- Lampung Kemenag
Bukan Sekadar Kostum, Ini Alasan Santri Perlu Memahami Makna Pakaian Adat
Pesantren memiliki modal sosial untuk berkembang sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. "Pesantren yang mandiri adalah pesantren yang kuat. Dan kemandirian itu dimulai dari santri yang berani mencoba, berani berkarya, dan percaya pada produknya sendiri," tegasnya.
Usai membuka bazar, Bunda Helmi meninjau sejumlah stan dan berdialog dengan santri serta pelaku usaha. Ia mendorong peningkatan kualitas produk, kemasan, dan pemasaran digital agar karya pesantren dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Pada akhirnya, pesan pakaian adat dalam PPSN VI tidak semata-mata tentang bagaimana santri tampil dengan busana dari daerah masing-masing. Yang lebih penting adalah apa yang mereka ketahui setelah mengenakannya.
Setiap kain, motif, dan aksesori dapat menjadi pintu untuk memahami sejarah serta nilai yang diwariskan masyarakat. Ketika keberagaman itu dipahami, bukan sekadar ditampilkan, pakaian adat dapat menjadi salah satu cara bagi santri untuk mengenali jati diri sekaligus memahami keberagaman Indonesia. (udn)