- instagram Gianni Infantino
Para Penantang Gianni Infantino Jelang Pilpres FIFA 2027, Terakhir Orang Dekat Presiden
Secara politik, Nasser Al-Khelaifi dinilai memiliki kapasitas menantang Gianni Infantino. Namun, berbagai laporan menyebut pengusaha asal Qatar tersebut tidak memiliki keinginan untuk mencalonkan diri.
Victor Montagliani
Presiden Concacaf, Victor Montagliani, merupakan calon berikutnya yang siap menantang Gianni Infantino. Ia memulai jejaknya di Canada Soccer sebelum terpilih memimpin konfederasi Amerika Utara, Tengah, dan Karibia pada 2016.
Montagliani memainkan peran penting dalam persiapan Piala Dunia 2026 yang untuk pertama kalinya digelar di tiga negara. Pengalamannya mengelola proyek berskala besar menjadi nilai tambah menjelang Pilpres FIFA 2027.
Kemampuan diplomasi menjadi salah satu kekuatannya. Pria yang menguasai empat bahasa ini dikenal aktif membangun komunikasi dengan anggota Concacaf saat mencalonkan diri sebagai presiden konfederasi.
Aleksander Ceferin
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, menjadi satu di antara nama yang paling sering disebut sebagai kandidat potensial. Selama beberapa tahun terakhir, dirinya beberapa kali berselisih dengan FIFA dalam sejumlah isu penting.
Ia juga menyuarakan kritik terhadap FIFA, termasuk terkait keputusan pembatalan kartu merah Folarin Balogun. Aleksander Ceferin bahkan tidak menghadiri final Piala Dunia 2026, meski Timnas Spanyol tampil pada laga tersebut.
Kendati disebut nyaman memimpin UEFA sejak 2016 dan diperkirakan akan melanjutkan masa jabatan ketiganya hingga 2031, dirinya dikabarkan bersedia maju apabila memang dibutuhkan dan tidak ada kandidat lain.
Selain itu, ada dua kandidat dari internal FIFA.
Mattias Grafstrom
Ia menjadi nama lain dalam bursa calon potensial. Sekretaris Jenderal FIFA itu mulai menjabat pada Mei 2024 dan kini menjadi salah satu sosok paling berpengaruh dalam struktur organisasi.
Mattias Grafstrom merupakan orang kepercayaan Gianni Infantino sejak 2016. Ia sebelumnya bertugas sebagai kepala staf sebelum naik menjadi Sekretaris Jenderal, dan kerap tampil dalam agenda resmi FIFA, termasuk Piala Dunia. Pengalamannya mengelola operasional membuatnya memahami dinamika internal organisasi.
Namun, peluangnya dinilai tidak mudah karena kedekatannya dengan Infantino serta munculnya pandangan bahwa Presiden FIFA berikutnya sebaiknya berasal dari luar Eropa. Hal ini dapat menjadi tantangan apabila ia memutuskan maju pada Kongres FIFA ke-77 di Rabat, Maroko.