- NOC Indonesia-Rifqi
Tim Indonesia Selesaikan Tugas Negara, Ini Rapor Para Atlet di Olimpiade Paris 2024: Part 3
Jakarta, tvOnenews.com - Tak hanya langganan Tim Indonesia seperti badminton yang bertanding di Olimpiade Paris 2024.
Kini beberapa debutan anyar pun turut meramaikan Olimpade Paris 2024.
Bahkan ada nama Veddriq Leonardo dan Rizki Juniansyah yang justru mendapatkan medali emas pertamanya pada debutnya di Olimpiade Paris 2024.
Seri sebelumnya dari rapor atlet Tim Indonesia bisa dikunjungi di link berikut.
Seri terakhir dari rapor atlet Tim Indonesia di Olimpiade Paris 2024 ini pun akan diisi oleh banyaknya atlet debutan yang bertanding.
Meski tak mampu menyumbang medali, namun apresiasi perlu dilayangkan pada para atlet mengingat pencapaian luar biasa mereka hingga menembus Olimpiade.
Berikut Rapor Atlet Tim Indonesia di Olimpiade Paris 2024:
8. Balap Sepeda
Bernard van Aert menjadi satu-satunya wakil Indonesia, bahkan ASEAN yang bertanding di nomor men's omnium.
Tak hanya menjadi satu-satunya wakil ASEAN, Bernard van Aert pun menjadi pembalap sepeda Indonesia pertama yang kembali tampil di Olimpiade setelah 2004 silam.
Men's omnium merupakan nomor yang dipertandingkan di balap sepeda dengan empat tipe pertandingan yakni scratch race, tempo race, elimination race dan points race.
Bernard van Aert pun mengakhiri pertandingan dengan berada di posisi 20.
Bernard van Aert. Dok. NOC Indonesia
9. Shooting
Fathur Gustafian debut di Olimpiade Paris dari dua nomor yang diikutinya yakni 10m air rifle men dan 50 rifle 3 positions men.
Meski gagal menyumbang medali, ternyata Fathur Gustavian memecahkan banyak rekor, termasuk lolos ke Olimpiade setelah absen sejak 64 tahun lalu.
Dia pun menjadi penembak ketiga yang tampil mewakili Indonesia di Olimpiade setelah Lukman Saketi (1956) dan Sanusi Tjokroadiredjo (1960).
Rifda Irfanaluthfi menjadi pesenam pertama Indonesia dalam sejarah Olimpiade Paris 2024. Dok. NOC Indonesia/Naif Al'As
10. Senam
Rifda Irfanaluthfi memang harus berpuas mencicipi lantai pertandingan dengan sangat singkat.
Rifda terpaksa didiskualifikasi dalam pertandingan di nomor women's dan women's uneven bars karena cedera yang dideritanya.
Meski gagal karena cedera, Rifda Irfanaluthfi tetap tercatat dalam sejarah Indonesia sebagai pesenam pertama yang tampil di Olimpiade.