news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi dua pria sedang sujud dalam shalat berjamaah tidak sengaja kentut.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Amalan Khusus Hari Arafah, Apa Saja? Ustaz Adi Hidayat Bagikan Rekomendasi Terbaiknya

Ustaz Adi Hidayat (UAH) membagikan amalan khusus di Hari Arafah, tepat sehari sebelum Hari Raya Idul Adha, mulai dari istighfar, puasa Arafah hingga dzikir.
Selasa, 26 Mei 2026 - 11:33 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Hari Arafah merupakan hari yang mulia dinantikan umat Islam. Hari ini jatuh tepat satu hari sebelum memasuki Hari Raya  Idul Adha, tepatnya di tanggal 9 Zulhijah.

Untuk yang melaksanakan ibadah haji, Hari Arafah sebagai bagian utama dari puncak ibadah haji. Tandanya melalui pelaksanaan wukuf di Padang Arafah.

Sementara untuk umat Islam yang tidak berhaji, bisa mengerjakan hal-hal lain di Hari Arafah. Maka dari itu, Ustaz Adi Hidayat membagikan amalan khusus Hari Arafah.

"Coba untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sifat pendekatan inilah yang kemudian diistilahkan dengan kurban," ujar Ustaz Adi Hidayat dalam YouTube pribadinya, Selasa (26/5/2026).

Apa Saja Amalan Khusus di Hari Arafah? Ini Rekomendasi dari Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat (UAH)
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official

Ustaz Adi Hidayat membagikan amalan khusus pertama. UAH sapaan akrabnya menyarankan orang mukmin khususnya bagi jemaah haji untuk selalu membaca istighfar.

"Tentu saja yang pertama amalannya adalah dengan bermuhasabah diri lewat meningkatkan istighfar," ucap UAH.

UAH menjelaskan kenapa Istighfar sebagai amalan pertama dikhususkan saat Hari Arafah. Bacaan ini merupakan bentuk permohonan ampunan kepada Allah SWT.

"Kita mengingat akan kesalahan-kesalahan dan potensi dosa yang pernah dilakukan serta potensi penyimpangan dari misi mulia berkehidupan di muka bumi ini," terangnya.

Kata UAH, bagi yang sedang berhaji justru menjadi waktu terbaik untuk istighfar. Ia mencontohkan keistimewaannya karena dilakukan di tempat paling spesial, apalagi akan memasuki puncak haji.

"Jadi, jangan disia-siakan untuk mengevaluasi diri, untuk bisa berintrospeksi diri dengan cara memperbanyak istighfar," pesannya.

Ia menuturkan, barangkali seorang mukmin telah sibuk dengan pekerjaan duniawi. Hal itu membuat ia meninggalkan beberapa kewajibannya, seperti shalat, jarang atau tidak pernah membaca Al-Quran, dan sebagainya.

Selain itu, barangkali telah menitipkan atau menggunakan harta yang tidak sesuai dengan aturan yang benar. Hal ini tentu menimbulkan kekeliruan.

"Oleh karena itu, dalam momentum ini, suasana haji ini bentuk evaluasi, beristighfar, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT adalah di antara puncak kebaikan," tambahnya.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:13
01:30
05:01
01:06
05:53
07:09

Viral