news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Rekor Megatron di V-League Masih Tak Tersentuh Jadi MVP Asia Pertama, Tembus 1.500 Poin, Masuk All-Star.
Sumber :
  • Red Sparks

Rekor Megatron di V-League Masih Tak Tersentuh: Jadi MVP Asia Pertama, Tembus 1.500 Poin, Masuk All-Star

Megatron pulang dengan meninggalkan jejak statistik dan pengaruh yang sampai hari ini belum mampu dilampaui pevoli asing Asia lainnya di V-League. Bahkan pemain asing
Minggu, 22 Februari 2026 - 18:18 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Julukan “Megatron” bukan sekadar gimmick untuk Megawati Hangestri Pertiwi. Di Korea Selatan, nama itu menjelma simbol perubahan. 

Dalam dua musim saja, opposite asal Jember tersebut mampu mengguncang peta persaingan V-League, liga yang selama ini didominasi pemain Eropa, Amerika Latin, dan legenda lokal Korea.

Yang membuat kisahnya berbeda bukan hanya jumlah poin atau gelar individu. Megawati datang sebagai pemain kuota Asia dari Asia Tenggara, wilayah yang sebelumnya jarang diperhitungkan dalam peta kekuatan voli profesional Korea. 

Namun ia pulang dengan meninggalkan jejak statistik dan pengaruh yang sampai hari ini belum mampu dilampaui pevoli asing Asia lainnya.

Dari Kuota Asia Jadi Ikon Liga Voli Korea

Ketika bergabung dengan Daejeon JungKwanJang Red Sparks, banyak yang memandangnya sebagai eksperimen berani pelatih Ko Hee-jin. 

V-League dikenal ketat, cepat, dan sangat taktis. Namun Megawati menjawab keraguan itu lewat performa konkret.

Berdasarkan data resmi Korea Volleyball Federation (KOVO), pada musim 2023/2024 ia mencetak 641 poin dari 30 pertandingan dan langsung menembus Top 10 pencetak angka liga. 

Pevoli asal Jember itu finis di peringkat ketujuh, hanya terpaut satu poin dari legenda Korea, Kim Yeon-koung, yang mengoleksi 642 poin musim tersebut.

Rekor Megatron di V-League Masih Tak Tersentuh Jadi MVP Asia Pertama, Tembus 1.500 Poin, Masuk All-Star
Sumber :
  • Red Sparks

Lebih mencengangkan lagi, Megawati dinobatkan sebagai MVP putaran pertama musim 2023/2024. 

Menurut rilis resmi KOVO, ia menjadi pemain asing Asia pertama dalam sejarah V-League yang meraih penghargaan tersebut. Di fase itu, ia membukukan 138 poin dan menjadi motor kemenangan Red Sparks.

Status ini langsung mengubah persepsi: pemain Asia Tenggara ternyata bisa mendominasi liga papan atas Asia Timur.

Mesin Poin yang Menembus 1.500 Lebih Cepat

Jika berbicara soal konsistensi, Megawati tidak berhenti di satu musim sensasional. Dalam waktu kurang dari dua musim, ia sudah menembus 1.500 poin di V-League.

Momen bersejarah itu terjadi pada 14 Maret 2025 saat menghadapi AI Peppers, ketika ia mencetak 35 poin dalam satu pertandingan. 

Data resmi liga mencatat ia menjadi pemain ke-47 dalam sejarah V-League yang mencapai angka tersebut.

Yang membuatnya istimewa adalah kecepatan pencapaian itu. Tidak banyak pemain asing yang mampu menembus 1.500 poin dalam durasi sesingkat itu.

Rekor Megawati Hangestri di Red Sparks, Tembus 1000 poin
Sumber :
  • Red Sparks

Pada musim terakhirnya bersama Red Sparks, Megawati mencetak 867 poin dan menjadi top skor asing klub tersebut. Angka itu tercatat dalam statistik resmi V-League dan laporan performa klub.

Bagaimana Jika Dibandingkan dengan Ratu Voli Korea?

Tak lengkap membahas dominasi tanpa menyebut Kim Yeon-koung. Sang legenda yang kini memperkuat Incheon Heungkuk Life Pink Spiders memang memiliki warisan jauh lebih panjang.

Berdasarkan arsip statistik KOVO:

* Kim meraih beberapa gelar MVP liga.
* MVP Final V-League.
* Total poin kariernya di V-League melampaui 5.000 poin (akumulasi multi-musim).

Secara historis, Kim Yeon-koung tetap berada di puncak sebagai ikon dan “ratu voli Korea”. Namun konteksnya berbeda. 

Kim adalah produk dan legenda domestik, sedangkan Megawati adalah pemain asing Asia yang masuk dari jalur kuota regional, dan langsung mencetak sejarah.

Menariknya, pada musim 2023/2024, Megawati berdiri hampir sejajar secara statistik dengan Kim dalam daftar top skor. Itu bukan perbandingan emosional, melainkan fakta angka resmi.

Efek Megatron di V-League

Dampak Megawati tak berhenti di papan skor. Ia terpilih dalam All-Star Game V-League 2023/2024 melalui voting penggemar resmi yang diselenggarakan KOVO. Artinya, ia bukan hanya produktif, tetapi juga dicintai publik.

Ia juga menjadi pemain berhijab pertama dalam sejarah V-League. Media Korea seperti Naver menyoroti bukan hanya kekuatan smash petir dan servisnya, tetapi juga nilai representasi yang ia bawa.

Jika dibandingkan dengan pemain asing non-Asia seperti Gyselle Silva yang kerap memimpin top skor, Megawati mungkin tidak selalu menjadi nomor satu secara mentah statistik musim tunggal. Namun belum ada pemain asing Asia yang mampu menggabungkan:

* MVP putaran resmi liga
* Top 10 skor liga
* 1.500+ poin dalam dua musim
* All-Star pilihan penggemar
* Dampak sosial dan budaya

Data resmi KOVO, statistik V-League, dan catatan performa Red Sparks menunjukkan satu kesimpulan kuat: belum ada pevoli asing Asia yang melampaui kombinasi prestasi Megawati Hangestri di Korea Selatan.

Kim Yeon-koung tetaplah ratu dalam sejarah panjang voli Korea. Tetapi dalam bab khusus tentang pemain asing Asia paling berpengaruh di V-League, Megatron telah menetapkan standar baru.

Dan sampai ada yang memecahkan rekor MVP Asia pertama serta konsistensi poinnya, nama itu masih berdiri sendirian: Megatron. (udn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

21:54
05:06
03:36
29:02
04:42
05:28

Viral