news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Duel Moma dengan Megawati Hangestri dalam pertandingan Red Sparks vs Hyundai Hillstate..
Sumber :
  • KOVO

Sadar Betul Kapasitas Megawati Hangestri, KOVO Diam-diam Ingin Megawati Hangestri jadi Ikon Baru V-League? Gantikan Kim Yeon-koung...

Federasi Bola Voli Korea Selatan atau KOVO disebut bakal menjadikan Megawati Hangestri sebagai ikon baru V-League, yang sudah mencatatkan sejarah di Red Sparks.
Rabu, 30 April 2025 - 19:00 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Federasi Bola Voli Korea Selatan atau KOVO disebut bakal menjadikan Megawati Hangestri sebagai ikon baru V-League.

Pasca pensiunnya Kim Yeon-koung dari Liga Voli Korea, KOVO bergerak cepat untuk mencari sosok penggantinya.

Hal ini karena Ratu Voli Korea Kim Yeon-koung menjadi daya tarik utama Liga Voli Korea atau V-League, setiap pertandingan Pink Spiders selalu jadi buruan para fans.

Seperti saat duel Pink Spiders vs Red Sparks, stadion tidak pernah sepi, tidak dengan cepat terjual habis.

Hal ini tak terlepas dari jasa dan peran penting Megawati Hangestri dalam dua musim terakhir saat membela Jung Kwan Jang Red Sparks.

Megawati Hangestri saat masih membela Jung Kwan Jang Red Sparks di Liga Voli Korea.
Sumber :
  • KOVO

 

Hal ini disampaikan oleh media Korea yang mengungkapkan bahwa kehadiran Megawati Hangestri menjadi sejarah baru di kompetisi V-League.

Meski sudah kembali ke Indonesia, pasca tak memperbaharui kontraknya dengan Red Sparks, nama Mega masih saja dibahas oleh publik dan media Korea.

Baru-baru ini media Korea menyoroti tentang kiprah Megatron selama di Red Sparks.

Mulai dari perjuangan Megawati Hangestri yang membawa Red Sparks sampai ke final dengan kondisi cedera hingga keputusannya pulang ke Indonesia.

Jalan tak mudah dilewati Megawati Hangestri saat membawa Red Sparks mencapai babak final Liga Voli Korea.

Pevoli berjuluk Megatron itu harus berjuang untuk mengalahkan Hyundai Hillstate, juara bertahan V-League dalam best of three.

Dari sisi Pink Spiders, punya banyak keuntungan, karena bermain di kandang lebih banyak dan jumlan istirahat yang lebih panjang ketimbang pemain Red Sparks.

Publik Korea pun mengucapkan terima kasih karena berkat kedatangan Megawati Hangestri, pamor V-League semakin terangkat.

Apalagi kalau melihat kondisi Red Sparks sebelum adanya Megawati Hangestri, mereka sama sekali belum pernah ke final V-League dalam 13 tahun.

Bukan cuma itu, secara keseluruhan, popularitas V-League kian diakui di luar Korea, salah satunya ialah menambah fans dari Indonesia.

Maka tidak heran kalau Red Sparks ataupun KOVO merasa terpukul ketika menghadapi keputusan Megawati Hangestri yang menolak perpanjang kontrak. 

Sementara itu, salah satu media Korea merilis artikel yang mengatakan jika Megawati Hangestri layak dijadikan ikon baru untuk kompetisi V-League.

"Raksasa Indonesia' Mega meninggalkan panggung Korea setelah mencatat tonggak sejarah di V-League sebagai pemain kuota Asia,” tulis judul media Korea, KMIB.

Media Korea tersebut mengatakan jika kehadiran Megawati Hangestri perlahan-lahan membuka pandangan fans soal sistem kuota Asia di V-League.

“Sejak sistem kuota Asia diperkenalkan, Mega langsung memimpin pusaran bola voli wanita profesional selama dua musim,“ katanya.

Awalnya, volimania Korea menganggap bahwa diberlakukannya sistem kuota Asia justru mempersempit kesempatan bagi para pemain lokal. 

Tapi sekarang setelah kehadiran Megawati Hangestri, KOVO menganggap jika kualitas V-League mulai meningkat dibandingkan sebelumnya. 

“Mega meletakkan dasar untuk membangun sistem kuota Asia di V-League. Sistem kuota Asia diperkenalkan untuk meningkatkan daya saing liga di liga bola voli profesional Korea,” ungkap KMIB.

"Mega-lah yang memperlihatkan berfungsinya sistem dengan baik. Dimulai pada musim 2023-2024, yang merupakan musim pertama sejak sistem tersebut diperkenalkan, kisah sukses tercipta,” lanjutnya.

Tidak hanya berbicara peningkatan kualitas, media Korea juga menjelaskan kalau popularitas dari V-League jauh terangkat, contohnya ketika Red Sparks diundang ke Indonesia.

Megawati Hangestri saat masih berseragam Red Sparks
Sumber :
  • KOVO

 

Dengan keterampilannya yang luar biasa, ia membawa V-League ke tingkat berikutnya dan juga berkontribusi terhadap popularitas liga tersebut,“ tegasnya. 

Lebih lanjut, mereka berharap bahwa kontribusi Megawati Hangestri selama dua musim bersama Red Sparks bisa membuat V-League kian dikenal di Asia.

“Minat terhadap V-League tumbuh di Asia berkat masuknya penggemar Mega,“ paparnya.

Maka dari itu, rasanya muluk-muluk kalau KOVO seharusnya bisa menjadikan Megawati Hangestri sebagai ikon V-League meski sudah tidak berkarier di sana. (han/ind)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:13
08:52
02:17
01:33
03:09
04:51

Viral