Doa Ringkas Menjelang Salam dalam Shalat, Kunci Mendapatkan Keselamatan Dunia Akhir
- Ilustrasi AI Gemini
tvOnenews.com - Sebelum mengakhiri shalat dengan salam, disunnahkan untuk membaca doa khusus agar terhindar dari berbagai penyesalan, baik di kehidupan dunia maupun di akhirat kelak.
Meskipun lafal doa yang dianjurkan sebelum salam ini cukup ringkas, kandungan maknanya sangat dalam serta menyimpan keutamaan yang amat besar untuk keselamatan hidup kita saat ini hingga di akhirat nanti.
Lalu, seperti apakah bacaan doa yang dimaksud tersebut?
Berdasarkan penjelasan dalam tayangan YouTube Khalid Basalamah Official, Rasulullah SAW memang sangat menganjurkan kita untuk mengamalkan doa ini di dalam shalat.
"Bahwasanya Ibnu Abbas berkata, Nabi SAW benar-benar mengajari kami (para sahabat) doa ini sebagaimana beliau SAW mengajari kami (para sahabat) seluruh surah dari Al Quran," ungkap Ustaz Khalid Basalamah.
Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan betapa pentingnya kedudukan doa ini, hingga Rasulullah SAW menyampaikan dan mengajarkannya kepada para sahabat dengan penuh ketelitian sebagaimana beliau mengajarkan surah-surah dalam Al-Qur’an.
"Saking pentingnya doa ini untuk dipahami dan dihafal serta dipraktekkan sampai Nabi mengajarkan sahabat seperti mengajarkan ayat-ayat Al Quran," kata Ustaz Khalid Basalamah.
"Padahal ini cuma doa saja," sambungnya.
Doa tersebut sangat dianjurkan untuk dibaca secara rutin di akhir shalat, tepatnya sesudah membaca tasyahud akhir dan sebelum menguncinya dengan salam.
"Setiap shalat ulangi sebelum salam," ujar Ustaz Khalid Basalamah.
Berikut bacaan doa yang dimaksud Ustaz Khalid Basalamah:
"Allahumma inni a'udzubika min 'adzabi jahannam, wa a'udzubika min 'adzabil qabri, wa a'udzubika min fitnatil massihid dajjal, wa a'udzubika min fitnatil mahya wal mamati."
Artinya,
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan fitnah Al Masih Ad-Dajjal, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian,"Â
(kmr)
Load more