- Instagram.com/@hdecvolleyballteam
Pelatih Hyundai Hillstate Malah Curhat Resah Jelang Bergulirnya V-League, Padahal Ada Megawati Hangestri
tvOnenews.com – Kehadiran pevoli andalan Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi belum sepenuhnya membuat pelatih Suwon Hyundai E&C Hillstate Kang Sung-hyung tenang.
Menjelang bergulirnya kompetisi V-League, sang juru taktik justru mengungkapkan keresahannya akibat perubahan besar dalam skuadnya.
Hyundai Hillstate dipaksa memutar otak setelah middle blocker veteran Yang Hyo-jin (37) memutuskan pensiun usai membela klub selama 19 musim.
- Instagram @hdecvolleyballteam
Kehilangan pilar jangkung tersebut memangkas tinggi badan tim secara signifikan dan merusak skema serangan tengah yang selama ini menjadi andalan.
"Hyo-jin memainkan peran penting, tetapi saya khawatir tinggi badan kami telah berkurang," ujar Kang Sung-hyung dilansir dari Seoul Shinmun.
Megawati Hangestri Jadi Kunci Strategi Baru
Untuk mengantisipasi celah tersebut, Kang merombak total pola permainan Hyundai Hillstate dengan mengalihkan tumpuan serangan ke sektor sayap (wing spiker).
Perekrutan Jordan Wilson dan Megawati Hangestri melalui kuota Asia menjadi bagian utama dari strategi anyar ini.
- Instagram @hdecvolleyballteam
Megatron yang sukses mencuri perhatian selama dua musim bersama Red Sparks diproyeksikan menjadi mesin pencetak poin utama dari sisi luar lapangan.
"Sekarang, kami berencana untuk memainkan gaya voli di mana kami mencetak banyak poin dari sisi lapangan. Meskipun ada tantangan dengan perubahan pemain, saya juga bersemangat dengan gaya voli yang berbeda," ungkap pelatih yang menukangi Hillstate sejak 2021 tersebut.
Terhambat Agenda Timnas Korea Selatan
Selain perombakan taktik, kendala lain yang membayangi persiapan Hyundai Hillstate adalah masalah pemusatan latihan.
Adaptasi tim terhambat lantaran tiga pemain inti mereka—Lee Ye-rim, Kim Da-in, dan Na Hyun-soo—harus memenuhi panggilan membela Timnas Putri Korea Selatan di ajang Asian Games.
Kondisi ini membuat waktu persiapan efektif tim untuk mematangkan chemistry menjelang laga perdana V-League kian mepet.
Meski diterpa sederet kendala dan hanya punya waktu kurang dari 50 hari, Kang Sung-hyung bertekad membawa timnya bangkit setelah dua musim beruntun gagal menembus babak final.