News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tekan Angka Kematian, Pemerintah Perketat Tes Kesehatan Jemaah Haji 2027

Pemerintah mulai menyiapkan penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah/2027 dengan fokus utama menekan angka kesakitan dan kematian jemaah di Tanah Suci. 
Rabu, 15 Juli 2026 - 14:32 WIB
Ilustrasi Haji
Sumber :
  • Ilustrasi AI Gemini

Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah mulai menyiapkan penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah/2027 dengan fokus utama menekan angka kesakitan dan kematian jemaah di Tanah Suci. 

Salah satu langkah strategis yang akan diterapkan adalah memperketat pemeriksaan istitha’ah kesehatan, sehingga hanya jemaah yang benar-benar memenuhi syarat kesehatan yang diberangkatkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Kurnia Ramadhana mengatakan, persiapan haji 2027 telah dimulai jauh lebih awal agar seluruh tahapan dapat berjalan sesuai jadwal Pemerintah Arab Saudi sekaligus memberikan ruang perbaikan terhadap berbagai aspek penyelenggaraan.

“Persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah atau tahun 2027 telah dimulai sejak saat ini, mencakup penyusunan rentang waktu atau timeline tahapan yang mengikuti jadwal Pemerintah Arab Saudi, serta penyusunan usulan BPIH beserta rinciannya yang telah kami serahkan ke DPR RI,” ujar Kurnia dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).

Selain menyiapkan tahapan operasional, pemerintah juga tetap mempertahankan skema pembiayaan haji yang selama ini diterapkan. Komposisi biaya diusulkan tetap berasal dari 60 persen nilai manfaat hasil pengelolaan dana haji oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan 40 persen Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayarkan jemaah.

Di saat bersamaan, pemerintah mempercepat penyelesaian sejumlah isu strategis yang dinilai menentukan kualitas penyelenggaraan haji tahun depan. 

Mulai dari penyusunan perencanaan berdasarkan asumsi kuota, penguatan pemeriksaan istitha’ah kesehatan, penyelesaian skema pendanaan kekurangan biaya penerbangan, percepatan negosiasi layanan dengan penyedia layanan haji di Arab Saudi, hingga pengalihan aset barang milik negara (BMN) penyelenggaraan haji.

Di antara seluruh agenda tersebut, aspek kesehatan menjadi perhatian utama pemerintah menyusul tingginya risiko jemaah mengalami gangguan kesehatan saat menjalankan ibadah di tengah cuaca ekstrem dan aktivitas fisik yang berat.

“Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk musim haji 1448 Hijriah. Pemeriksaan kelayakan kesehatan jemaah akan diperketat guna menekan angka kesakitan dan wafatnya jemaah di Tanah Suci,” kata Kurnia.

Tak hanya itu, peningkatan kualitas layanan juga akan dibarengi dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Pemerintah akan memberikan pelatihan kepada seluruh petugas haji, baik di tingkat pusat maupun daerah, agar memiliki standar pelayanan yang sama dalam mendampingi jemaah.

Pemerintah juga menyiapkan berbagai penyempurnaan layanan selama di Arab Saudi, mulai dari layanan kesehatan, tata kelola penyembelihan hewan, hingga peningkatan kualitas akomodasi, transportasi, dan konsumsi.

“Pemerintah akan meningkatkan layanan kesehatan di Arab Saudi, memperbaiki tata kelola layanan dan/atau penyembelihan hewan dan jemaah, serta menyempurnakan layanan akomodasi, transportasi, dan konsumsi,” ujarnya.

Sementara itu, pembenahan tata kelola di Mina juga menjadi salah satu prioritas. Pemerintah memastikan penggunaan kuota haji akan dilakukan sesuai ketentuan, sementara proses pengadaan layanan akan dijalankan dengan prinsip efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.

Menurut Kurnia, seluruh rangkaian pembenahan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dari tahun ke tahun, dengan keselamatan dan kenyamanan jemaah sebagai prioritas utama.

“Langkah-langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk terus menghadirkan penyelenggaraan haji yang semakin aman, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah,” pungkasnya. (agr/cmi)

Halaman Selanjutnya :

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Respons Menohok NasDem Soal Pernyataan AHY Terkait 'Kekuasaan Ada Batasnya'

Respons Menohok NasDem Soal Pernyataan AHY Terkait 'Kekuasaan Ada Batasnya'

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa mengingatkan kepada seluruh ketua umum partai politik (parpol) tidak membuat pernyataan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan.
BRIN Perkuat Pengembangan Teknologi Nuklir, Anggaran 2027 Difokuskan untuk Energi, Pangan, dan Kesehatan

BRIN Perkuat Pengembangan Teknologi Nuklir, Anggaran 2027 Difokuskan untuk Energi, Pangan, dan Kesehatan

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan pengembangan teknologi nuklir tetap menjadi agenda strategis nasional di tengah kebijakan efisiensi anggaran
Hujan Deras Terjadi di Nagoya Jepang

Hujan Deras Terjadi di Nagoya Jepang

Hujan dengan curah tertinggi yang pernah tercatat mengguyur Nagoya, Jepang bagian tengah. Akibatnya, 41 orang mengalami luka ringan dan mendorong pemerintah kota mengumumkan langkah-langkah bantuan darurat pada Rabu.
Yordania sambut baik deklarasi 12 negara batasi produk Israel

Yordania sambut baik deklarasi 12 negara batasi produk Israel

Deklarasi bersama yang dilakukan oleh 12 negara yang berkomitmen membatasi sejumlah produk dari permukiman ilegal Israel, disambut baik oleh Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Yordania.
Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Dalam Simposium Nasional, Guru Besar UIN Jakarta: Ketahanan Pangan Jadi Kunci Kedaulatan Bangsa

Dalam Simposium Nasional, Guru Besar UIN Jakarta: Ketahanan Pangan Jadi Kunci Kedaulatan Bangsa

Achmad menyampaikan materi bertajuk “Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Maju” dengan perspektif Pasal 33 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 

Trending

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Yordania sambut baik deklarasi 12 negara batasi produk Israel

Yordania sambut baik deklarasi 12 negara batasi produk Israel

Deklarasi bersama yang dilakukan oleh 12 negara yang berkomitmen membatasi sejumlah produk dari permukiman ilegal Israel, disambut baik oleh Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Yordania.
Hujan Deras Terjadi di Nagoya Jepang

Hujan Deras Terjadi di Nagoya Jepang

Hujan dengan curah tertinggi yang pernah tercatat mengguyur Nagoya, Jepang bagian tengah. Akibatnya, 41 orang mengalami luka ringan dan mendorong pemerintah kota mengumumkan langkah-langkah bantuan darurat pada Rabu.
BRIN Perkuat Pengembangan Teknologi Nuklir, Anggaran 2027 Difokuskan untuk Energi, Pangan, dan Kesehatan

BRIN Perkuat Pengembangan Teknologi Nuklir, Anggaran 2027 Difokuskan untuk Energi, Pangan, dan Kesehatan

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan pengembangan teknologi nuklir tetap menjadi agenda strategis nasional di tengah kebijakan efisiensi anggaran
Penjelasan Kadiv Humas GBK terkait Penemuan Jasad Fajar Sahrudin di Dekat Pintu 10: Kita Kumpulkan Bukti dan Cek CCTV

Penjelasan Kadiv Humas GBK terkait Penemuan Jasad Fajar Sahrudin di Dekat Pintu 10: Kita Kumpulkan Bukti dan Cek CCTV

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Hukum Administrasi GBK, Asep Triyadi, memberikan konfirmasi resmi kepada tvOnenews.com perihal peristiwa penemuan jasad tersebut.
2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Akhirnya Kakak Sulungnya Buka Suara, Ungkap Tabiat Asli Fajar Sahrudin sejak Kecil hingga Sebelum Tewas di Area GBK

Akhirnya Kakak Sulungnya Buka Suara, Ungkap Tabiat Asli Fajar Sahrudin sejak Kecil hingga Sebelum Tewas di Area GBK

Kakak sulung Fajar Sahrudin atau Stewie (31), Deni Purwandi menyebut adik bungsunya sangat tertutup dan sulit dihubungi sejak kecil hingga sebelum tewas di GBK.
Selengkapnya

Viral