news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sapi Kurban.
Sumber :
  • Antara

Khutbah Jumat Singkat 22 Mei 2026: Kurban, Ibadah Bukti Cinta dan Ketundukan Seorang Hamba

Berikut tema teks khutbah Jumat singkat menarik untuk shalat Jumat menjelang Hari Raya Idul Adha, bertajuk "Ibadah Bukti Cinta dan Ketundukan Seorang Hamba".
Kamis, 21 Mei 2026 - 23:22 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Dalam teks khutbah Jumat menjelang Hari Raya Idul Adha, ibadah kurban menjadi tema pembahasan yang menarik untuk pelaksanaan shalat Jumat, 22 Mei 2026.

Pasalnya, melalui Kementerian Agama (Kemenag), pemerintah Indonesia telah menetapkan hasil sidang isbat 1 Zulhijah 1447 H. Dari keputusan ini, Hari Raya Idul Adha 2026 jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Sementara, pemerintah menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Melalui keputusan ini, jemaah shalat Jumat diharapkan membekali pemahaman tentang ibadah kurban menunjukkan sebagai bukti kecintaan dan ketundukan kepada Allah SWT.

tvOnenews.com merekomendasikan tema teks khutbah Jumat singkat terbaru untuk sesi ceramah dalam shalat Jumat dengan judul "Kurban, Ibadah Bukti Cinta dan Ketundukan Seorang Hamba".

Khutbah Jumat Singkat: Kurban, Ibadah Bukti Cinta dan Ketundukan Seorang Hamba

suasana salah satu tempat penyembelihan hewan kurban di Bantul
Sumber :
  • tim tvOne - Santosa Suparman

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلهِ وَاسِعِ الْفَضْلِ وَالْاِحْسَانِ، وَمُضَاعِفِ الْحَسَنَاتِ لِذَوِي الْاِيْمَانِ وَالْاِحْسَانِ، اَلْغَنِيِّ الَّذِيْ لَمِ تَزَلْ سَحَائِبُ جُوْدِهِ تَسِحُّ الْخَيْرَاتِ كُلَّ وَقْتٍ وَأَوَانٍ، العَلِيْمِ الَّذِيْ لَايَخْفَى عَلَيْهِ خَوَاطِرُ الْجَنَانِ، اَلْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ لَاتَغِيْضُ نَفَقَاتُهُ بِمَرِّ الدُّهُوْرِ وَالْأَزْمَانِ، اَلْكَرِيْمِ الَّذِيْ تَأَذَّنَ بِالْمَزِيْدِ لِذَوِي الشُّكْرَانِ. أَحْمَدُهُ حُمْدًا يَفُوْقُ الْعَدَّ وَالْحُسْبَانِ، وَأَشْكُرُهُ شُكْرًا نَنَالُ بِهِ مِنْهُ مَوَاهِبَ الرِّضْوَانِ

أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ دَائِمُ الْمُلْكِ وَالسُّلْطَانِ، وَمُبْرِزُ كُلِّ مَنْ سِوَاهُ مِنَ الْعَدَمِ اِلَى الْوِجْدَانِ، عَالِمُ الظَّاهِرِ وَمَا انْطَوَى عَلَيْهِ الْجَنَانِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخِيْرَتُهُ مِنْ نَوْعِ الْاِنْسَانِ، نَبِيٌّ رَفَعَ اللهُ بِهِ الْحَقَّ حَتَّى اتَّضَحَ وَاسْتَبَانَ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْاِحْسَانِ. أَمَّا بَعْدُ، أَيُّهَا الْاِخْوَانُ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Kaum muslimin rahimakumullah,

Pertama-tama, marilah kita senantiasa mengucapkan rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Berkat-Nya, kita masih mendapat kenikmatan, rezeki hingga karunia-nya yang membuat kita masih sehat dan berkumpul di masjid tercinta ini.

Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada Baginda kita, Nabi Muhammad SAW. Beliau sebagai teladan yang terbaik di sepanjang zaman dan membawa kita terhindar dari kesesatan orang zalim.

Jemaah shalat Jumat dirahmati Allah,

Menjelang Idul Adha, kita kerap menyaksikan pelaksanaan ibadah kurban setiap tahunnya. Namun demikian, tidak sedikit dari kita masih menafsirkan maknanya sebatas ritual penyembelihan hewan.

Di balik itu, padahal makna kurban jauh lebih dalam, antara lain sebagai ibadah menunjukkan simbol cinta, keikhlasan, serta ketundukan seorang hamba kepada Allah SWT.

Maka dari itu, melalui sesi khutbah Jumat tentang ibadah kurban ini, marilah kita merenungkan diri untuk kembali pada hakikat kurban. Hal ini menjadi upaya kita menemukan jalan mendekatkan diri kepada-Nya.

Perlu diketahui, cinta kepada Allah SWT tidak hanya berupa ucapan dari lisan, melainkan harus menunjukkan pembuktian kita melalui pengorbanan.

Kita bisa kembali mengingat hingga menerapkan suri teladan dari Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Kisah antara orang tua dan anaknya yang satu ini menunjukkan cinta dan ketundukan seorang hamba kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Dalam kisahnya, Nabi Ibrahim AS mendapat perintah untuk menyembelih anaknya. Hal paling mengejutkan saat beliau menunjukkan ketaatannya tanpa ragu sehingga Nabi Ismail AS menerima dengan penuh keikhlasan.

Kisah ini telah tercatat dalam dalil Al-Quran melalui Surat As-Saffat Ayat 102, Allah SWT berfirman:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ

Artinya: "Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, "Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?" Dia (Ismail) menjawab, "Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar." (QS. As-Saffat, 37:102)

Tafsir ini menunjukkan gambaran agar kita bisa belajar bahwa pengorbanan dalam Islam adalah bukti nyata kita lebih mencintai Allah SWT daripada segala yang ada di dunia ini.

Jemaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Hakikat dalam agama Islam adalah tunduk dan berserah diri. Ibadah kurban memberikan pelajaran penting bagi kita untuk berkata "sami'na wa atha'na" yang artinya "kami dengar dan kami taat".

Dalam Surat Al-Hajj Ayat 37, nilai kurban tidak sekadar pada daging atau darah hewan, tetapi terletak pada ketakwaannya, Allah SWT berfirman:

لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ

Artinya: "Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang muhsin." (QS. Al-Hajj, 22:37)

Keikhlasan dalam kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail adalah esensi inti idalam kurban. Melalui tafsir ayat ini, kita juga dilatih betapa pentingnya keikhlasan dan ketundukan total kepada Allah SWT.

Kemudian, kita berbicara esensi kurban selain dari dimensi spiritual. Ibadah ini menunjukkan nilai sosial yang tinggi membawa kita diajarkan untuk senantiasa berbagi terhadap sesama, khususnya menyasar kepada kaum dhuafa.

Nilai-nilai seperti ini sebagai cara memperkuat ukhuwah Islamiyah. Selain itu, kita juga latihan menumbuhkan rasa empati.

Kurban bukan sekadar ibadah individual, namun juga bentuk sarana membangun kepedulian sosial. Di tengah kehidupan modern yang cenderung individualistik, kurban menjadi momentum untuk kembali mempererat hubungan antar sesama manusia.

Khutbah II

Demikianlah khatib menyampaikan khutbah pertama pada kesempatan hari berbahagia ini. Kurban sejatinya adalah bukti cinta dan ketundukan seorang hamba kepada Allah SWT.

Marilah kita meluruskan niat untuk berkurban semata-mata mengharap ridha dari-Nya, bukan mendapatkan pujian setinggi langit dari manusia. Semoga ibadah kurban yang kita kerjakan menjadi sarana meningkatkan iman dan takwa hingga mendorong kita sebagai hamba yang ikhlas. Amin ya Rabbal Alamin.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

(hap)

Sumber Referensi: Quran Kemenag RI, NU Online, laman Kemenag RI, MUI, Muhammadiyah, kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:29
07:08
00:58
01:40
02:13
02:51

Viral