news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi shalat berjamaah.
Sumber :
  • Unsplash/Annas Arfnahri

Teks Khutbah Jumat 21 Agustus 2026: Maulid Nabi, Momentum Meneladani Rasulullah SAW

Berikut contoh teks khutbah Jumat 21 Agustus 2026 dengan tema Maulid Nabi, Momentum Meneladani Rasulullah SAW.
Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:43 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Jumat, 21 Agustus 2026, umat Islam berada di bulan Rabiul Awal 1448 H. Berdasarkan kalender Hijriah, tanggal tersebut bertepatan dengan 8 Rabiul Awal 1448 H. 

Sementara itu, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW atau 12 Rabiul Awal 1448 H jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Rabiul Awal merupakan salah satu bulan yang memiliki makna penting bagi umat Islam karena dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. 

Momentum ini dapat menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk kembali mengenal perjuangan, akhlak, ibadah, serta keteladanan Rasulullah SAW dalam menjalani kehidupan.

Berikut contoh teks khutbah Jumat 21 Agustus 2026 bertema “Maulid Nabi, Momentum Meneladani Rasulullah SAW” dilansir dari laman unida.gontor.ac.id.

Materi khutbah disusun dengan memparafrase bagian uraian agar lebih mengalir, sementara ayat Al-Quran dan hadis yang dicantumkan dipertahankan sebagaimana teks sumber.

Ilustrasi poster peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
Sumber :
  • Ilustrasi AI/ChatGPT

Khutbah Pertama

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

الحمد لله رب العالمين القائل :وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

صَلَّى اللهُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِ القَوِيْمِ وَدَعَا إِلَى الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا

أما بعدُ

فيا عباد الله أوصيكم وإيّاي نفسي بتقوى الله حقّ تقاته فقد فاز المتقون.

Hadirin jamaah salat Jumat yang dirahmati Allah SWT,

Marilah kita senantiasa memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas seluruh nikmat yang telah diberikan kepada kita. Nikmat iman dan Islam merupakan karunia yang sangat besar, terlebih karena hingga hari ini Allah masih memberikan kesempatan kepada kita untuk merasakan kehidupan, beribadah, serta memperbaiki diri.

Semoga salawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat, serta seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti ajarannya hingga akhir zaman.

Pada kesempatan khutbah Jumat di bulan Rabiul Awal ini, marilah kita mengingatkan diri sendiri dan seluruh jamaah agar terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Salah satu bentuk ketakwaan tersebut adalah berusaha mengikuti jalan yang telah dicontohkan Rasulullah SAW.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Al-Quran, Surat Ali Imran, ayat 102)

Hadirin sidang salat Jumat rahimakumullah,

Rabiul Awal menjadi bulan yang istimewa bagi umat Islam. Di bulan inilah kita mengenang kelahiran manusia pilihan Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, rasul terakhir yang membawa risalah Islam sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia.

Karena itu, hadirnya Rabiul Awal seharusnya tidak hanya menjadi alasan untuk bergembira, tetapi juga menjadi kesempatan untuk semakin mengenal sosok Rasulullah SAW dan menerapkan keteladanannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kabar tentang kedatangan Rasulullah SAW bahkan telah disampaikan oleh Nabi Isa AS kepada kaumnya. Allah SWT mengabadikannya dalam Surat As-Saff ayat 6:

وَاِذْ قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اِنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرٰىةِ وَمُبَشِّرًاۢ بِرَسُوْلٍ يَّأْتِيْ مِنْۢ بَعْدِى اسْمُهٗٓ اَحْمَدُۗ

Artinya: Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, “Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).”

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Kegembiraan atas hadirnya Rasulullah SAW juga dapat kita renungkan melalui doa Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS setelah keduanya meninggikan fondasi Baitullah. Doa tersebut termaktub dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 129:

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيْهِمْ ۗ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Artinya: Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu dan mengajarkan Kitab dan Hikmah kepada mereka, dan menyucikan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.”

Lantas, bagaimana seharusnya kita menyalurkan rasa cinta dan kegembiraan terhadap Rasulullah SAW?

Salah satu jawabannya adalah dengan berusaha mengikuti keteladanan beliau. Rasa cinta kepada Rasulullah SAW semestinya diwujudkan melalui amal nyata, mulai dari memperbaiki ibadah, memperbanyak amalan sunnah, hingga memperindah akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Di antara amalan yang dapat kita biasakan adalah salat tahajud dan puasa sunnah.

Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, diceritakan bahwa Rasulullah SAW melaksanakan salat malam hingga kedua kaki beliau mengalami bengkak. Melihat hal tersebut, Aisyah RA bertanya:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَصْنَعُ هَذَا وَقَدْ غُفِرَ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ

Wahai Rasulullah, untuk apa Engkau melakukan ini sedangkan dosa-dosamu yang lampau dan yang akan datang?

Rasulullah SAW kemudian menjawab:

فَقَالَ “‏ يَا عَائِشَةُ أَفَلاَ أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا ‏”‏

Rasulullah SAW bersabda, Wahai ‘Aisyah, Apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang bersyukur?

Hadis tersebut memberikan pelajaran penting bahwa rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan. Syukur juga diwujudkan melalui ketaatan dan kesungguhan dalam beribadah kepada Allah SWT.

Selain salat malam, kita juga dapat melatih diri dengan puasa sunnah, salah satunya puasa Senin dan Kamis.

Dalam sebuah hadits Hasan Riwayat Tirmidzi, Abu Hurairah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Rasulullah SAW bersabda: Amalan-amalan manusia diajukan (kepada Allah) setiap hari Senin dan Kamis, maka saya senang apabila amalan saya diajukan dalam keadaan saya berpuasa.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Masih banyak amalan sunnah dan tuntunan Rasulullah SAW yang dapat kita pelajari. Karena itu, momentum Rabiul Awal hendaknya menjadi titik awal untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah SWT sekaligus meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Semoga kita tidak hanya mengenang Rasulullah SAW melalui peringatan Maulid, tetapi juga mampu menghadirkan keteladanan beliau dalam ibadah, keluarga, pekerjaan, hubungan sosial, dan seluruh aspek kehidupan.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَاَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، نبينا محمد و آله وصحبه ومن والاه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنَّ محمّداً عبده ورسولهُ، اَمَّا بَعْدُ

Sidang Jumat yang dirahmati Allah SWT,

Rabiul Awal juga dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi akhlak kita. Rasulullah SAW bukan hanya memberikan tuntunan dalam ibadah, tetapi juga menunjukkan bagaimana seorang Muslim seharusnya bersikap kepada keluarga, tetangga, masyarakat, bahkan kepada orang-orang yang berbeda dengannya.

Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang dikeluarkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrad, Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الأَخْلاقِ

Artinya: Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlaq.

Lalu bagaimana gambaran akhlak Rasulullah SAW?

Aisyah RA menjelaskan:

كَانَ خُلُقُ نَبِيِّ اللَّه ﷺ الْقُرْآنَ” رواهُ مُسْلِم

“Akhlaq Rasulullah SAW adalah (sebagaimana yang ada dalam) Al-Quran”

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Keterangan tersebut mengajarkan kepada kita bahwa mencintai Rasulullah SAW tidak berhenti pada ucapan. Kecintaan tersebut perlu dibuktikan dengan upaya menjadikan ajaran dan akhlak beliau sebagai pedoman.

Mari kita mulai dari hal-hal sederhana. Menjaga lisan, menepati janji, menghormati orang tua, menyayangi keluarga, membantu sesama, menjauhi keburukan, serta memperbanyak ibadah merupakan bagian dari ikhtiar untuk mengikuti teladan Rasulullah SAW.

Semoga momentum Rabiul Awal dan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini semakin menguatkan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW. Semoga kita bersama keluarga mampu meneladani beliau, bukan hanya ketika memperingati kelahirannya, tetapi sepanjang kehidupan.

فَيَااَ يُّهَاالنَّاسُ !! اِتَّقُوا اللهَ تَعَالىَ. وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ منها وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاًعَلِيْمًا

اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَاْلزَّلَازِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَارَبَّ اْلعَالَمِيْنَ

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى

. رَبنا أَدْخِلْنا مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنا مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لنا مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا

اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِى الأُمُورِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْىِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ

الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفخشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم وادعوه يستجب لكم ولذكر الله أكبر.

أقم الصلاة.

(gwn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:59
02:55
07:21
00:52
02:54
02:17

Viral