news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ratu Voli Korea jadi sasaran amukan fans usai dibikintak berkutik oleh trio baru Red Sparks, Megawati Hangestri Dibilang..
Sumber :
  • KOVO

Ratu Voli Korea Jadi Sasaran Amukan Fans Usai Dibikin Tak Berkutik oleh Trio Baru Red Sparks, Megawati Hangestri Dibilang Ini ..

Fans orang Korea ramai-ramai mengkritik performa Pink Spiders saat dikalahkan oleh Red Sparks pada laga kedua playoff semifinal, Megawati Hangestri diakui.
Selasa, 26 Maret 2024 - 08:00 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Jung Kwan Jang Red Sparks berhasil mengalahkan Heungkuk Pink Spiders di laga kedua semifinal Playoff, Megawati Hangestri menuai banyak sorotan fans orang Korea.

Jung Kwan Jang Red Sparks masih bisa bernapas panjang setelah berhasil tumbangkan Pink Spiders, membuat agregat menjadi 1-1.

Megatron (julukan Mega) balas dendam dari kekalahan Pink Spiders saat laga tandang di game pertama semifinal playoff Liga Voli Korea atau V-League.


Selebrasi Megawati Hangestri saat Red Sparks duel di kandang Pink Spiders. (KOVO)

Megawati Hangestri cs takluk dengan skor 3-1 (25-22, 15-25, 23-25, 23-25). 

Kemudian giliran Red Sparks yang menjamu Pink Spiders di Gymnasium Chungmu, Daejon, Minggu (24/3/2024) pukul 17.00 WIB.  
Red Sparks tekuk Pink Spiders dengan skor 3-1 dengan rincian (25-19, 25-23, 20-25, dan 25-15).

Menuju pertandingan ini, terdapat masalah yang cukup dikhawatirkan oleh para penggemar di skuad asuhan Ko Hee-jin.

Yang cukup krusial adalah absennya sang kapten Red Sparks, Lee So-young karena mengalami cedera ligamen saat salah mendarat ketika melakukan blocking di laga melawan GS Caltex.

Pertahanan Red Sparks pun goyah dalam beberapa laga terakhir tanpa peran Lee So-young.

Kemudian, Jung Ho-young (middle blocker) tidak bermain pada laga kedua ini karena mengalami cedera lutut.

Tetapi Ko Hee-jin memutar otak dengan memainkan pemain veteran mereka yakni Han Song-yi dari awal, kemudian juga memainkan Kim Sein.

Dalam laga krusial hidup dan mati Red Sparks ini Kim Sein menjadi pahlawan berkat penampilan memukaunya.

Pevoli berusia 21 tahun itu menunjukkan performa yang mengejutkan di laga kedua ini yang bermain sebagai kartu tersembunyi bagi Ko Hee-jin.

Ia masuk menggantikan Park Hye-min, di mana pada laga pertama tidak memberikan peran yang signifikan sebagai outside hitter.

Kim Sein terpilih sebagai MVP (most valuable player) pertandingan, dengan efisiensi penerimaan bola mencapai 64 persen. Ia juga sangat baik dalam penerimaan bola, cukup memberikan peran seperti Lee So-young.

Dalam laga ini, Giovanna Milana atau Gia berhasil mencetak 30 poin, Megawati Hangestri 25 poin, Kim Sein 9 poin, Park Eun-jin 6 poin.

Meski tidak menjadi pahlawan kemenangan bagi tim, Megawati Hangestri menaikkan mental para rekan timnya melalui aksi-aksi spikenya yang tidak dapat dibendung oleh tim lawan.

Bahkan dua pemain terbaik di Liga voli Korea, Kim Yeon-koung dan Kim Suji dalam satu kesempatan tidak bisa melakukan block terhadap spike Mega.

Mega dan Gia juga menjadi sorotan media Korea karena berhasil menyumbangkan 55 poin dari kombinasi keduanya.

Ini kedua kalinya setelah pada pertandingan terakhir melawan Hyundai Hillstate mendapatkan 60 poin dari kombinasi Mega dan Gia. 

Sementara rim tamu, Pink Spiders yang memimpin perolehan poin mereka adalah Kim Yeon-koung dengan mencetak 22 poin dengan meraih 50 persen tingkat keberhasilan serangan.

Disusul oleh Willow Johnson mencetak 11 poin, kemudian Reina Tokoku 10 poin.

Komentar Orang Korea soal pertandingan Red Sparks vs Pink Spiders


Megawati Hangestri dan Kim Yeon-koung. (KOVO)

Berbagai komentar fans dari kedua tim turut mewarnai hasil pertandingan Red Sparks vs Pink Spiders.

Seperti Kim Yeon-koung atau 'Ratu Voli Korea' yang disebut hanya marah-marah di lapangan saja dan suka memerintah, Willow Johnson yang tidak memberikan kontribusi banyak bagi tim.

Dibandingkan pendahulunya, Jelena Mladenovic dianggap lebih baik sebagai opposite hitter, tidak seperti Willow yang kurang baik dalam menyerang.

"Jika saja Jelena masih ada, dan bukan Willow, Pink Spiders akan menang dengan mudah," komen fans Korea.

"Jika Pink Spiders kalah di pertandingan berikutnya, saya pikir Kim Yeon-koung tidak akan pensiun, tetapi sebagai pemain dia sepertinya ingin pensiun setelah memenangkan kejuaraan," komen fans.

"Jujur harga dirinya (Kim Yeon-koung) akan tergores, karena dia pemain terbaik di dunia, tetapi dia belum memenangkan kejuaraan sejaki dia kembali ke Korea," tambahnya.

Diketahui, Kim Yeon-koung salah satu pemain terbaik dunia yang dimiliki oleh Korea Selatan, dia telah meraih banyak penghargaan individu di klub dan timnas voli putri Korea.

Di mana sebelum kembali bermain di Pink Spiders, ia lama bermain di Liga Voli Turki, satu tim dengan Tijana Boskovic, tetapi setelah kembali ke Korea dia belum pernah meraih trofi V-League untuk Pink Spiders.

"Heungkuk Pink Spiders hancur ketika Kim Yeon-koung datang bergabung, dan Pink Spiders memenangkan kejuaraan hanya ketika Lee Jae-young masih bermain," komen fans.

"Saya mengakui keterampilan Kim Yeon-koung, tapi saya sangat bencin melihatnya memaksa dan bersikap suka memerintah," komen fans Korea.

Ada fans yang memuji aksi feint (tipuan) yang dilakukan Megawati Hangestri.

"Saya merasa serangan tipuan Mega itu sangat pintar, jika Anda melihat tipuan serangan belakanga, dan pemain middle blocker hanya berada di titik pertahanan, dan saya takjub saat menontonnya," komen fans.

"Mega adalah master feint (tipuan)," komentar fans.

Selanjutnya, jadwal Red Sparks vs Pink Spiders akan dilaksanakan pada tanggal 26 Maret pukul 17.00 WIB, di World Gymnasium, Incheon. (ind)

Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News, Klik di sini

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:00
00:55
03:22
08:29
05:46
11:08

Viral