- KOVO
Belum Genap Setahun Ditinggal Megatron, Red Sparks Justru Ambruk ke Dasar Klasemen V-League
- Instagram Red Sparks
Diterpa Cedera, Jung Ho-young Akhiri Musim Lebih Cepat
Belum selesai dengan persoalan taktik, Red Sparks kembali dirundung nasib sial. Middle blocker andalan mereka, Jung Ho-young, dipastikan menepi hingga akhir musim akibat patah jari tengah kiri saat menghadapi GS Caltex Seoul KIXX di Chungmu Gymnasium.
“Dia akan membutuhkan setidaknya empat minggu pemulihan, jadi pada dasarnya dia absen sampai akhir musim,” ujar Ko Hee-jin dikutip dari Sport Chosun.
Absennya Jung Ho-young memperpanjang daftar cedera pemain inti. Sebelumnya, kapten sekaligus setter utama Yeum Hye-seon juga harus menepi karena cedera lutut sejak playoff musim lalu.
Pemain kuota Asia yang diproyeksikan mengisi kekosongan pasca-Megawati, Wipawee Srithong, bahkan belum sempat tampil akibat cedera sebelum digantikan Jamiyanpurev Enkhsoyol yang juga kemudian mengalami masalah fisik.
Opposite asing Elisa Zanette pun sempat absen dalam empat laga. “Ini musim yang sulit bahkan untuk menyusun tim dengan begitu banyak cedera yang tidak diinginkan,” kata Ko Hee-jin.
Ia menambahkan, “Hasil memang sulit, dan situasinya sulit, tetapi saya percaya para penggemar akan mengerti jika para pemain memberikan yang terbaik di lapangan dan menunjukkan kerja keras mereka.”
Hijrah ke Turki, Megawati Terus Bersinar
Di saat Red Sparks tenggelam, Megawati justru membuka lembaran baru. Keputusannya merantau ke liga Turki bersama Manisa BBSK, dinilai sebagai langkah progresif dalam pengembangan karier.
Kompetisi Turki dikenal memiliki intensitas dan kualitas yang tinggi di Eropa, menjadi panggung ideal bagi pemain Asia untuk meningkatkan level permainan.
Namun belum resmi debut, Megatron secara mendadak memutuskan untuk kembali ke Indonesia, dan bermain untuk Timnas Voli Putri di SEA Games 2025.
Kemudian, Megawati juga kembali meramaikan Proliga 2026 dan diproyeksikan menjadi tumpuan Timnas Voli Indonesia di SEA Games mendatang. Fokusnya kini terbagi antara klub dan negara, memperlihatkan ambisi besar untuk terus berkembang.
Kontras antara perjalanan Megawati dan kondisi Red Sparks begitu mencolok. Sepuluh bulan setelah ditinggal sang opposite andalan, Red Sparks justru terjerembap di dasar klasemen dengan 19 poin dari 28 laga dan 22 kekalahan.