- Freepik/rawpixel.com
6 Sunnah Sebelum Shalat Idul Adha, Lengkap dengan Dalil dan Keutamaannya
3. Memakai Pakaian Terbaik dan Wewangian
Hari raya merupakan momen penuh kebahagiaan sehingga umat Islam dianjurkan mengenakan pakaian terbaik dan menggunakan wewangian yang halal bagi laki-laki.
Dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki jubah yang beliau gunakan khusus untuk dua hari raya dan hari Jumat.” (HR. Ibnu Khuzaimah)
Tidak harus pakaian baru, namun hendaknya pakaian yang bersih, rapi, dan sopan sebagai bentuk penghormatan terhadap syiar Islam.
4. Berjalan Kaki dan Mengambil Jalan Berbeda
Rasulullah SAW juga mencontohkan untuk berjalan kaki menuju tempat shalat Id apabila memungkinkan. Selain itu, beliau mengambil jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang.
Dalam hadits disebutkan:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila pergi shalat ‘Id (pada hari raya) beliau kembali melalui jalan yang berbeda dengan jalan yang beliau lalui ketika berangkat.” (HR. Bukhari)
Para ulama menjelaskan bahwa hikmah dari sunnah ini di antaranya untuk memperluas syiar Islam, memperbanyak silaturahmi, dan mempertemukan lebih banyak kaum Muslimin.
5. Memperbanyak Takbir
Takbiran menjadi salah satu syiar khas Idul Adha. Umat Islam dianjurkan memperbanyak mengumandangkan takbir sejak malam hari raya hingga pelaksanaan shalat Id selesai.
Landasan mengenai anjuran bertakbir terdapat dalam Al-Quran:
“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah (bertakbir) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Lafaz takbir dapat dikumandangkan di rumah, masjid, mushala, maupun sepanjang perjalanan menuju tempat shalat Id.
6. Melaksanakan Shalat Id di Tanah Lapang
Shalat Idul Adha disunnahkan dilaksanakan di tanah lapang atau musala agar lebih banyak kaum Muslimin dapat berkumpul bersama.
Namun jika terdapat uzur seperti hujan atau kondisi tertentu, maka shalat dapat dilakukan di masjid.
Dalam hadits disebutkan:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju lapangan pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, lalu hal pertama yang beliau lakukan adalah shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Pelaksanaan shalat Id di lapangan juga menjadi simbol persatuan umat dan syiar Islam yang tampak lebih luas di tengah masyarakat.