- Pexels/Thirdman
4 Amalan Sunnah yang Bisa Dilakukan pada Hari Rebo Wekasan yang Jatuh Tanggal 12 Agustus 2026
tvOnenews.com - Tradisi Rebo Wekasan yang jatuh pada hari Rabu terakhir di bulan Safar kerap dimaknai oleh masyarakat sebagai momen khusus untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Meskipun dalam ajaran Islam tidak ada hari yang secara khusus dianggap membawa kesialan, umat muslim diajarkan untuk menyikapi momentum ini dengan meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan.
Dari pada mempercayai mitos, memperbanyak amalan shalih menjadi langkah bijak untuk memohon keselamatan dan perlindungan kepada Allah SWT. Berikut adalah beberapa amalan sunnah yang dapat dikerjakan saat Rebo Wekasan.
1. Menunaikan shalat sunnah mutlak atau hajat
- Pexels/Taha Çendek
Salah satu amalan utama yang dianjurkan adalah mendirikan salat sunnah. Karena tidak ada ajaran mengenai "salat Rebo Wekasan" secara spesifik, ulama menyarankan untuk melaksanakan salat sunnah mutlak atau salat hajat lidaf’il bala’ (memohon penolakan bencana) sebanyak dua hingga empat rakaat. Ibadah ini menjadi wujud kepasrahan hamba yang memohon penjagaan dari segala mara bahaya.
2. Memperbanyak doa keselamatan dan istighfar
- iStockPhoto
Momen Rebo Wekasan merupakan waktu yang sangat baik untuk memanjatkan doa memohon perlindungan. Setelah menunaikan salat sunnah, umat Islam disunnahkan membaca doa penolak bala, memperbanyak bacaan istighfar, serta memohon ampunan atas segala dosa.
Untaian munajat ini bertujuan memohon pemeliharaan Allah SWT agar terhindar dari berbagai musibah lahir maupun batin.
3. Sedekah kepada sesama
- iStockPhoto
Bersedekah merupakan amalan yang amat ditekankan dalam Islam, terutama sebagai sarana menolak bencana (dafi'ul bala').
Mengulurkan bantuan kepada fakir miskin, anak yatim, atau tetangga yang membutuhkan saat Rebo Wekasan menjadi bentuk kepedulian sosial yang bernilai pahala besar sekaligus melapangkan rezeki.
4. Membaca Al-Quran dan zikir harian
- Ilustrasi AI
Menghidupkan suasana Rebo Wekasan juga dapat dilakukan dengan memperbanyak interaksi bersama Al-Quran.
Masyarakat umumnya mengamalkan pembacaan Surah Yasin, ayat-ayat salamun (ayat Al-Qur'an yang diawali kata keselamatan), serta memperbanyak zikir, tasbih, dan shalawat nabi. Amalan ini bertujuan membawa kedamaian jiwa dan menghimpun keberkahan hidup.
Menyikapi tradisi Rebo Wekasan melalui rangkaian amalan sunnah ini merupakan wujud penerapan nilai-nilai tauhid yang lurus dan bijak.
Seluruh ibadah yang ditunaikan, baik salat, doa, sedekah, maupun zikir, harus dilandasi keikhlasan serta keyakinan bahwa hanya Allah SWT yang memiliki kuasa untuk memberikan perlindungan dan menetapkan takdir.
Dengan mengubah fokus dari mitos hari sial menjadi momentum peningkatan kualitas ibadah, umat muslim dapat meraih ketenangan batin, mempererat ukhuwah antar sesama, dan selalu berada dalam naungan rahmat-Nya. (ism)