news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Shalat Id.
Sumber :
  • Freepik/rawpixel.com

6 Sunnah Sebelum Shalat Idul Adha, Lengkap dengan Dalil dan Keutamaannya

Berikut 6 sunnah sebelum shalat Idul Adha yang dianjurkan Rasulullah SAW, lengkap dengan dalil dan keutamaannya.
Selasa, 26 Mei 2026 - 22:28 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Hari Raya Idul Adha menjadi salah satu momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. 

Selain identik dengan ibadah kurban, Idul Adha juga menjadi waktu untuk memperbanyak amal shaleh dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW sebelum melaksanakan shalat Id.

Terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan sebelum berangkat menuju tempat shalat Idul Adha

Sunnah-sunnah ini bukan hanya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi cara meneladani kebiasaan Nabi Muhammad SAW saat merayakan hari raya kurban.

Berikut sejumlah sunnah sebelum shalat Idul Adha yang dapat diamalkan umat Muslim.

Ilustrasi Shalat Id
Sumber :
  • pexels.com/@suryo-patriandito

1. Tidak Makan Sebelum Shalat Idul Adha

Salah satu sunnah yang dianjurkan pada hari raya Idul Adha adalah tidak makan terlebih dahulu sebelum melaksanakan shalat Id. Hal ini berbeda dengan Idul Fitri yang justru dianjurkan makan sebelum berangkat shalat.

Dalam hadits dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

كانَ رَسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ لا يَغْدو يَومَ الفِطْرِ حتّى يَأكُلَ، ولا يَأكُلُ يَومَ الأضْحى حتّى يَرجِعَ، فيَأكُلَ مِن أُضْحِيَّتِهِ.

“Rasulullah SAW tidak berangkat (menuju tempat shalat) pada hari Idul Fitri sebelum makan terlebih dahulu, dan beliau tidak makan pada hari Idul Adha sebelum kembali (dari shalat), lalu makan dari hewan kurbannya.” (HR Ahmad 22984)

Sunnah ini mengandung makna mendahulukan ibadah sebelum menikmati makanan, sekaligus sebagai bentuk penghormatan terhadap ibadah kurban yang akan dilaksanakan.

2. Mandi Sunnah Sebelum Shalat Id

Sebelum berangkat melaksanakan shalat Idul Adha, umat Islam juga dianjurkan mandi sunnah atau mandi Idain. 

Tujuannya untuk menjaga kebersihan dan tampil dalam keadaan terbaik ketika berkumpul dengan sesama Muslim di hari raya.

Dalam riwayat disebutkan:

“Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR. Ibnu Majah)

Mandi sunnah ini dapat dilakukan sejak dini hari sebelum berangkat menuju lokasi shalat Id.

3. Memakai Pakaian Terbaik dan Wewangian

Hari raya merupakan momen penuh kebahagiaan sehingga umat Islam dianjurkan mengenakan pakaian terbaik dan menggunakan wewangian yang halal bagi laki-laki.

Dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki jubah yang beliau gunakan khusus untuk dua hari raya dan hari Jumat.” (HR. Ibnu Khuzaimah)

Tidak harus pakaian baru, namun hendaknya pakaian yang bersih, rapi, dan sopan sebagai bentuk penghormatan terhadap syiar Islam.

4. Berjalan Kaki dan Mengambil Jalan Berbeda

Rasulullah SAW juga mencontohkan untuk berjalan kaki menuju tempat shalat Id apabila memungkinkan. Selain itu, beliau mengambil jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang.

Dalam hadits disebutkan:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila pergi shalat ‘Id (pada hari raya) beliau kembali melalui jalan yang berbeda dengan jalan yang beliau lalui ketika berangkat.” (HR. Bukhari)

Para ulama menjelaskan bahwa hikmah dari sunnah ini di antaranya untuk memperluas syiar Islam, memperbanyak silaturahmi, dan mempertemukan lebih banyak kaum Muslimin.

5. Memperbanyak Takbir

Takbiran menjadi salah satu syiar khas Idul Adha. Umat Islam dianjurkan memperbanyak mengumandangkan takbir sejak malam hari raya hingga pelaksanaan shalat Id selesai.

Landasan mengenai anjuran bertakbir terdapat dalam Al-Quran:

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah (bertakbir) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Lafaz takbir dapat dikumandangkan di rumah, masjid, mushala, maupun sepanjang perjalanan menuju tempat shalat Id.

6. Melaksanakan Shalat Id di Tanah Lapang

Shalat Idul Adha disunnahkan dilaksanakan di tanah lapang atau musala agar lebih banyak kaum Muslimin dapat berkumpul bersama. 

Namun jika terdapat uzur seperti hujan atau kondisi tertentu, maka shalat dapat dilakukan di masjid.

Dalam hadits disebutkan:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju lapangan pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, lalu hal pertama yang beliau lakukan adalah shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pelaksanaan shalat Id di lapangan juga menjadi simbol persatuan umat dan syiar Islam yang tampak lebih luas di tengah masyarakat.

Menjalankan sunnah-sunnah sebelum shalat Idul Adha bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW. 

Dengan mengikuti tuntunan beliau, diharapkan ibadah hari raya menjadi lebih sempurna dan penuh keberkahan. (gwn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:36
04:36
05:49
03:15
02:13
01:30

Viral