haji mabrur? Saat dia berada di wukuf di Arafah, dia istighfar. Dia mengenali keburukannya, dia meningngalkan itu datang ke Musdalifah, lalu ia lemparkan," paparnya.

Melalui penjelasan ini, Ustaz Adi Hidayat memberikan saran kepada calon jemaah haji, baik yang belum atau sudah berangkat ke Tanah Suci. Ia mengingatkan sebaiknya mencatat apa saja hal buruk dalam dirinya.

"Maka sebelum haji, catat dulu buat mengenali diri kita dulu. Jangan gengsi menanyakan itu kepada pasangan kita, kepada anak, kepada orang tua, kepada siapapun terkait apa salah kita," pesannya.

Ia menyarankan setelah calon jemaah haji tiba di Tanah Suci, khususnya ketika melempar jumrah. Untuk melepas sifat buruk, sebaiknya sudah hafal untuk mengucap "Bismillahi, Allahu Akbar".

Hal ini serupa bagi yang tidak berangkat ibadah haji dan memilih berkurban. Kedua ibadah tersebut sebagai bentuk membuang sifat buruk seseorang.

"Yang di sana melontar, di sini menyembelih tanggal 10 Dzulhijjah itu. Kalimat sama di sana Bismillahi Allahu Akbar, di sini juga mengucap Bismillahi Allahu Akbar," jelasnya.

"Apa yang dilempar sifat Hewani, maka sifat hewan itu disembelih dan di sana melontar. Karena sudah dilontar hilanglah buruknya, kemudian dibawa pulang sifat kebaikan, itu yang disebut haji mabrur," sambungnya.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:06
05:01
05:14
03:43
03:22
03:33

Viral