- Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV
Buya Yahya Blak-blakan Bilang Begini soal 10 Muharram Disebut Hari Anak Yatim: Ini Harus Diluruskan
Tak sedikit umat Muslim dari berbagai daerah, masjid, yayasan hingga komunitas sosial biasanya tidak mau ketinggalan menggelar kegiatan santunan massal selama Muharram.
Acara ini biasanya diiringi dengan doa bersama, pemberian bantuan pendidikan. Selain itu, agenda santunan ini juga menjadi ajang memberikan perlengkapan sekolah hingga kegiatan hiburan membahagiakan anak-anak yatim.
Buya Yahya justru meluruskan pemahaman terhadap tradisi tersebut. Pandangan seperti ini akan membuat orang peduli kepada anak yatim hanya di bulan Muharram, khususnya Hari Asyura.
"Anak yatim itu harinya setiap hari, bukan di Hari Asyura saja. Yang dijamin oleh Nabi melalui hadis shahih dan penjelasan di dalamnya menjamin kehidupan anak yatim," katanya.
Ia berharap pemahaman mengenai tradisi "Lebaran Anak Yatim" harus dicermati dengan baik. Tujuannya untuk menghindari acara santunan hanya digelar di bulan Muharram.
"Jadi, mari berpikirlah untuk bagaimana kita memperhatikan anak yatim dengan maksimal, bukan sekadar kasih bantuan hanya setahun sekali," tegasnya.
"Bahkan, kadang-kadang kesalahpahaman ini membawa orang menyantuni anak yatim harus menunggu Hari Asyura, dari mana itu? Maka jika meyakini Asyura Hari Anak Yatim, kalau menjadikan kita teledor, kita tutup pemahaman itu semuanya karena yang menjamin kehidupan enggak kenal Asyura. Pokoknya setiap hari kita memperhatikan mereka," pungkasnya.
(hap)