- Tangkapan layar
Pemain Lawan Sampai Mengakui Hal Ini dari Megawati Hangestri, Tak Disangka Atlet Voli Asal Jember itu ..
tvOnenews.com - Spike keras dari pevoli putri Indonesia Megawati Hangestri kembali memakan korban, saat laga Red Sparks melawan Hyundai E&c Hillstate.
Jung Kwan Jang Red Sparks yang diperkuat Megawati Hangestri harus takluk atas Hyundai E&C Hillstate, yang kini menjadi pemuncak klasemen Liga Voli Korea.
Anak asuh Ko Hee-jin harus mengakui keunggulan Hillstate dengan skor 0-3 (21-25, 21-25, 17-25).
Megawati Hangestri bersama Red Sparks. (KOVO)
Padahal sebelumnya Red Sparks sedang berada di tren positif setelah meraih tiga kemenangan beruntun.
Red Sparks yang diperkuat oleh Megawati Hangestri, Giovanna Milana dan Lee So Young itu menang dalam laga terakhirnya menghadapi Hi Pass, GS Caltex, dan AI Peppers.
Sementara itu dalam momen kekalahan Red Sparks, salah satu pemain Hyundai Hillstate justru menjadi korban 'spike' dari Megawati Hangestri.
Pemain itu bernama Kim Da-in, pevoli muda Korea Selatan itu tampak terpental lantaran menahan bola spike dari Megatron (sapaan Megawati Hangestri).
Kim Da-in tak hanya terkena spike dari Megawati, tapi juga dari Giovanna Milana (rekan setim Megawati di Red Sparks).
"Kena (spike) dua kali, satu dari Gia, satu dari Megawati," ujarnya.
"Dari Gia tidak terlalu terasa sakit, tapi dari Megawati sangat sakit," ucapnya sambil memperlihatkan bekasnya di lengan.
Kim Da-in bukan 'korban' pertama dari Megawati, sebelumnya smash keras yang dilepaskan pevoli asal Jember itu pernah mengenai wajah pemain lawan hingga membuatnya tersungkur.
Momen pertama smash Megawati Hangestri memakan korban adalah saat dirinya tampil bagi Red Sparks menghadapi tim yang sama, yakni sang juara bertahan Suwon Hyundai E&C Hillstate pada putaran ketiga Liga Korea.
Smash yang dilepaskan Megawati Hangestri secara tidak disengaja mengenai wajah dari pemain voli putri Korea Selatan yakni Lee Da-hyeon hingga membuatnya harus ditarik keluar lapangan.
Klasemen Liga Voli Korea
Sejauh ini, Red Sparks hanya menempati urutan keempat klasemen Liga Korea dengan mengumpulkan 24 poin dari tujuh kemenangan, dan sembilan kali menderita kekalahan.
Perolehan poin IBK Altos (posisi lima) hanya selisih dua poin dari Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks yakni berhasil mengumpulkan 22 poin
Sementara bagi lawan Red Sparks, Hyundai Hillstate memimpin klasemen sementara dengan mengumpulkan 37 poin, kemudian Pink Spiders menempati posisi kedua dengan mengumpulkan 35 poin.
Meski begitu, Megawati Hangestri masih bisa berbangga sebab dirinya masuk ke jajaran pencetak skor terbanyak di Liga Korea dengan total 418 poin.
Ia bersaing dengan pemain-pemain kelas dunia lainnya seperti Gyselle Silva, Vanja Bukillic, Kim Yeon-koung, Brittany Abercrombie, hingga Yaasmeen Bedart-Ghani.
Selanjutnya Red Sparks bakal menghadapi IBK Altos pada 18 Januari mendatang dalam laga penutup putaran keempat Liga Voli Korea.
Megawati Hangestri berkiprah di Korea
Megawati Hangestri.
Belakangan ini Indonesia dibuat bangga atas pencapaian dari Megawati Hangestri, usai didaulat menjadi MVP putaran 1 Liga Voli Putri Korea Selatan musim 2023/2024.
Mega bahkan menjadi MVP dua kali di musim ini dan masuk ke tim All Star Liga Korea.
Megatron, panggilan akrab Megawati Hangestri yang mentereng kariernya di Liga Voli Korea.
Ia bahkan menjadi salah satu pemain andalan dari Jung Kwan Jang Red Sparks pada musim 2023-2024 ini sebagai Opposite.
Megawati menjadi pevoli Timnas Indonesia yang saat ini memperkuat kontestan V League, ia menjadi salah satu pemain asing yang didatangkan oleh Red Sparks musim ini bersama Giovanna Milana dari Amerika Serikat.
Setelah dipinang oleh klub Daejeon KGC, atlet kebanggaan voli putri Indonesia Megawati Hangestri disebut sebagai pemain asing berhijab pertama yang bermain di Liga Voli Korea Selatan.
Megawati mencuri perhatian publik Korea Selatan, usai sempat membuat Kim Yeon-koung Ratu Voli Korea tak berkutik saat keduanya duel di udara, dalam pertandingan Red Sparks vs Pink Spiders.
Nama Megawati pun mulai banyak dibicarakan media Korea Selatan setelah kerap menjadi top skor di timnya.
Bayaran Megawati Hangestri
Di musim ini, para pemain asing dari negara Asia termasuk Megawati Hangestri mendapat bayaran USD 100 ribu per tahun atau sekitar Rp1,5 miliar.
Namun, melihat performa apik dari pemain asing Asia membuat KOVO mengatur regulasi untuk menaikkan pendapatan mereka apabila bertahan di Liga Korea.
KOVO memutuskan untuk menaikkan gaji pemain asing Asia dari yang sebelumnya senilai USD 100 ribu atau Rp1,5 miliar menjadi USD 120 ribu atau Rp1,8 miliar per tahun.
Tak hanya itu, bagi pemain asing Asia yang memilih untuk bertahan di Liga Korea musim depan maka bakal mendapat gaji senilai USD 150 ribu atau Rp2,3 miliar per tahun.
Itu artinya Megawati Hangestri dan pemain asing Asia lainnya yang memutuskan tetap bermain di Liga Korea musim depan bisa mendapat kenaikan gaji hingga Rp2,3 miliar.
Belum lagi mereka dijanjikan bonus lainnya jika berhasil membawa tim yang dibelanya meraih kemenangan ataupun mendapat gelar juara Liga Korea.
Pevoli asal Jember, Jawa Timur itu dikontrak selama sembilan bulan atau satu musim oleh Red Sparks, yang artinya ia bisa mendapat sekitar Rp176 juta per bulan.
Sejauh ini, tercatat ada tujuh pemain Asia yang berkarier di Liga Korea musim ini seperti Megawati Hangestri, Guedpard Pornpun, Wipawee Srithong, Thanacha Sooksod, Iris Tolenada, Reina Tokoku, dan Mar-jana Phillips. (han/ind)
Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News, Klik di sini