- Instagram @hdecvolleyballteam
V-League 2026/2027 Belum Dimulai, Megawati Hangestri Langsung Dihadapkan Tantangan Berat di Hillstate
tvOnenews.com - Kompetisi voli putri Korea Selatan, V-League 2026/2027, diperkirakan menghadirkan persaingan yang lebih sengit dibandingkan musim sebelumnya.
GS Caltex Seoul KIXX sebagai pemegang gelar juara harus bekerja keras untuk mempertahankan prestasinya, sementara perubahan komposisi pemain di sejumlah klub turut menghadirkan tantangan baru.
Media Korea Selatan, Newspim, menyoroti persaingan tersebut dengan menempatkan GS Caltex sebagai tim yang harus membuktikan konsistensinya.
- KOVO
Di sisi lain, perubahan besar yang dilakukan Suwon Hyundai Hillstate juga menarik perhatian, terutama setelah kedatangan Megawati Hangestri.
Musim baru akan berlangsung selama kurang lebih enam bulan dan dijadwalkan dimulai pada 31 Oktober 2026.
Pertandingan pembuka mempertemukan GS Caltex dengan Korea Expressway Corporation, dua tim yang sebelumnya bersaing memperebutkan gelar juara. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi GS Caltex untuk menunjukkan bahwa mereka masih memiliki kekuatan yang cukup untuk bersaing di papan atas.
GS Caltex Dituntut Pertahankan Dominasi, Silva Jadi Andalan
GS Caltex memiliki pekerjaan besar pada musim 2026/2027. Keberhasilan meraih gelar musim lalu menjadi pencapaian penting, tetapi mempertahankan trofi diperkirakan membutuhkan upaya yang lebih berat karena tim-tim pesaing tentu telah mengevaluasi kekuatan mereka.
- KOVO
Salah satu pemain yang berperan penting dalam pencapaian itu adalah Gyselle Silva.
Penyerang asing tersebut mencetak 1.083 poin pada musim reguler sebelumnya, sebuah rekor poin terbanyak dalam satu musim kompetisi voli putri Korea Selatan menurut laporan Newspim.
Silva juga membukukan persentase keberhasilan serangan sebesar 47,33 persen. Catatan tersebut menunjukkan betapa besar kontribusinya dalam mendulang poin bagi GS Caltex.
Meski demikian, ketajaman Silva berpotensi menjadi perhatian khusus bagi lawan-lawan mereka. Variasi serangan akan menjadi salah satu faktor penting jika mereka ingin kembali mengangkat trofi.
Pelatih Lee Young-taek juga menyadari bahwa mempertahankan gelar bukan perkara mudah.
"Saya mengerti bahwa belum ada pelatih yang memenangkan kejuaraan bola voli putri dua tahun berturut-turut. Kami akan menghadapi tantangan ini," kata pelatih GS Caltex, Lee Young-taek.
Selain GS Caltex, Hyundai E&C menjadi tim yang menarik perhatian karena melakukan perubahan signifikan menjelang musim baru.
- Instagram @hdecvolleyballteam
Sebagai langkah untuk membangun kekuatan baru, Hyundai E&C mendatangkan Megawati Hangestri yang sebelumnya memperkuat Jung Kwan Jang Red Sparks.
Klub tersebut juga merekrut Bae Yu-na, pemain veteran yang berposisi sebagai middle blocker.
Kedatangan Megawati menjadi salah satu perubahan penting dalam komposisi serangan Hyundai E&C.
Selama dua musim membela Red Sparks, pemain berjuluk 'Megatron' tersebut mengumpulkan 1.538 poin dalam 67 pertandingan. Ia juga membantu Red Sparks mencapai final kejuaraan pada musim 2024/2025.
Kini, Megawati diharapkan mampu memberikan pilihan serangan yang lebih beragam bagi klub barunya. Kehadirannya di sisi kanan lapangan berpotensi mengubah cara Hyundai E&C membangun serangan, terutama ketika menghadapi tim dengan pertahanan dan blok yang kuat.
GS Caltex dan Hyundai E&C menghadapi tantangan berbeda pada musim 2026/2027.
GS Caltex harus membuktikan bahwa mereka mampu mempertahankan gelar di tengah perhatian lawan terhadap kekuatan utama mereka, sedangkan Hyundai E&C berusaha membangun identitas permainan baru dengan komposisi pemain yang berubah.
Bagi Megawati, musim ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya bersama klub baru setelah meninggalkan Red Sparks. (asl)