news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi haji.
Sumber :
  • tvonenews

Bolehkan Menarik Kembali Antrean Haji yang Terlalu Panjang? Begini Hukum dalam Islam Membatalkan Iuran Haji

Tantangan terbesar calon jamaah haji saat ini bukan sekadar biaya, melainkan masa tunggu porsi haji yang semakin panjang. Bolehkah menarik iuran antrian haji?
Minggu, 27 September 2026 - 23:11 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Menunaikan ibadah haji merupakan impian tertinggi setiap umat Muslim. Perjalanan spiritual ke Tanah Suci yang menjadi rukun Islam kelima yang diwajibkan bagi mereka yang mampu ini memang membutuhkan perjuangan ekstra. 

Mulai dari stamina fisik yang prima hingga kesiapan finansial untuk biaya pendaftaran dan keberangkatan.

Namun, tantangan terbesar calon jamaah haji saat ini bukan sekadar biaya, melainkan masa tunggu porsi haji yang semakin panjang. 

Antrean yang mencapai belasan hingga puluhan tahun kerap memicu rasa pesimis, hingga terbersit keinginan untuk membatalkan pendaftaran dan menarik kembali dana setoran awal.

Lantas, bagaimana hukum menarik dana setoran haji akibat panjangnya antrean keberangkatan tersebut?

Pengasuh LPD Al-Bahjah, Buya Yahya, memberikan pesan menohok terkait fenomena ini. Dalam tayangan di kanal YouTube Al-Bahjah TV, beliau mengingatkan para calon jamaah agar tidak terburu-buru mengambil keputusan. 

Menurutnya, niat menarik dana haji hanya karena merasa waktu tunggu terlalu lama bisa menjadi cerminan dari prasangka yang kurang baik (su'udzon) terhadap ketetapan Allah SWT.

“Jangan Anda berprasangka buruk kepada Allah. Mungkin umurnya sudah 60 tahun, kemudian daftar Haji. Saat daftar Haji dibatalkan daftar Hajinya, ditarik ganti ingin umroh,” ungkap Buya Yahya pada tayangan YouTube Al Bahjah TV.

“Kenapa kok nggak Haji? Sudah umur 63 dapat giliran 20 tahun lagi. Kayaknya umurnya nggak nyampe,” sambungnya.

Potret Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Al Bahjah TV

Padahal, ketika seseorang sudah memantapkan niat untuk menunaikan ibadah haji, bukan hal yang mustahil bagi Allah SWT untuk menganugerahkan umur panjang hingga kesempatan ke Tanah Suci itu benar-benar tiba.

“Anda suudzon, berprasangka buruk kepada Allah. Anda daftar Haji karena Haji adalah yang utama bagi Anda yang mampu nyicil. InsyaAllah Anda akan panjang umur,” ujarnya. 

Bahkan jika takdir berkata lain dan usia tak sampai pada jadwal keberangkatan, niat tulus serta tekad yang kuat tersebut telah tercatat sempurna sebagai pahala di sisi-Nya.

“Umur bisa saja nyampe. Kalaupun nggak nyampe Anda juga tidak akan dosa, karena sudah ada Azzam,” kata Buya Yahya.

“Kalau Anda mencabut (haji) hilang Azzam-nya. Makanya berbahaya kalau mencabut daftar Haji,” terusnya.

Oleh sebab itu, niat mulia untuk menyempurnakan rukun Islam ini sebaiknya terus dijaga dan diperjuangkan, kecuali jika dana setoran tersebut terpaksa dialihkan untuk kebutuhan hidup yang benar-benar mendesak.

“Kecuali Anda berubah menjadi orang fakir, rumah nggak cukup, untuk makan kurang, dan sebagainya, kemudian daftar hajinya ditarik lagi, Oke…” tuturnya.

“Tapi kalau tidak ada masalah kemudian Anda cabut (Haji), maka Anda akan menghilangkan Azzam Anda,” imbuhnya.

Terkait hal ini, Buya Yahya kembali menegaskan pentingnya berhati-hati dalam mengambil keputusan untuk membatalkan pendaftaran haji hanya lantaran tak sabar menanti antrean.

Sebab, keputusan yang didasari rasa keraguan tersebut berpotensi tergolong sebagai su'udzon, atau berprasangka kurang baik terhadap takdir dan pertolongan Allah SWT.

“Suudzon kepada Allah alasannya kelamaan 20 tahun, berarti seolah-olah Anda minta mati cepat,” tutupnya. 

(kmr)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

24:16
05:21
01:14
02:09
04:33
05:19

Viral