- Pexels/Anastasia Shuraeva
Ikhtiar Meraih Rahmat Allah dengan Amalkan Doa Ini 7 Kali Agar Selamat dari Siksa Api Neraka
tvOnenews.com - Memohon perlindungan dari pedihnya siksa neraka merupakan salah satu doa yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Lebih dari sekadar untaian kata, doa tersebut mencerminkan ketakwaan, rasa takut akan azab Allah, serta besarnya harapan seorang hamba pada rahmat-Nya.
Keutamaan doa ini begitu tinggi, hingga Rasulullah SAW dan para sahabat tak pernah putus memanjatkannya demi keselamatan di akhirat.
Guna menjauhkan diri dari ancaman tersebut, terdapat doa anjuran yang patut rutin diamalkan.
Mengutip tuntunan Habib Umar bin Hafidz, amalan ini sangat dianjurkan untuk dibaca sebanyak tujuh kali, khususnya sesudah menunaikan shalat Maghrib dan Subuh.
“Setelah shalat maghrib jangan ubah posisi dulu langsung baca doa ini,” saran Habib Umar bin Hafidz, dikutip dari ceramahnya di YouTube Berkah Sholawat.
Habib Umar bin Hafidz menganjurkan untuk membacakan doa ini sebanyak tujuh kali secara kekhusyukan.
“Baca tujuh kali setiap selesai shalat maghrib,” pesannya.
Keutamaan terbesar amalan ini yaitu menjadi benteng pelindung yang akan menjauhkan diri kita dari siksaan api neraka.
“Siapapun yang membaca doa ini tidak akan disentuh api neraka,” tandasnya.
Lalu, seperti apa lafadz doa setelah Maghrib yang memiliki keutamaan luar biasa untuk menyelamatkan dari api neraka tersebut?
اللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ
Baca: Allāhumma ajirnī min an-nār.
Artinya: Ya Allah, lindungilah aku dari api neraka.
Itulah lafaz doa yang dianjurkan. Uniknya, amalan memohon perlindungan dari api neraka ini tidak cuma berlaku seusai Maghrib, melainkan juga sangat dianjurkan untuk dilafalkan pada waktu Subuh.
Hal ini sebagaimana dalil hadis berikut ini.
Rasulullah SAW bersabda,
"Apabila seseorang selesai melaksanakan shalat (Maghrib atau Subuh), hendaklah sebelum ia berbicara membaca doa: 'Allahumma ajirni min an-naar' sebanyak tujuh kali. Karena jika ia mati pada malam atau hari itu, Allah akan mencatat baginya perlindungan dari neraka."
(HR. Abu Dawud, An-Nasa’i, dan Ahmad; dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Abu Dawud).