- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Amalan Khusus Hari Arafah, Apa Saja? Ustaz Adi Hidayat Bagikan Rekomendasi Terbaiknya
Jakarta, tvOnenews.com - Hari Arafah merupakan hari yang mulia dinantikan umat Islam. Hari ini jatuh tepat satu hari sebelum memasuki Hari Raya Idul Adha, tepatnya di tanggal 9 Zulhijah.
Untuk yang melaksanakan ibadah haji, Hari Arafah sebagai bagian utama dari puncak ibadah haji. Tandanya melalui pelaksanaan wukuf di Padang Arafah.
Sementara untuk umat Islam yang tidak berhaji, bisa mengerjakan hal-hal lain di Hari Arafah. Maka dari itu, Ustaz Adi Hidayat membagikan amalan khusus Hari Arafah.
"Coba untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sifat pendekatan inilah yang kemudian diistilahkan dengan kurban," ujar Ustaz Adi Hidayat dalam YouTube pribadinya, Selasa (26/5/2026).
Apa Saja Amalan Khusus di Hari Arafah? Ini Rekomendasi dari Ustaz Adi Hidayat
- Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official
Ustaz Adi Hidayat membagikan amalan khusus pertama. UAH sapaan akrabnya menyarankan orang mukmin khususnya bagi jemaah haji untuk selalu membaca istighfar.
"Tentu saja yang pertama amalannya adalah dengan bermuhasabah diri lewat meningkatkan istighfar," ucap UAH.
UAH menjelaskan kenapa Istighfar sebagai amalan pertama dikhususkan saat Hari Arafah. Bacaan ini merupakan bentuk permohonan ampunan kepada Allah SWT.
"Kita mengingat akan kesalahan-kesalahan dan potensi dosa yang pernah dilakukan serta potensi penyimpangan dari misi mulia berkehidupan di muka bumi ini," terangnya.
Kata UAH, bagi yang sedang berhaji justru menjadi waktu terbaik untuk istighfar. Ia mencontohkan keistimewaannya karena dilakukan di tempat paling spesial, apalagi akan memasuki puncak haji.
"Jadi, jangan disia-siakan untuk mengevaluasi diri, untuk bisa berintrospeksi diri dengan cara memperbanyak istighfar," pesannya.
Ia menuturkan, barangkali seorang mukmin telah sibuk dengan pekerjaan duniawi. Hal itu membuat ia meninggalkan beberapa kewajibannya, seperti shalat, jarang atau tidak pernah membaca Al-Quran, dan sebagainya.
Selain itu, barangkali telah menitipkan atau menggunakan harta yang tidak sesuai dengan aturan yang benar. Hal ini tentu menimbulkan kekeliruan.
"Oleh karena itu, dalam momentum ini, suasana haji ini bentuk evaluasi, beristighfar, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT adalah di antara puncak kebaikan," tambahnya.
Direktur Quantum Akhyar Institute itu menegaskan, amalan-amalan di Hari Arafah sebagai cara meningkatkan iman kepada Allah dan Rasul-Nya.
"Jadi, perkara iman itu nomor satu ya. Iman itu yang menjadikan semua amal punya nilai di hadapan Allah dan Rasul-Nya. Iman itu juga pokok dasar dari segala sesuatu. Jadi, apabila ada yang paling utama yaitu iman, termasuk ilmu. Ilmu tanpa iman juga tidak membawa keberkahan," bebernya.
Lebih lanjut, UAH membagikan amalan lainnya yang tidak kalah penting di tanggal 9 Zulhijah. Ia menekankan puasa Arafah.
"Nabi sallallahu alaihi wasallam pernah ditanya tentang puasa di hari Arafah. Tentu ini mengacu pada yang tidak menunaikan ibadah haji. Bagi yang haji itu fokus untuk wukuf ya kontemplasi memperbaiki diri," jelasnya.
Merujuk dari Muslim.or.id, hadis riwayat dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang." (HR. Muslim Nomor 1162)
"Ini puasa istimewa. Puasa di hari ke-9 Zulhijah ini fadilahnya, keutamaannya, teman-teman sekalian satu berpotensi memberikan perisai, perlindungan dari perbuatan-perbuatan dosa yang mungkin dikerjakan setahun kemudian," ucapnya.
Kendati demikian, UAH meminta kesimpulan dari keistimewaan puasa ini jangan disalah artikan. Kebanyakan orang mukmin berpendapat bagi yang puasa Arafah menjadi keuntungan bahwa mereka tidak akan mendapat dosa di tahun berikutnya.
"Itu kesimpulan yang keliru ya. Yang dimaksudkan adalah puasa Arafah ini puasa istimewa. Karena saat dikerjakan dengan benar, ada satu perisai yang akan diberikan oleh Allah kepada kita," katanya.
Ia menegaskan, keistimewaan puasa Arafah sebagai perisan dari potensi maksiat. Maka dari itu, UAH menegaskan penunaian ibadah puasa ini bisa menggugurkan dosa pada setahun sebelumnya.
Kemudian, UAH mengambil dari para ulama yang memberikan satu gambaran amalan di hari mulia ini, yakni memperbanyak zikir. Setidaknya bisa membaca dari ba'da Ashar sampai menjelang Maghrib.
Selain itu, UAH menyarankan agar orang mukmin bisa memperbanyak kalimat tauhid. Ia menginginkan umat Muslim di Indonesia memanfaatkan momen ini agar mendapat banyak keutamaan dari Allah SWT.
(hap)