news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi bayi.
Sumber :
  • Pexels/CAMERA TREASURE

Jangan Asal Beri Nama Anak! Ustaz Khalid Basalamah Jelaskan Nama yang Dianjurkan dan Dilarang

Jangan asal beri nama anak, Ustaz Khalid Basalamah jelaskan nama yang dianjurkan dan dilarang dalam Islam.
Senin, 2 November 2026 - 12:42 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Memberikan nama kepada anak bukan sekadar memilih rangkaian kata yang terdengar indah. 

Dalam Islam, orang tua dianjurkan memberikan nama yang memiliki makna baik karena nama tersebut menjadi identitas anak sekaligus mengandung doa dan harapan bagi kehidupannya.

Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa ada sejumlah ketentuan yang perlu diperhatikan orang tua ketika memilih nama untuk buah hati. 

Mulai dari nama yang dianjurkan, pilihan nama yang memiliki makna baik, hingga nama-nama yang tidak boleh digunakan dalam Islam.

Dalam ceramahnya, Ustaz Khalid mengingatkan agar orang tua tidak berlebihan dalam memberikan rangkaian nama kepada anak. 

Menurutnya, satu nama yang baik sudah cukup, sedangkan nama ayah dan kakek dapat digunakan untuk melengkapi identitas keluarga.

"Jadi coba teman-teman sekalian pilih nama satu. Nabi-nabi coba lihat, namanya Nabi Adam. Bukan Muhammad Adam. Adam saja. Idris, Hud, Saleh, Musa, Isa, Zakaria, Yahya, satu nama," jelas Ustaz Khalid Basalamah.

Ia menilai, penggunaan terlalu banyak nama terkadang justru membuat orang lain kebingungan ketika hendak memanggil anak tersebut. 

Apalagi, tidak sedikit orang tua yang memberikan beberapa nama sekaligus karena mengikuti keinginan anggota keluarga.

Ustaz Khalid juga menyoroti kebiasaan menggunakan nama yang sebenarnya memiliki makna baik, tetapi kemudian diubah menjadi panggilan yang berbeda hingga kehilangan makna aslinya.

Karena itu, orang tua sebaiknya mempertimbangkan nama anak secara matang sejak awal, termasuk memastikan arti dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Potret Ustaz Khalid Basalamah
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Khalid Basalamah Official

Nama Anak yang Dianjurkan dalam Islam

Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa orang tua dapat memilih nama para nabi dan rasul sebagai salah satu bentuk ikhtiar memberikan nama yang baik kepada anak.

Nama-nama tersebut tidak hanya memiliki makna yang baik, tetapi juga dapat menjadi pengingat bagi anak tentang keteladanan para nabi ketika ia mulai memahami arti namanya.

"Bernamalah kalian dengan nama para nabi, tapi satu saja. Adam ya Adam, Hud ya Hud, ya Saleh ya Saleh saja. Idris misalnya, Zakaria, Yakub, Ishak, Ismail, satu nama saja," ungkapnya.

Selain nama para nabi, Ustaz Khalid Basalamah menyebut Abdullah dan Abdurrahman sebagai nama yang sangat dianjurkan.

Ia menjelaskan bahwa Abdullah berarti hamba Allah, sedangkan Abdurrahman bermakna hamba Allah Yang Maha Pengasih. 

Nama-nama yang menunjukkan penghambaan kepada Allah SWT juga termasuk pilihan yang baik.

Di antaranya Abdul Ghafur, Abdul Syakur, dan Abdul Tawwab. Nama-nama tersebut mengandung makna yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah SWT.

Selain itu, orang tua dapat mempertimbangkan nama para sahabat Nabi Muhammad SAW, seperti Umar, Utsman, Ali, Thalhah, Zubair, dan Abdurrahman.

Untuk anak perempuan, pilihan nama dapat merujuk pada istri-istri Nabi Muhammad SAW dan para sahabiyah, seperti Khadijah, Aisyah, Juwairiyah, dan Shafiyah.

Nama orang-orang saleh dari kalangan tabiin maupun nama lain yang memiliki arti baik juga dapat menjadi pilihan.

Menurut Ustaz Khalid Basalamah, orang tua sebaiknya memahami arti nama yang diberikan kepada anak. 

Dengan begitu, ketika anak mulai bertanya tentang namanya, orang tua dapat menjelaskan makna sekaligus nilai kebaikan yang terkandung di dalamnya.

Nama yang Sebaiknya Tidak Digunakan

Selain menjelaskan nama yang dianjurkan, Ustaz Khalid Basalamah mengingatkan adanya nama-nama yang dilarang dalam Islam.

Salah satunya adalah nama yang menunjukkan penghambaan kepada selain Allah SWT. 

Ia mencontohkan nama yang diawali dengan kata 'Abdu', tetapi disandarkan kepada manusia atau selain Allah.

Menurutnya, bentuk penghambaan dalam nama harus ditujukan kepada Allah SWT, bukan kepada makhluk.

Ustaz Khalid juga mengingatkan agar orang tua tidak menggunakan nama yang menjadi kekhususan Allah SWT, seperti Al-Khaliq, Al-Quddus, Al-Jabbar, Al-Awwal, dan Al-Akhir, sebagai nama anak tanpa memperhatikan ketentuan yang berlaku.

Nama-nama yang secara khusus menunjukkan kedudukan Nabi Muhammad SAW juga tidak boleh sembarangan digunakan. 

Ia mencontohkan Sayyid Walad Adam, yang berarti pemimpin atau penghulu anak cucu Adam.

Selain itu, nama berhala yang disembah pada masa jahiliah dan nama-nama setan juga termasuk yang harus dihindari.

Ustaz Khalid Basalamah turut menjelaskan bahwa ada nama yang perlu dihindari karena mengandung makna buruk atau tidak pantas dijadikan doa bagi anak.

Mengapa Nama dengan Makna Buruk Perlu Dihindari?

Dalam ceramahnya, Ustaz Khalid Basalamah mengingatkan bahwa nama bukan hanya identitas, tetapi juga perlu dipertimbangkan dari sisi maknanya.

Ia mencontohkan nama Harb yang berarti perang dan Murrah yang bermakna pahit. 

Menurutnya, orang tua tidak perlu memberikan nama dengan makna seperti itu hanya karena berharap anak tumbuh menjadi sosok yang kuat atau berani.

Keberanian, misalnya, tidak ditentukan oleh nama yang diberikan sejak lahir. Karakter tersebut perlu dibentuk melalui pendidikan dan pola asuh yang tepat.

Ustaz Khalid mencontohkan Zubair bin Awwam sebagai sosok sahabat Nabi yang dikenal pemberani. 

Keberanian tersebut tidak terlepas dari pendidikan ibunya, Shafiyah, yang membentuknya menjadi pribadi berani.

Ia juga menyampaikan kisah ketika Rasulullah SAW hendak meminta salah seorang sahabat memerah susu unta.

Dalam kisah yang disampaikan Ustaz Khalid, Rasulullah SAW menanyakan nama orang-orang yang menawarkan diri untuk melakukan pekerjaan tersebut.

Ketika seorang sahabat menyebut namanya Murrah, yang berarti pahit, Rasulullah SAW memintanya duduk. 

Hal serupa terjadi ketika ada orang lain dengan nama yang sama dan seorang lainnya bernama Jamrah, yang berarti bara api.

Namun, ketika seorang sahabat bernama Ya'isy, yang bermakna hidup, menawarkan diri, Rasulullah SAW mempersilakannya memerah susu unta.

Kisah tersebut disampaikan Ustaz Khalid Basalamah untuk menggambarkan pentingnya memperhatikan nama dan makna yang terkandung di dalamnya.

Ia juga mengingatkan bahwa nama yang terdengar bagus belum tentu memiliki arti yang baik. 

Oleh karena itu, orang tua perlu mencari tahu makna sebuah nama sebelum memberikannya kepada anak.

Hindari Nama yang Mengandung Makna Negatif

Ustaz Khalid juga mengingatkan orang tua agar berhati-hati memilih nama yang bermakna negatif, meskipun nama tersebut berasal dari bahasa selain Arab.

Dalam ceramahnya, ia menceritakan kisah Rasulullah SAW yang memilih jalan lain ketika mengetahui nama dua gunung yang akan dilewati pasukannya memiliki arti buruk.

Salah satu gunung tersebut bernama Fadih, yang diartikan sebagai pembongkar aib, sedangkan gunung lainnya bernama Muhzi, yang bermakna penghinaan.

Menurut penjelasan Ustaz Khalid, kisah tersebut menjadi pengingat bahwa pemilihan nama yang baik perlu mendapat perhatian, bahkan ketika nama itu digunakan untuk sesuatu selain manusia.

Ia menegaskan bahwa orang tua sebaiknya tidak sekadar mengikuti tren atau memilih nama karena terdengar unik. Arti nama tetap perlu menjadi pertimbangan utama.

Pilih Nama yang Baik Sejak Anak Lahir

Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa orang tua dapat menentukan nama anak sebelum kelahirannya. 

Sementara itu, pemberian nama secara resmi dapat dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran, bersamaan dengan pelaksanaan akikah dan mencukur rambut bayi sebagaimana dijelaskan dalam ceramahnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan nasab atau garis keturunan keluarga. Menurutnya, penggunaan nama ayah dan kakek dapat membantu mengingat asal-usul keluarga sekaligus menjaga hubungan kekerabatan.

Karena itu, orang tua dapat mempertimbangkan susunan nama yang sederhana, misalnya nama anak diikuti nama ayah dan kakeknya.

Orang tua sebaiknya juga memastikan nama tersebut memiliki arti yang baik, tidak bertentangan dengan ajaran Islam, serta dapat menjadi pengingat akan nilai-nilai kebaikan ketika anak tumbuh dewasa. (gwn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:21
14:13
09:50
04:54
08:02
14:03

Viral