- Tim tvOnenews - Julio Trisaputra
Teks Khutbah Idul Adha 2026 Singkat: Kurban Bukan Sekadar Menyembelih, tapi Bukti Cinta dan Pengorbanan
Di balik itu, udhiyah tidak sekadar tentang menyembelih hewan kurban, tetapi sebagai bentuk manifestasi nyata menunjukkan simbol ketaatan dan keikhlasan seorang hamba kepada Allah SWT.
Ibadah kurban sebagai simbol cinta dan pengorbanan total. Hal ini berakar dari kisah yang paling agung antara Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS.
Dalam Surat As-Saffat Ayat 102, Allah SWT berfirman:
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ
Artinya: "Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, "Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?" Dia (Ismail) menjawab, "Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar." (QS. As-Saffat, 37:102)
Tafsir ayat ini sudah sangat jelas menunjukkan dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS, ada puncak keikhlasan, kepatuhan, dan kedekatan diri dengan Allah SWT. Hal ini menjadi cikal bakal disyariatkan dalam agama Islam melalui ibadah kurban.
Ruh udhiyah yang lahir melalui kisah duau Nabi ini adalah ruh taat, pasrah, dan rela mengorbankan sesuatu hal yang dicintai hanya demi keridhaan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Kaum muslimin rahimakumullah,
Dalam konteks kehidupan yang modern, nilai kurban sebagai kunci membangun kita sebagai manusia untuk lebih tangguh, baik dari secara spiritual maupun berintegritas secara moral.
Allah SWT memberikan penegasan terkait esensi kurban. Hal ini bukan mengacu pada daging atau darahnya, tetapi adanya landasan ketakwaan dan sudah dijelaskan dalam Surat Al-Hajj Ayat 37: