news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ekspresi Noh Ran, Saat Red Sparks berhasil putus rantai 11 kali kekalahan beruntun di laga kontra Pink Spiders.
Sumber :
  • Instagram Red Sparks

Red Sparks Akhirnya Bangkit! Tanpa Megatron, Rekor 11 Kekalahan Beruntun Dipatahkan Usai Bungkam Pink Spiders

Sejak ditinggal Megatron kembali ke Indonesia dan dihantam badai cedera pemain inti, performa Red Sparks merosot tajam. Musim ini 11 kali kekalahan beruntun membuat sejarah buruk
Senin, 23 Februari 2026 - 15:08 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Akhirnya, penantian panjang itu berakhir. Setelah terpuruk dalam bayang-bayang 11 kekalahan beruntun, Daejeon JungKwanJang Red Sparks sukses memutus rantai kelam tersebut dengan kemenangan meyakinkan. 

Ironisnya, momen kebangkitan itu datang saat mereka sudah tak lagi diperkuat Megawati Hangestri Pertiwi, sosok yang dulu menjadi mesin poin sekaligus simbol perlawanan tim asal Daejeon tersebut.

Bermain di hadapan publik sendiri di Chungmu Gymnasium, Minggu (22/2/2026), Red Sparks menundukkan Incheon Heungkuk Life Insurance Pink Spiders dengan skor 3-1 (25-16, 23-25, 25-23, 25-21). 

Kemenangan ini memang belum mengangkat posisi mereka dari dasar klasemen Liga Voli Korea 2025–2026, tetapi secara mental, hasil tersebut terasa seperti trofi juara setelah melewati periode paling melelahkan musim ini.

Akhir Penantian Panjang dan Air Mata Kelegaan

Sejak ditinggal Megawati kembali ke Indonesia dan dihantam badai cedera pemain inti, performa Red Sparks merosot tajam. 

Kekalahan demi kekalahan bukan hanya menggerus angka di klasemen, tetapi juga mengikis rasa percaya diri tim. Tekanan publik dan ekspektasi tinggi membuat situasi semakin berat.

Karena itu, kemenangan atas Pink Spiders menjadi titik balik emosional. Begitu poin terakhir tercipta, Nohran tak mampu menyembunyikan perasaannya. 

Skuad Red Sparks usai putus rantai 11 kekalahan beruntun di laga kontra Pink Spiders
Sumber :
  • Instagram Red Sparks

Ia menunduk, menutup wajahnya, lalu menangis di tengah lapangan, sebuah luapan emosi yang mencerminkan beban panjang yang akhirnya terlepas.

Red Sparks membuka laga dengan agresivitas berbeda. Servis lebih menekan, pertahanan disiplin, dan transisi serangan berjalan efektif. 

Set pertama ditutup 25-16, seolah menjadi deklarasi bahwa mereka tak ingin lagi mengulang cerita pahit.

Meski Pink Spiders mencuri set kedua 25-23, Red Sparks tetap tenang. Set ketiga menjadi ujian mental sesungguhnya lewat reli panjang dan selisih tipis. 

Mereka menang 25-23 berkat keputusan yang lebih presisi di poin krusial. Momentum itu dijaga hingga set keempat ditutup 25-21.

Park Yeo-reum dan Elisa Zanette Jadi Pembeda

Dalam laga ini, Elisa Zanette tampil sebagai pencetak angka terbanyak dengan 29 poin. Ia mendapat dukungan solid dari Park Yeo-reum yang menyumbang 20 poin serta Park Hye-min dengan 15 poin.

Penampilan Park Yeo-reum layak mendapat sorotan khusus. Sering memulai laga dari bangku cadangan musim ini, ia justru menjadi “penyelamat” dengan kontribusi komplet: 20 poin, dua blok, 17 penyelamatan, serta lima penerimaan sukses. 

Pemain bernomor punggung 23 itu mencatat efektivitas serangan 40,9 persen, angka impresif di tengah tekanan besar.

Kemenangan ini bukan semata soal teknis, tetapi juga tentang redistribusi tanggung jawab. Tanpa Megawati sebagai tumpuan utama, Red Sparks perlahan belajar membagi beban dan menemukan identitas baru.

Di sisi lawan, kekalahan ini menjadi pukulan bagi Pink Spiders yang gagal mendekati posisi dua besar. 

Tim yang pernah diperkuat ratu voli Korea, Kim Yeon-koung, tertahan di peringkat ketiga dengan 53 poin. 

Mereka gagal menempel pemuncak klasemen Korea Expressway Corporation Hi-Pass (59 poin) dan Hyundai Engineering & Construction Hillstate (56 poin).

Ekspresi Noh Ran, Saat Red Sparks berhasil putus rantai 11 kali kekalahan beruntun di laga kontra Pink Spiders
Sumber :
  • Instagram Red Sparks

Kemenangan atas Pink Spiders terasa simbolis jika menengok masa lalu. Saat masih diperkuat Megatron, Red Sparks kerap menjadikan laga kontra Pink Spiders sebagai panggung pembuktian. 

Mega beberapa kali tampil eksplosif saat menghadapi tim papan atas tersebut, menjadikan duel ini sarat gengsi.

Kini, tanpa Megatron, Red Sparks membuktikan bahwa mereka masih mampu menumbangkan rival beratnya. 

Bedanya, jika dulu kemenangan identik dengan ledakan poin Megawati, kali ini kemenangan lahir dari kolektivitas.

Rekor buruk 11 kekalahan memang belum sepenuhnya terhapus dari memori. Namun, malam di Chungmu Gymnasium itu memberi pesan tegas: Red Sparks belum habis. 

Dan mungkin, inilah awal cerita kebangkitan baru, tanpa Megatron, tetapi dengan semangat yang tak kalah membara. (udn)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

41:24
01:28
05:31
02:52
06:55
12:51

Viral