- pixabay
Jangan Asal Bersedekah! Buya Yahya Jelaskan Cara Mensucikan Harta yang Tercampur Haram
Buya Yahya mengingatkan bahwa banyak orang keliru memahami cara membersihkan harta.
Ada yang justru membangun masjid, berangkat haji, atau memperbanyak sedekah, padahal masih menyimpan hak orang lain.
Menurutnya, tindakan tersebut tidak dibenarkan dalam Islam karena hak orang lain harus diselesaikan terlebih dahulu.
"Kalau miliknya orang maka wajib dikeluarkan, justru sedekah malah tidak boleh. Jangan salah," tegas Buya Yahya.
Beliau bahkan memberi contoh seseorang yang mengambil hak waris saudaranya, tetapi justru menggunakan hartanya untuk membangun masjid atau memberangkatkan keluarga berhaji.
"Alangkah baiknya orang dia ngerebut waris adiknya, enggak bayar waris, tapi dia malah bangun masjid, haji, umrah satu keluarga. Maka itulah orang yang masuk neraka pakai masjid sama pakai umrah. Hati-hati, orang begitu banyak," ujarnya.
Jika Bukan Hak Orang Lain, Perbanyak Sedekah
Berbeda halnya apabila seseorang merasa hartanya tercampur dengan penghasilan yang syubhat atau kurang sempurna dalam proses mencarinya, tetapi bukan berasal dari mengambil hak orang lain.
Dalam kondisi seperti ini, Buya Yahya menganjurkan agar memperbanyak sedekah sebagai bentuk ikhtiar membersihkan harta.
"Kalau bukan miliknya orang, hanya rezeki saya campuran, maka Anda bisa bersedekah. Dengan banyak sedekah, itu menjadi pembersih," jelasnya.
Pahami Ilmunya Sebelum Membersihkan Harta
Di akhir penjelasannya, Buya Yahya mengingatkan pentingnya memahami ilmu sebelum mengambil tindakan.
Sebab, cara menyucikan harta yang berasal dari hak orang lain berbeda dengan harta yang tercampur unsur syubhat.
Karena itu, seseorang tidak boleh terburu-buru menganggap sedekah sebagai solusi untuk semua jenis harta yang diragukan kehalalannya.
Jika berkaitan dengan hak orang lain, maka kewajiban utamanya adalah mengembalikan hak tersebut.
Sementara jika bukan milik orang lain, memperbanyak sedekah dapat menjadi salah satu cara untuk membersihkan harta dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. (gwn)