- Pexels/ cottonbro studio
Meninggal karena Dijadikan Tumbal, Apakah Benar? Buya Yahya: Hati-Hati
Dalam kesempatan yang sama, Buya Yahya juga menyinggung berbagai kepercayaan tentang ruh gentayangan yang sering dikaitkan dengan kematian tidak wajar.
Menurutnya, keyakinan semacam itu tidak memiliki dasar yang kuat dalam akidah Islam.
Ia menjelaskan bahwa orang yang telah meninggal akan menjalani kehidupan di alam barzakh sesuai amal perbuatannya selama hidup di dunia.
"Orang yang telah meninggal dunia, kalau dia adalah orang baik dia akan mendapatkan kebaikan di alam barzah. Kalau dia orang jahat akan mendapatkan siksa. Tidak perlulah Anda masuk wilayah pembahasan roh masuk ke roh orang lain," katanya.
Buya Yahya juga membantah anggapan bahwa roh orang jahat bebas berkeliaran setelah meninggal dunia.
"Tidak ada itu semuanya, tidak ada roh gentayangan. Kalau dia orang jahat, pembunuh, orang jahat, disiksa di alam barzah. Kenapa gentayangan? Enak-enak jalan ke mal, tidak ada itu semuanya," tegasnya.
Terkait korban yang diduga dijadikan tumbal, Buya Yahya meminta keluarga yang ditinggalkan untuk tidak mempercayai anggapan tersebut.
Menurutnya, yang terpenting adalah mendoakan almarhum dan menyerahkan urusannya kepada Allah SWT.
"Kalau memang dia dizalimi, maka dia masuk surga. Cuma kalau keyakinan keluarga Anda dia dijadikan tumbal, Anda buang keyakinan itu," ujarnya.
Buya Yahya menekankan bahwa praktik mempersembahkan tumbal kepada selain Allah merupakan bentuk kesyirikan yang harus dijauhi oleh setiap Muslim.
"Tumbal ini adalah untuk sesuatu yang dianggap agung selain Allah, maka dia syirik, menyekutukan Allah. Hati-hati, jangan Anda terbawa dengan hal-hal yang semacam ini," katanya.
Di akhir penjelasannya, Buya Yahya mengajak umat Islam untuk menjaga kemurnian iman dan tidak mempercayai berbagai mitos yang bertentangan dengan ajaran agama.
Ia juga mengingatkan bahwa hewan yang disembelih seharusnya dimanfaatkan sebagai sedekah dan bukan dijadikan persembahan untuk ritual tertentu.
"Sapi disembelih sedekah maka ada manfaatnya untuk masyarakat. Bukan dimasukkan ke laut atau dijadikan tumbal. Keyakinan semacam itu tidak benar," pungkas Buya Yahya. (gwn)