- Antara
Khutbah Jumat Singkat 22 Mei 2026: Kurban, Ibadah Bukti Cinta dan Ketundukan Seorang Hamba
Tafsir ini menunjukkan gambaran agar kita bisa belajar bahwa pengorbanan dalam Islam adalah bukti nyata kita lebih mencintai Allah SWT daripada segala yang ada di dunia ini.
Jemaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Hakikat dalam agama Islam adalah tunduk dan berserah diri. Ibadah kurban memberikan pelajaran penting bagi kita untuk berkata "sami'na wa atha'na" yang artinya "kami dengar dan kami taat".
Dalam Surat Al-Hajj Ayat 37, nilai kurban tidak sekadar pada daging atau darah hewan, tetapi terletak pada ketakwaannya, Allah SWT berfirman:
لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ
Artinya: "Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang muhsin." (QS. Al-Hajj, 22:37)
Keikhlasan dalam kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail adalah esensi inti idalam kurban. Melalui tafsir ayat ini, kita juga dilatih betapa pentingnya keikhlasan dan ketundukan total kepada Allah SWT.
Kemudian, kita berbicara esensi kurban selain dari dimensi spiritual. Ibadah ini menunjukkan nilai sosial yang tinggi membawa kita diajarkan untuk senantiasa berbagi terhadap sesama, khususnya menyasar kepada kaum dhuafa.
Nilai-nilai seperti ini sebagai cara memperkuat ukhuwah Islamiyah. Selain itu, kita juga latihan menumbuhkan rasa empati.
Kurban bukan sekadar ibadah individual, namun juga bentuk sarana membangun kepedulian sosial. Di tengah kehidupan modern yang cenderung individualistik, kurban menjadi momentum untuk kembali mempererat hubungan antar sesama manusia.