- KOVO
Megawati Hangestri Mengubah Apa yang Sudah 20 Tahun Tak Bisa Dilakukan V-League, Sampai Jurnalis Olahraga Terheran-heran..
tvOnenews.com - Jurnalis olahraga Korea mempertanyakan sampai meragukan keputusan berani pelatih Red Sparks merekrut Megawati Hangestri di Quarter Asia Liga Voli Korea musim 2023/2024.
Awalnya banyak yang meragukan Megawati Hangestri dan beradaptasi untuk berkompetisi di Liga Voli Korea.
Terlebih lagi, Liga Voli Korea atau V-League dikenal sangat kompetitif dan harus punya mental serta fisik yang bagus, karena panjangnya pertandingan harus dijalani para pemain.
Kilas balik, Megawati Hangestri Pertiwi menjadi salah satu pemain asing yang didatangkan oleh Red Sparks pada musim lalu bersama Giovanna Milana dari Amerika Serikat.
Megatron terpilih melalui draft kuota pemain Asia, bersama Pornpun Guedpard (IBK Altos), Reina Tokoku (Pink Spiders), dan Wipawee Srithong (Hyundai Hillstate), Mar-Jana Philips (AI Peppers)
- KOVO
Setelah direkrut oleh klub Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks, atlet kebanggaan voli putri Indonesia Megawati Hangestri tercatat sebagai pemain asing berhijab pertama yang bermain di Liga Voli Korea Selatan.
Bahkan, Megatron (julukannya) berhasil menyabet gelar MVP putaran pertama Liga Voli Korea atau V-League dan terpilih dalam jajaran pemain All Star Liga Voli Korea di musim pertamanya.
Sejauh ini Mega telah mengoleksi empat gelar MVP (Most Valuable Player) pertandingan, karena berjasa dalam memenangkan Red Sparks.
Tak cukup satu musim saja, Jung Kwan Jang Red Sparks memutuskan memperpanjang kontrak Megawati Hangestri pada ajang Liga Voli Korea musim 2024-2025.
Ko Hee-jin memilih langsung Megawati Hangestri dalam Asian Draft Quarter musim ini.
Hal itu juga disampaikan juga melalui media sosial Instagram Red Sparks pada Rabu (1/5/2024) kemarin setelah sesi perkenalan untuk Asian Draft Quarter musim depan.
“Jung Kwan Jang Red Sparks akan bersama Mega di musim 2024/2025. Tolong berikan dukungan untuk Mega,” tulis keterangan Instagram Red Sparks.
Salah satu yang menarik ketika Asian Draft Quarter adalah Ko Hee-jin, Pelatih Red Sparks itu membawa boneka Megawati Hangestri.
Momen perekrutan kembali Megawati, Ko Hee-jin sambil senyum lebar menggenggam boneka Megawati sambil membawa kertas bertuliskan 'Megawati Pertiwi'.
Bukan sesuatu yang mengejutkan untuk Red Sparks kembali menggunakan jasa Megawati Hangestri.
Pasalnya, Mega benar-benar menunjukan performa yang sangat impresif dengan Red Sparks.
Bersama Giovanna Milana, Megawati Hangestri menjadi motor serangan untuk Red Sparks pada musim lalu.
Megawati Hangestri Cs berhasil membawa Red Sparks finis di peringkat tiga klasemen akhir liga voli Korea musim 2023-2024.
Hasil tersebut juga membuat tim asal Daejeon itu sukses melaju hingga ke babak playoff liga voli Korea.
Prestasi yang sangat menggembirakan mengingat terakhir kali mereka berlaga di playoff pada 7 tahun yang lalu.
Secara individu pun, Mega menorehkan catatan yang sangat impresif bersama Red Sparks musim ini.
Pengakuan Jujur Jurnalis Korea atas efek Megawati Hangestri
Megawati Hangestri selalu menjadi perbincangan utama dan sorotan media Korea, hal ini karena Megatron menjadi sensasi.
Di mana hal itu juga diakui oleh seorang jurnalis olahraga di Korea Selatan.
"Siapa pemain hemat biaya (efektivitas biaya) yang dipilih atau versi wartawan Oh Hae-won?" ucap pembawa acara dilansir dari tayangan Sports N Plus.
Tanpa ragu, sang jurnalis langsung menyebut Megawati Hangestri.
"Untuk ini, saya hanya ada satu orang yaitu Megawati Hangestri, Mega Power," tuturnya.
"Karena bukan hanya musim ini saja, Mega memang pemain yang benar-benar mengubah kerangka berpikir V-League itu sendiri musim lalu, karena adanya Megawati Hangestri" sambungnya.
Menurutnya, pada awalnya banyak tim yang meragukan "Apakah kuota Asia akan berhasil?"
"Kemudian mereka bisa berubah pikiran menjadi 'kuota Asia' bisa berhasil ternyata," ujarnya.
Melihat performa apik Megawati Hangestri, V-League sampai mampu meningkatkan Kuota Asia, yang tadinya terbatas pada beberapa negara di Asia Tenggara, menjadi seluruh Asia.
"Dengan begitu, lebih banyak daerah yang bisa mencoba Kuota Asia dan pergi bermain di V-League berkat Mega," tuturnya.
"Dengan demikian, setelah selesai musim lalu, Red Sparks sampai pergi ke Indonesia bersama Mega sebagai VIP, diundang ke All Star Game dan bertanding, diperlakukan sebagai tamu negara," pungkasnya.
Selain itu, jurnalis olahraga Korea ini mengatakan bahwa Megawati Hangestri mengubah apa yang sudah 20 tahun tak bisa dilakukan V-League, hanya dalam satu musim.
Pada musim ini sempat ada sedikit kekhawatiran terhadap performa Megawati Hangestri karena kedatangan pemain-pemain yang lebih bagus dibandingkan dengan para pemai kuota Asia yang berlaga musim lalu.
"Apakah Mega bakal bisa bertahan di musim ini juga? pertama-tama hingga putaran satu, meski begitu Mega masih tetap berhasil," tuturnya.
Melihat segala pencapaian perjalanan Megawati Hangestri, sang jurnalis menobatkan Mega sebagai pemain yang paling hemat biaya untuk Kuota Asia.
"Saya melihat tidak ada pemain yang bisa mengimbangi Mega dengan efektivitas biaya," tutupnya.
Klasemen sementara Liga Voli Korea musim 2024-2025
- KOVO
Megawati Hangestri baru saja mengalami kekalahan dari AI Peppers usai mencatatkan tiga kemenangan beruntun di putaran kelima V-League.
Atas hasil ini Red Sparks tak mendapatkan poin dan kini mengoleksi total 55 poin.
Sayang, Megawati Hangestri cs harus puas dengan turun kembali di peringkat ketiga klasemen V-League 2024-2025, setelah peringkat kedua klasemen berhasil direbut kembali oleh Hyundai Hillstate (57 poin).
Sementara itu, Pink Spiders masih kokoh bertengger sebagai pemuncak klasemen sementara V-League dengan 70 poin. (ind)