- iStockPhoto/argobachter
4 Tingkatan Manusia dalam Menghadapi Musibah
Artinya: “Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi; maka jika dia memperoleh kebajikan, dia merasa puas, dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang. Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata.” (QS. Al Hajj: 11)
2. Bersabar
Freepik/odua
Sabar adalah level kedua. Sabar memang tak berwujud, sabar juga bukan tujuan. Sabar adalah proses yang dilalui seorang manusia ketika mendapat musibah. Bisa saja musibah yang ia alami adalah musibah yang sangat berat, namun ia memilih bersabar dan menjalaninya dengan ikhtiar dan doa.
Bersabar juga perintah Allah SWT kepada umat Islam yang tertimpa musibah atau masalah. Dalam surat Al Anfal Allah SWT berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَۚ
"Bersabarlah kalian, sesungguhnya Allah berserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Anfal: 46)
3. Ridha
iStockPhoto/argobachter
Ridha adalah tingkatan ketiga. Ini adalah tingkatan dimana seorang Muslim yang tertimpa musibah menerima musibah tersebut. Ia tak merasa bahwa musibah tersebut adalah hal yang berat dalam hidupnya.
Sebab ia sudah meyakini semua yang terjadi dalam hidupnya adalah terjadi atas kehendak Allah SWT. Seberat apapun musibah yang ia hadapi, ia ridha.
4. Bersyukur
Freepik/garakta_studio
Bersyukur adalah level tertinggi bagi manusia yang ditimpa musibah. Ia tak menggugat, namun menyadari bahwa musibah yang ia alami bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan ampunan Allah SWT.
Tak hanya itu, ia juga meyakini musibah yang menimpanya bisa meningkatkan kebaikan dan kecintaanNya pada Allah SWT. Pegangannya untuk bersyukur adalah salah satu hadist nabi:
“Tidaklah satu musibah menimpa seorang muslim kecuali dengannya Allah mengampuni dosa-dosanya sampai sebuah duripun yang menusuknya.” (Mzn)