- Ilustrasi AI/ChatGPT
Bagaimana Meninggalnya Orang yang Melakukan Pesugihan? Begini Kata Ustaz Abdul Somad
Ia menegaskan bahwa ruh orang yang telah meninggal tidak berkeliaran bebas sebagaimana yang sering digambarkan dalam cerita mistis.
"Tidak ada ruh yang gentayangan. Ada yang mengaku menjadi pengikut, menjadi pelayan, penjaga Pantai Selatan, maka itu bukan ruh, tapi jin," tegasnya.
UAS menjelaskan bahwa sering kali masyarakat terkecoh karena makhluk tersebut mampu meniru suara, kebiasaan, bahkan informasi yang diketahui oleh orang yang telah meninggal.
Ia menyebut hal itu berkaitan dengan keberadaan jin qorin yang selalu menyertai manusia selama hidupnya.
"Kalau ada orang mati katanya ruhnya gentayangan, itu bukan ruh, tapi jin. Jin qorin yang kemana-mana mengikut," katanya.
Lebih lanjut, UAS menerangkan bahwa jin qarin tidak ikut mati ketika manusia meninggal dunia.
Karena itulah, jin tersebut dapat mengetahui banyak hal tentang kehidupan seseorang sehingga sering disalahartikan sebagai ruh orang yang sudah wafat.
Tak hanya itu, UAS juga menegaskan bahwa ruh manusia tidak bisa dipanggil kembali ke dunia sebagaimana yang diyakini dalam praktik pemanggilan arwah.
"Ruh itu sudah diletakkan. Buka kitab Ibnu Qayyim Al-Jauziyah namanya Kitab Ruh. Ruh tidak bisa dipanggil," ujarnya.
Menurut UAS, apabila ada sesuatu yang datang ketika seseorang melakukan ritual pemanggilan arwah, maka yang hadir bukanlah ruh orang yang telah meninggal, melainkan jin yang menyerupai sosok tersebut.
"Kalau datang dia itu jin," kata UAS.
Melalui penjelasannya, Ustaz Abdul Somad mengingatkan umat Islam agar menjauhi praktik pesugihan, perdukunan, maupun berbagai bentuk keyakinan yang bertentangan dengan tauhid.
Seorang Muslim dianjurkan mencari rezeki dengan cara yang halal dan meyakini bahwa seluruh keberkahan hidup berasal dari Allah SWT, bukan dari bantuan makhluk gaib atau perjanjian yang menyesatkan. (gwn)