news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi ibadah haji..
Sumber :
  • Antara

Khutbah Jumat Terbaru: Sudah Berhaji? Kenali Ukuran Haji Mabrur

Berikut rekomendasi tema teks khutbah Jumat singkat terbaru untuk ceramah pelaksanaan shalat Jumat, dengan judul "Sudah Berhaji? Kenali Ukuran Haji Mabrur".
Jumat, 5 Juni 2026 - 10:43 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Dalam teks khutbah Jumat, ukuran dan tanda-tanda haji mabrur menjadi pembahasan menarik dalam sesi ceramah pelaksanaan shalat Jumat.

Pasalnya, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah merilis jadwal resmi mengenai kepulangan jemaah haji 1447 H/2026 M.

Kemenhaj kini melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tengah mematangkan skema kepulangan jemaah haji Indonesia untuk menuju Tanah Air. Adapun proses pemulangan terbagi dua gelombang yang dimulai pada 1 Juni 2026.

Maka dari itu, tvOnenews.com membagikan tema menarik pembahasan teks khutbah Jumat terbaru untuk pelaksanaan shalat Jumat mengenai ukuran haji mabrur.

Teks Khutbah Jumat: Sudah Berhaji? Kenali Ukuran Haji Mabrur

Ilustrasi ibadah haji 2025
Sumber :
  • MCH 2024

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلهِ وَاسِعِ الْفَضْلِ وَالْاِحْسَانِ، وَمُضَاعِفِ الْحَسَنَاتِ لِذَوِي الْاِيْمَانِ وَالْاِحْسَانِ، اَلْغَنِيِّ الَّذِيْ لَمِ تَزَلْ سَحَائِبُ جُوْدِهِ تَسِحُّ الْخَيْرَاتِ كُلَّ وَقْتٍ وَأَوَانٍ، العَلِيْمِ الَّذِيْ لَايَخْفَى عَلَيْهِ خَوَاطِرُ الْجَنَانِ، اَلْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ لَاتَغِيْضُ نَفَقَاتُهُ بِمَرِّ الدُّهُوْرِ وَالْأَزْمَانِ، اَلْكَرِيْمِ الَّذِيْ تَأَذَّنَ بِالْمَزِيْدِ لِذَوِي الشُّكْرَانِ. أَحْمَدُهُ حُمْدًا يَفُوْقُ الْعَدَّ وَالْحُسْبَانِ، وَأَشْكُرُهُ شُكْرًا نَنَالُ بِهِ مِنْهُ مَوَاهِبَ الرِّضْوَانِ

أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ دَائِمُ الْمُلْكِ وَالسُّلْطَانِ، وَمُبْرِزُ كُلِّ مَنْ سِوَاهُ مِنَ الْعَدَمِ اِلَى الْوِجْدَانِ، عَالِمُ الظَّاهِرِ وَمَا انْطَوَى عَلَيْهِ الْجَنَانِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخِيْرَتُهُ مِنْ نَوْعِ الْاِنْسَانِ، نَبِيٌّ رَفَعَ اللهُ بِهِ الْحَقَّ حَتَّى اتَّضَحَ وَاسْتَبَانَ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْاِحْسَانِ. أَمَّا بَعْدُ، أَيُّهَا الْاِخْوَانُ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Jemaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

Pertama-tama marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kita mudah-mudahan istiqomah dalam menjalankan semua perintah-Nya dan menghindari segala larangan-Nya.

Tak lupa, marilah kita bersyukur atas kehadirat Allah SWT. Berkat-Nya, kita masih diberikan kesehatan, umur panjang, serta dapat berkumpul di masjid yang mulia ini.

Sholawat serta salam tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Beliau sebagai suri teladan yang menjaga kita untuk menghindari segala kesesatan di dunia.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Dalam pembahasan khutbah Jumat hari ini, khatib akan kembali menerangkan tentang seputar ibadah haji. Setiap tahunnya, umat Islam tentu menjalankan kewajibannya dengan menunaikan ibadah haji.

Sebagaimana dalam dalil Al-Quran melalui Surat Ali Imran Ayat 97, Allah SWT berfirman:

وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

Artinya: "Kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan haji ke Baitullah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Dan barang siapa yang ingkar (tidak melaksanakan), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dari seluruh alam." (QS. Ali Imran, 3:97)

Melalui tafsir ayat ini, haji merupakan kewajiban sekali seumur hidup bagi umat Islam yang mampu secara fisik dan finansial. Namun, ibadah haji tidak sekadar perjalanan fisik untuk menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan iman, ketundukan, dan pengorbanan.

Tujuan akhir dalam pelaksanaan ibadah haji tidak hanya menuntaskan manasik, namun juga bagaimana caranya bisa memperoleh haji yang mabrur.

Keistimewaan haji mabrur telah dijelaskan melalui Hadis Riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

الْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةَ

Artinya: "Haji yang mabrur tidak ada balasan lain baginya kecuali surga." (HR. Bukhari & Muslim)

Tafsir hadis ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW menuturkan haji mabrur merupakan ibadah yang bernilai sangat agung di sisi Allah. Sebab, bagi yang meraih predikat ini langsung dibalas oleh Allah SWT dengan dijanjikan surga.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Bagi mereka yang telah melaksanakan ibadah haji, mereka pulang disambut penuh haru dan kebanggaan. Di balik itu, banyak yang mempertanyakan apakah setiap yang berhaji telah meraih haji mabrur?

Hadis dari Imam Bukhari dan Muslim menunjukkan kemabruran bukan dilihat dari gelar atau penampilannya saja. Haji mabrur memperlihatkan dari sisi perubahan nyata dalam diri seorang hamba pasca melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.

Dalam kesempatan hari ini, ukuran utama seperti ciri-ciri maupun tanda-tanda haji mabrur menjadi pembahasan penting agar tidak keliru.

Kita dapat melihat kemabruran seorang hamba melalui perubahan akhlak. Seseorang dapat dilihat bahwa dirinya lebih taat dalam ibadah setelah berhaji.

Selain itu, seseorang juga menunjukkan perubahan untuk selalu menjaga shalat, memperbanyak dzikir, serta gemar bersedekah. Hal paling penting dalam aspek kemabruran yakni meninggalkan kemaksiatan yang pernah atau sering dilakukan sebelumnya.

Ciri-ciri haji mabrur juga mengacu pada aspek sosial. Seseorang dapat memperbaiki hubungan sosialnya dengan menunjukkan kepribadian yang lebih jujur, amanah, dan peduli terhadap sesama.

Tanda predikat haji mabrur bisa dilihat seseorang tidak lagi mudah menggunjing atau ghibah, tidak riya dalam amal, hingga menjaga lisannya.

Ukuran inilah menjadi bukti sederhana dari perubahan akhlak dan istiqomah ibadah sebagai indikator penting seseorang telah mendapatkan predikat haji mabrur.

Ukuran ini memang bersifat batiniah. Akan tetapi, orang lain maupun diri sendiri bisa melihat tampak dari perubahan jelas seseorang dalam kehidupan sehari-hari.

Khutbah II

Hadirin yang berbahagia dan dirahmati Allah,

Demikianlah khutbah Jumat pada sesi pertama di kesempatan shalat Jumat hari ini. Marilah kita jangan merasa cukup pada aspek menunaikan haji saja. Kita ditekankan mempunyai tanggung jawab besar menjaga kemabruran hajinya di sepanjang hidup.

Tak lupa, marilah kita menginstrospeksi diri dan memperbaiki amal. Semoga Allah SWT menerima kemabruran haji bagi orang yang menuntaskan perjalanan menuju Tanah Suci berbuah menjadi surga.

Maka ingatlah, haji mabrur bukan sekadar perjalanan ibadah, namun juga sebagai langkah awal dari perubahan menuju ketakwaan yang sejati.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

(hap)

Sumber Referensi: Quran Kemenag RI, MUI, Muhammadiyah.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:30
01:38
04:38
05:50
03:19
16:02

Viral