news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Megawati Hangestri dan pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin.
Sumber :
  • KOVO

Red Sparks Pusing Cari Pengganti Megawati Hangestri? Ko Hee-jin: Harus ada Satu Pemain yang Meningkatkan Level Mereka seperti....

Kepergian Megawati dari Red Sparks menandai berakhirnya sebuah era. Klub Korea itu bukan hanya kehilangan Mega, tapi juga dua pemain kunci lainnya Vanja Bukilic
Selasa, 19 Agustus 2025 - 13:02 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Red Sparks pusing cari pengganti Megawati Hangestri di musim 2025-2026? Ko Hee-jin sampai bilang begini.

Megawati Hangestri Pertiwi akhirnya memulai petualangan barunya di kancah voli Eropa. Setelah resmi meninggalkan Red Sparks, opposite andalan Timnas Indonesia itu kini sudah tiba di Turki untuk memperkuat Manisa BBSK

Setibanya di Kota Manisa pada Minggu (17/8), Megawati langsung menjalani serangkaian tes kesehatan sebagai syarat resmi bergabung. 

Kabar baik pun diumumkan sehari kemudian, Senin (18/8) malam WIB, melalui akun Instagram resmi Manisa BBSK: Megawati dinyatakan lolos tes medis.

Kedatangannya ke Turki tidak seorang diri, ia ditemani sang suami yang juga atlet renang nasional, Dio Novendra. 

Dukungan keluarga jelas menjadi modal penting bagi karier Megawati di luar negeri, mengingat persaingan di Liga Voli Turki begitu ketat. 

Klub barunya, Manisa BBSK, tentu menaruh harapan besar pada pemain berusia 25 tahun ini untuk memperkuat lini serang mereka di musim 2025/2026.

Bagi publik Indonesia, kepindahan Mega adalah kebanggaan sekaligus tantangan baru. Namanya sudah begitu dikenal di Liga Voli Korea bersama Red Sparks musim lalu, namun kini ia memilih mencari pengalaman berbeda di Eropa. 

Megatron pun menjadi salah satu pemain Asia Tenggara yang semakin mengukuhkan kiprahnya di panggung internasional.

Kepergian Megawati dari Red Sparks menandai berakhirnya sebuah era. Klub Korea itu bukan hanya kehilangan Mega, tapi juga dua pemain kunci lainnya: Vanja Bukilic dan Pyo Seung-ju. 

Vanja memilih hijrah ke Liga Italia untuk bergabung dengan Il Bisonte Firenze, sementara Pyo Seung-ju yang gagal mendapatkan klub akhirnya memutuskan pensiun. 

Tiga nama ini sebelumnya merupakan motor serangan utama Red Sparks.

Meski ditinggal para bintangnya, Red Sparks tak tinggal diam. Mereka mendatangkan pemain baru, di antaranya opposite asal Italia Elisa Zanette serta Wipawee Srithong melalui draft pemain Asia. 

Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin, menyebut bahwa timnya sudah melakukan persiapan menghadapi Liga Voli Korea musim 2025/2026. 

“Tentu saja kami sedang mempersiapkannya. Peran setter Hye-seon adalah memanfaatkan para pemain. Dengan kepergian ketiga pemain sayap, kami perlu mengisi kekosongan dengan pemain baru,” ujar Ko seperti dilansir My Daily.

Menurut Ko, Red Sparks memiliki banyak talenta di posisi tengah. Ia bahkan menyamakan strategi tim seperti memasak: “Saya akan menyediakan bahan-bahannya, dan Hye-seon yang akan memasaknya.”

Setter sekaligus kapten tim, Yeum Hye-seon, memang diharapkan menjadi motor penggerak serangan di tengah perombakan skuad besar-besaran ini.

Pada musim lalu, Red Sparks sejatinya tampil impresif hingga berhasil menembus final Liga Voli Korea. 

Sayangnya, mereka harus puas sebagai runner-up setelah kalah tipis dari Pink Spiders dalam laga sengit lima set. Musim depan, Ko Hee-jin menegaskan target tetap tinggi meski kehilangan banyak pemain inti.

Ko juga menyoroti peran para pemain muda. Ia menyebut beberapa nama yang berpotensi jadi bintang, seperti Park Hye-min, Lee Seon-woo, Jeon Da-bin, dan Gwak Seon-ok. 

“Benar. Di antara pemain muda outside hitter, harus ada satu yang meningkatkan level mereka,” katanya. 

Ia juga menambahkan bahwa Lee Seon-woo tengah menunjukkan perkembangan saat membela tim nasional.

Kesempatan besar memang menanti para talenta muda ini, apalagi beberapa di antaranya akan tampil di Kejuaraan Dunia Voli U-21 2025 di Surabaya, Indonesia. Turnamen itu bisa menjadi ajang pembuktian sebelum kembali memperkuat klub.

Kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon, pun tetap optimistis. Meski sudah berusia 34 tahun, ia yakin pengalaman dan semangat kolektif bisa menutup kekurangan. 

“Saya pikir akan lebih baik dari tahun lalu. Tidak ada pemain yang tidak berusaha keras. Jika kita percaya dan bekerja sama, hasil akan datang,” ucapnya.

Kini, Liga Voli Korea 2025/2026 diperkirakan akan bergulir pada Oktober mendatang. 

Sementara Red Sparks berjuang menemukan formula baru pasca-kepergian Mega dan dua rekannya, Megawati Hangestri justru bersiap menorehkan sejarah bersama Manisa BBSK di Liga Voli Turki. 

Dengan lolos tes medis, langkah awal Mega sudah sukses dijalani. Tinggal bagaimana ia membuktikan diri di lapangan, apakah bisa menjadi senjata mematikan baru bagi Manisa, sekaligus mengharumkan nama Indonesia di Eropa. (udn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:20
02:24
03:50
01:11
01:32
00:45

Viral