news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Hewan Kurban.
Sumber :
  • Tim tvOnenews - Julio Trisaputra

Teks Khutbah Idul Adha 2026 Singkat: Kurban Bukan Sekadar Menyembelih, tapi Bukti Cinta dan Pengorbanan

Beriku teks khutbah Idul Adha 2026 M/1447 H yang singkat untuk shalat Ied dengan judul "Kurban Bukan Sekadar Menyembelih, tapi Bukti Cinta dan Pengorbanan".
Selasa, 26 Mei 2026 - 10:15 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Hari Raya Idul Adha tidak sekadar menjadi momen ibadah kurban, melainkan bukti ibadah keikhlasan, cinta, dan pengorbanan.

Maka dari itu, melalui khutbah Idul Adha singkat ini, makna dan esensi dari kurban menjadi pembahasan menarik dalam pelaksanaan shalat Ied.

Hal ini mengingat pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 2026 M/1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Teks Khutbah Idul Adha Singkat: Kurban Bukan Sekadar Menyembelih, tapi Bukti Cinta dan Pengorbanan

Ilustrasi hewan kurban di peternakan
Sumber :
  • Tim tvOne/Taufik Hidayat

Khutbah I

الْحَمْدُ  ِللهِ الَّذِيْ وَفَّقَنَا لِلْأَعْمَالِ الْجَارِيَة, وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ والبَرَكَاتُ عَلَى خَيْرِ البَرِيَّة، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالذُّرِّيَّة, أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَ رْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا, اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ (9x)

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا, لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ, أَمَّا بَعْدُ

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Pemberi kita nikmat iman dan Islam. Sholawat serta salam tercurahkan kepada Baginda kita, Nabi Muhammad SAW yang telah menuntun kita berpegang teguh pada kebenaran Allah SWT.

Kaum muslimin jemaah shalat Ied yang dimuliakan Allah,

Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kita tetaplah istiqomah dalam menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Sebagaimana diketahui, hari ini adalah hari terakhir dari 10 hari pertama bulan Zulhijah 1447 H. Di balik itu, ada banyak kumpulan keutamaannya.

Hari ini adalah hari yang agung, apalagi kalau bukan Hari Raya Idul Adha. Dari sisi keutamaan hari-hari terbaik dalam satu tahun, tak sedikit ulama berpendapat hari ini terbaik di sepanjang tahun, bahkan melampaui keutamaan dari hari Arafah.

Sebagaimana dalam hadis riwayat dari Abdullah bin Qurth, Nabi SAW bersabda:

إِنَّ أَعْظَمَ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ

Artinya: "Sesungguhnya hari yang teragung di sisi Allah Tabaraka wa Ta’ala adalah hari Nahr (Hari Raya Kurban), kemudian hari Qarr (setelah hari Nahr)." (HR. Abu Dawud 1765)

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Laa Ilaaha Illallaah, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Walillaahil Hamd

Saudaraku yang dibahagiakan Allah,

Apa itu udhiyah? Secara bahasa memiliki definisi hewan ternak yang disembelih pada Hari Raya Idul Adha maupun hari Tasyrik pada 11, 12, dan 13 Zulhijah. Dalam hal ini, tujuannya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Di balik itu, udhiyah tidak sekadar tentang menyembelih hewan kurban, tetapi sebagai bentuk manifestasi nyata menunjukkan simbol ketaatan dan keikhlasan seorang hamba kepada Allah SWT.

Ibadah kurban sebagai simbol cinta dan pengorbanan total. Hal ini berakar dari kisah yang paling agung antara Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS.

Dalam Surat As-Saffat Ayat 102, Allah SWT berfirman:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ

Artinya: "Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, "Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?" Dia (Ismail) menjawab, "Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar." (QS. As-Saffat, 37:102)

Tafsir ayat ini sudah sangat jelas menunjukkan dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS, ada puncak keikhlasan, kepatuhan, dan kedekatan diri dengan Allah SWT. Hal ini menjadi cikal bakal disyariatkan dalam agama Islam melalui ibadah kurban.

Ruh udhiyah yang lahir melalui kisah duau Nabi ini adalah ruh taat, pasrah, dan rela mengorbankan sesuatu hal yang dicintai hanya demi keridhaan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Dalam konteks kehidupan yang modern, nilai kurban sebagai kunci membangun kita sebagai manusia untuk lebih tangguh, baik dari secara spiritual maupun berintegritas secara moral.

Allah SWT memberikan penegasan terkait esensi kurban. Hal ini bukan mengacu pada daging atau darahnya, tetapi adanya landasan ketakwaan dan sudah dijelaskan dalam Surat Al-Hajj Ayat 37:

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: "Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demikianlah dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-Hajj, 22:37)

Dalam refreleksi kehidupan, apa saja yang harus dikurbankan? Pertanyaannya juga mengacu pada "apa yang telah kita korbankan dalam diri kita?". Apakah kita sudah mengorbankan ego, keserakahan, serta cinta dunia yang begitu berlebihan?

Kurban mengajarkan kita untuk berbagi peduli dan membersihkan hati. Setidaknya dua aspek inilah sebagai esensi dari pengorbanan sesungguhnya.

Khutbah II

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Akhirnya khutbah pertama telah selesai disampaikan pada hari ini. Marilah kita menunaikan ibadah kurban bagi yang mampu untuk menunjukkan ketaatan dan kepedulian sosial kepada sesama, terutama untuk kaum dhuafa.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menerima amal ibadah kita. Selain itu, dosa-dosa kita juga diampuni, serta menjadikan kita sebagai hamba yang ikhlas dalam beribadah. Amin ya Rabbal Alamin.

(hap)

Sumber Referensi: Quran Kemenag RI, NU Online, Yayasan Amal Jariyah Indonesia, Tafsir Ibnu Katsir, MUI.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:13
01:06
05:53
07:09
02:51
01:45

Viral