news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Eks pemain Red Sparks Megawati Hangestri.
Sumber :
  • KOVO

Top 3 Sport: Ikon Baru V-League Pengganti Megawati Hangestri, 3 Klub Turki Siap Bajak Megatron, Legenda Voli Sentil Mega

Berikut merupakan artikel sport terpopuler dari tvOnenews.com Senin (9/6/2025). Kabar seputar Megawati Hangestri dan ikon baru V-League paling banyak diminati.
Selasa, 10 Juni 2025 - 04:28 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Berikut serangkaian 3 berita sport terpopuler di tvOnenews.com hari Senin (9/6/2025).

Artikel seputar Megawati Hangestri dan kabar soal 3 klub yang menginginkan jasanya usai sukses selama dua musim di Liga Voli Korea, menaikkan prestasi Red Sparks.

KOVO sangat kehilangan peran Mega yang menaikkan popularitas V-League, kini mereka tampaknya sudah tak risau lagi.

Pasalnya, sudah menemukan ikon baru yang siap gantikan Mega, terlebih lagi punya sejarah panjang di V-League.

Tak hanya itu, Megatron juga disorot oleh legenda Voli Korea atas performanya pada musim kedua, dan juga menyentil keras Ko Hee-jin, kok bisa? simak deretan 3 berita sport terpopuler dari tvOnenews.com 

Pamor V-League Menurun Drastis usai ditinggal Megawati Hangestri, KOVO siapkan Ikon Baru

KOVO selaku federasi bola voli Korea tampaknya sadar betul bahwa pamor Liga Voli Korea langsung turun drastis setelah Megawati Hangestri memilih hengkang dari Red Sparks. 

Megawati Hangestri berseragam Red Sparks.
Sumber :
  • KOVO

 

Salah satu yang sangat terlihat adalah saat Megatron tak masuk dalam daftar best 7, padahal punya pengaruh luar biasa di Red Sparks. 

Sontak saja, fans Indonesia melakukan aksi boikot KOVO. Sebagaimana diketahui, kehadiran Megawati Hangestri di Red Sparks bukan hanya berdampak kepada prestasi saja, tapi juga finansial sampai popularitas di luar Korea. 

Bukan hanya jumlah followers Red Sparks saja yang meningkat drastis, tapi juga jumlah followers media sosial dan penonton youtube dari KOVO meningkat.

Tentu saja, KOVO langsung kelabakan dan risau usai Megatron memilih pulang ke Indonesia dan tidak memperpanjang kontraknya bersama Red Sparks.

KOVO pun harus mencari pemain bintang baru untuk menarik kembali massa dan menaikkan popularitas V-League di mata dunia. 

Sementara itu, Lee Da-yeong, mantan pemain timnas Voli Putri Korea Selatan yang sempat dicintai banyak penggemar, membuka kemungkinan untuk 'comeback'. 

Ia pun menikmati dirinya sebagai bintang V-League, ikut bersinar di samping Ratu Voli Korea, Kim Yeon-koung. 

Sinarnya tak padam meski bersanding dengan Kim Yeon-koung, namun sayang dirinya tersandung kasus bullying saat masih sekolah.

"(Liga Amerika) memiliki atmosfer yang sangat berbeda dari liga Eropa. Respons dari penonton sangat mengagumkan." ujarnya dilansir dari Naver. Ia juga ditanyai mengenai kembali untuk bermain di V-League. 

"Sulit untuk menjawabnya saat ini, tetapi sejujurnya, saya ingin bermain lagi. Sulit untuk mengatakan apakah saya ingin bermain di V-League saat ini atau tidak." ujarnya.

Jika Lee Da-yeong kembali dan terwujud bermain di V-League, maka KOVO akan full senyum dan tak risau lagi kehilangan Megawati Hangestri. 

Lee Da-yeong bukan sosok pemain sembarangan, karena membawa nama Voli Korea di kancah dunia, dan juga bisa bersinar di samping Ratu Voli Korea, Kim Yeon-koung.

Baca selengkapnya: Sadar Betul Popularitas V-League Turun Drastis usai Megawati Hangestri Hengkang, KOVO Rencana Kembalikan Mantan Bintang Pink Spiders Ini?

3 Klub Turki Siap Bajak Megatron

Megawati Hangestri bisa memilih tiga klub Liga Turki ini setelah dirinya membuka opsi untuk berkarier di kompetisi Eropa musim depan. Red Sparks tampaknya sudah tidak bisa bereuni dengan Megawati Hangestri lagi. 

Pasalnya, Megatron tidak daftar kuota Asia V-League 2025/2026. Memang, semua itu merupakan keputusan yang telah diambil Megawati Hangestri. 

Ia beralasan sudah cukup dua tahun berkarier di Korea Selatan. 

Hampir semua prestasi baik kolektif maupun individu telah didapat Megawati Hangestri. Mulai dari MVP, top skor, hingga runner-up di dua turnamen pernah ia berikan. 

Kendati demikian, Megawati Hangestri dalam wawancara beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa dia ingin sekali bermain di liga Turki. 

“Aku dulu pengin banget main di liga Turki. Sekalipun aku gak di liga 1-nya aku main di liga 2, aku gak apa-apa kok,“ kata Mega. 

Sejak lama, tim papan atas Liga Turki yaitu Fenerbahce Medicana dirumorkan berminat datangkan Megawati Hangestri. Namun, hal itu belum juga terealisasi.

Kini, peluang tersebut tampaknya kembali terbuka. Pasalnya, Fenerbahce masih membutuhkan satu pemain berposisi Opposite lagi untuk musim depan.

Yang kedua adalah Galatasaray, Sama seperti Fenerbahce, klub Liga Turki lainnya yaitu Galatasaray juga masih kekurangan satu pemain di posisi Opposite untuk musim depan.

Selanjutnya adalah Nilüfer Belediyespor 

Kalau Megawati Hangestri mau coba step by step berkarier di Liga Turki, maka bergabung dengan klub papan tengah Nilüfer Belediyespor bisa jadi opsi.

Baca selengkapnya: Buka Opsi Main di Eropa Usai Cabut dari Red Sparks, 3 Klub Liga Turki Ini Siap Pakai Jasa Megawati Hangestri Musim Depan

Legenda Voli Korea sentil Megatron

Performa memukau dari pevoli asal Indonesia, Megawati Hangestri saat bermain di Korea Selatan bersama Red Sparks seakan membuka mata dunia.

Bahkan pevoli yang menjadi lawan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea tidak ada yang meragukan kehebatannya lagi. 

Pada musim terakhirnya, nama Megawati Hangestri masuk dalam daftar top skor V-League dan dinobatkan menjadi pemain terbaik dunia 2025 versi Volleybox.

Bukan hanya diatas kertas saja, kehebatan Megawati Hangestri juga diakui oleh salah satu legenda voli Korea Selatan, Cha Sang-hyun. 

Cha Sang-hyun memberikan pujian tinggi kepada Megawati yang menyebutnya sebagai standar baru di kompetisi Korea V-League. 

Tak hanya itu, dirinya juga memuji kerendahan hati Megawati serta sikapnya yang profesional meski diluar arena.

“Mega memang luar biasa saat bermain, tapi jika kita perhatikan sikap dan caranya berbicara dalam wawancara, ia menunjukkan kualitas permainan yang mengesankan,” ungkap Cha Sang-hyun pada tayangan YouTube SBS Sports.

Saat Megawati Hangestri meninggalkan Korea Selatan, pelatih Red Sparks Ko Hee-jin tak dapat menahan air matanya.

Cha sempat menerima tanggapan dari sejumlah kenalannya menilai ekspresi tangis Ko Hee-jin sedikit berlebihan.

Ko Hee-jin mengantarkan pevoli kesayangannya itu untuk pulang ke Indonesia. 

“Beberapa hari lalu, saat Megawati kembali ke Indonesia, pelatih Ko Hee-jin menangis. Seperti yang diketahui para penggemar, air mata yang keluar dari seorang pria itu benar-benar dari dalam hati,” kata Cha Sang-hyun.

Terlebih saat perpisahan tersebut Megawati didampingi oleh kekasihnya, sementara Ko Hee-jin sudah berkeluarga.  

“Padahal dia jelas-jelas punya pacar, tapi aku melihatnya menangis seperti akan meninggalkan kekasihnya. Saya meminta maaf atas nama pelatih Hee-jin Ko. Saya minta maaf kepada semua penggemar,” terang Cha dengan nada bercanda.

Baca selengkapnya:  Klub Megawati Hangestri Berikutnya Tak akan Rugi, Legenda Voli Korea ini sampai Akui Level Megatron di V-League, Katanya…
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:41
02:58
01:58
21:54
05:06
03:36

Viral