- Facebook SAVA
Belum Juga Main di Turki, Megawati Hangestri Dapat Kabar Buruk usai Timnas Voli Putri Indonesia Kalah Berturut-turut, Nasib Megatron Bakal...
tvOnenews.com - Belum juga main di Turki bersama Manisa BBSK, Megawati Hangestri dapat kabar buruk usai Timnas Voli Putri Indonesia kalah berturut-turut di ajang SEA V League 2025.
Sebelumnya, menjelang SEA V League 2025, harapan besar disematkan kepada Timnas voli putri Indonesia yang kembali diperkuat oleh Megatron ini tak hanya menjadi andalan skuad Merah Putih, tapi juga dipercaya sebagai kapten tim.
Dengan rekam jejak cemerlang di liga voli Korea Selatan bersama Daejeon Red Sparks dan kepindahannya ke klub kuat asal Turki, ekspektasi publik begitu tinggi terhadap penampilannya di turnamen ini.
Namun kenyataan berkata lain. Bukannya tampil gemilang dan memimpin tim ke kemenangan, Megawati justru menjadi sorotan usai Timnas Indonesia menelan kekalahan beruntun.
Pukulan paling telak datang saat Indonesia dibantai oleh Vietnam dalam laga tiga set langsung: 0-3 (11-25, 11-25, 22-25).
Kekalahan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Indonesia dianggap unggul secara pengalaman, terutama karena kehadiran Megawati.
Media Vietnam pun tak menyia-nyiakan momen emas ini. Dalam laporan yang dikutip tvOnenews.com, media Vietnam Soha menyebut kemenangan atas Indonesia sebagai momen bersejarah.
Pasalnya laga tersebut mengantarkan Timnas voli putri Vietnam ke peringkat 24 dunia, yakni peringkat tertinggi yang pernah mereka raih.
“Ini adalah langkah maju yang signifikan dalam perjalanan tim voli putri Vietnam di kancah internasional,” tulis Soha, menegaskan betapa pentingnya kemenangan ini dalam peta persaingan Asia Tenggara.
Tak hanya itu, Soha menyebut bahwa kemenangan atas tim yang diperkuat Megawati menjadi bukti perkembangan pesat voli Vietnam.
“Ini merupakan tonggak penting, bukan hanya bagi para atlet tetapi juga untuk kebanggaan olahraga nasional kami,” lanjut media tersebut.
Megawati yang biasanya dielu-elukan karena prestasi dan pengaruhnya di lapangan, kini malah mendapat tekanan dari berbagai pihak.
Netizen pun mulai mempertanyakan performanya, mengingat statusnya sebagai pemain luar negeri yang seharusnya memberi pengaruh besar.
Kekalahan beruntun setelah Vietnam, Indonesia juga tumbang dari Thailand membuat posisi Megawati sebagai pilar utama mulai dipertanyakan.
Yang menarik, kemenangan Vietnam tak hanya berdampak pada posisi mereka di klasemen, tapi juga membuka mata dunia soal potensi pemain-pemain dari negeri tersebut.
Tak menutup kemungkinan, bintang-bintang muda Vietnam akan mengikuti jejak Megawati untuk bermain di liga-liga besar luar negeri, termasuk Korea Selatan dan Turki.
Jika itu terjadi, Megawati akan menghadapi kompetisi lebih ketat, tak hanya dari Korea, Eropa, atau Amerika Latin, tapi juga dari negara tetangga sendiri.
Apalagi, karier Megawati di Turki masih menjadi tanda tanya besar. Setelah menjalani musim penuh tekanan di Korea bersama Red Sparks, kini ia menghadapi ekspektasi baru di klub barunya di Turki.
Jika performanya di turnamen internasional seperti SEA V League tak meyakinkan, bukan tidak mungkin peluang bermain reguler di liga Turki bisa berkurang apalagi jika pemain Vietnam mulai dilirik klub-klub Eropa atau Asia karena performa internasional mereka.
Sorotan terhadap Megawati pun menjadi alarm keras. Ia bukan satu-satunya atlet Asia Tenggara yang bisa bersaing di level global.
Bintang-bintang baru dari Vietnam bisa menjadi ancaman serius, terlebih jika mereka memiliki statistik impresif di laga-laga internasional.
Sebagai pemain yang selama ini menjadi ikon voli Indonesia, Megawati kini dituntut untuk segera bangkit dan menunjukkan bahwa dirinya memang pantas mendapat tempat di liga top dunia.
SEA V League 2025 seharusnya menjadi panggung pembuktian, namun hasil sejauh ini justru menempatkan Megawati dan Timnas Indonesia dalam krisis.
Jika tak segera membenahi performa, bukan tidak mungkin posisi Megatron sebagai simbol voli Indonesia bakal tergeser oleh generasi baru. Baik dari dalam negeri, maupun pevoli dari negara tetangga yang mulai unjuk gigi. (udn)