news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi shalat.
Sumber :
  • Pexels/Mohammed Alim

Bukan Tanpa Sebab, Begini Alasan Bacaan Shalat Dhuhur dan Ashar Tidak Bersuara, Ustaz Adi Hidayat Beri Jawabannya

Berbeda dari shalat fardhu lainnya yang dilafalkan secara lantang, bacaan pada shalat Zuhur dan Asar justru dibaca secara pelan. Ternyata begini alasannya.
Selasa, 18 Agustus 2026 - 02:25 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Setiap umat Islam diwajibkan menunaikan shalat fardhu lima waktu dalam sehari, yang utamanya dianjurkan secara berjamaah di masjid.

Berbeda dari shalat fardhu lainnya yang dilafalkan secara lantang (jahr), bacaan pada shalat Zuhur dan Asar justru dibaca secara pelan (sirr). Lantas, apa alasan di balik perbedaan ini?

Melansir tayangan di kanal YouTube Kajian Ar-Rahman, Ustaz Adi Hidayat pernah menjawab pertanyaan jamaah yang penasaran mengenai penyebab bacaan shalat Zuhur dan Asar tidak dilantunkan dengan suara keras.

“Kenapa shalat dhuhur dan ashar (bacaan shalat) disirrkan (tidak bersuara)?” tanya seorang jamaah kepada Ustaz Adi Hidayat.

Ustaz Adi Hidayat (UAH)
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official

Menjawab pertanyaan tersebut, Ustaz Adi Hidayat memberikan penjelasan yang terbilang sederhana.

“Jawabannya sederhana sebetulnya, karena Nabi mencontohkannya begitu,” ungkap Ustaz Adi Hidayat pada tayangan YouTube Kajian Ar-Rahman.

Ia menerangkan bahwa istilah sirr pada dasarnya merujuk pada sesuatu yang bersifat rahasia dan tidak untuk dipublikasikan.

Bahkan jika harus diucapkan sekalipun, penyampaiannya tetap diatur sedemikian rupa agar tak sampai terdengar oleh orang lain.

Atas dasar itulah, bacaan shalat Zuhur dan Asar dilafalkan secara pelan (sirr), sehingga suaranya tidak menjangkau jamaah di sekitarnya.

“Maksud pelan disini jadi orang di samping pun jangan sampai bisa dengar. Cukup kita saja yang bacakan,” jelas Ustaz Adi Hidayat.

“Jadi kalau Anda membacanya sirr tapi kedengaran orang, itu bukan sirr namanya,” sambungnya.

Keputusan untuk memelankan suara pada dua waktu shalat tersebut ternyata menyimpan hikmah yang amat mendalam.

Sebagian ulama memaparkan bahwa siang hari merupakan momen ketika mayoritas orang tengah berada di puncak kesibukan aktivitas mereka

Melalui bacaan yang dipelankan, suasana ibadah menjadi lebih tenang sehingga kesucian shalat tetap terjaga khusyuk tanpa mengganggu maupun terganggu oleh hiruk-pikuk aktivitas di sekitarnya.

“Dalam suasana beraktivitas kemudian menunaikan ibadah dengan bacaan dikeraskan atau dijahrkan. Tentu akan ada situasi yang tidak menyenangkan,” terang UAH.

“Imam dan orang lain yang sedang bekerja terasa sahut-sahutan, atau shalat Anda bisa terganggu oleh jawaban-jawaban orang lain,” tandasnya. 

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

18:02
02:39
04:52
05:14
02:14
01:21

Viral