- Ilustrasi AI/Gemini
Kapan 1 Safar 2026? Ini Jadwal Resmi Menurut Kemenag, NU, dan Muhammadiyah
tvOnenews.com - Bulan Safar segera tiba dan menjadi perhatian banyak umat Islam yang ingin mengetahui kapan tepatnya tanggal 1 Safar 1448 Hijriah dimulai.
Pada tahun 2026, terdapat sedikit perbedaan penetapan awal Safar antara kalender pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) dengan kalender Muhammadiyah.
Perbedaan ini bukan hal baru dalam penanggalan Hijriah di Indonesia.
Masing-masing lembaga menggunakan metode hisab yang berbeda dalam menentukan awal bulan kamariah, sehingga hasilnya bisa berbeda satu hari.
Asal-usul Nama Safar
Sebelum membahas jadwalnya, menarik untuk mengetahui sejarah nama bulan Safar.
Mengutip penjelasan Majelis Ulama Indonesia (MUI), kata Safar memiliki dua makna, yaitu kosong (shafar) dan kuning (shufrah).
Penamaan ini berkaitan dengan kebiasaan masyarakat Arab pada masa lampau.
Ketika memasuki bulan Safar, banyak penduduk meninggalkan rumah untuk bepergian jauh atau berperang sehingga kampung-kampung menjadi kosong. Dalam kitab Al-Mufasshal fi Tarikhil 'Arab Qablal Islam disebutkan bahwa orang-orang yang ditinggalkan mengatakan:
“Shafira an-Nasu minna shafaran (orang-orang mengosongkan kota dan meninggalkan kami sehingga kami menjadi kosong atau tidak memiliki harta).”
Dari kebiasaan itulah nama Safar kemudian dikenal sebagai salah satu bulan dalam kalender Hijriah.
Kapan 1 Safar 2026 Menurut Kemenag, NU, dan Muhammadiyah?
Pada tahun 2026, pemerintah melalui kalender Kementerian Agama dan Nahdlatul Ulama menetapkan awal Safar pada tanggal yang sama.
Sementara Muhammadiyah menetapkannya lebih awal satu hari karena menggunakan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Versi Pemerintah (Kemenag)
1 Safar 1448 H: Kamis, 16 Juli 2026
29 Safar 1448 H: Kamis, 13 Agustus 2026
Versi Nahdlatul Ulama (NU)
1 Safar 1448 H: Kamis, 16 Juli 2026
29 Safar 1448 H: Kamis, 13 Agustus 2026
Versi Muhammadiyah
1 Safar 1448 H: Rabu, 15 Juli 2026
29 Safar 1448 H: Kamis, 13 Agustus 2026
Mengapa Bisa Berbeda?
Perbedaan ini muncul karena metode penetapan kalender Hijriah yang digunakan tidak sama.
Pemerintah dan NU menggunakan metode rukyat dan hisab dengan mempertimbangkan hasil pengamatan hilal.
Muhammadiyah menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang menetapkan awal bulan berdasarkan perhitungan astronomi global.
Meski berbeda pada awal bulan, ketiga versi tersebut sama-sama menunjukkan bahwa bulan Safar 1448 H berakhir pada Kamis, 13 Agustus 2026.