- Pexels.com/Sergio Contreras Arcos
Apakah Pemula Benar-benar Perlu Raket Mahal untuk Main Padel? Begini Penjelasannya
tvOnenews.com - Demam padel tengah melanda banyak orang, khususnya orang-orang di kota-kota besar di Indonesia.
Saat baru pertama kali menginjakkan kaki di lapangan, hal pertama yang tertuju di mata adalah raket-raket keren dengan desain futuristik.
Godaan untuk langsung membeli raket "spek dewa" yang digunakan para pemain pro World Padel Tour pun menjadi semakin besar.
Namun yang jadi pertanyaan adalah, apakah harga raket yang mahal bisa menjamin permainanmu di lapangan dan membuatmu langsung jago? Jawabannya, belum tentu. Berikut penjelasannya.
Perbedaan raket entry-level dan high-end
Perbedaan harga antara raket entry-level di kisaran Rp800 ribu hingga Rp1,5 jutaan dengan raket high-end sekitar Rp4 juta hingga Rp6 jutaan, biasanya terletak pada materialnya.
Raket mahal umumnya menggunakan carbon fiber 3K, 12K, atau 18K yang sangat kaku dan ringan. Raket tersebut dirancang untuk memberikan tenaga ledak tinggi.
Sementara raket pemula biasanya berbahan fiberglass. Material tersebut lebih lentur, lebih berat, dan memiliki efek "membal" yang membantu bola meluncur lebih mudah, tanpa kamu harus mengeluarkan tenaga ekstra.
Jebakan raket "pro" untuk pemula
Banyak pemula mengira raket mahal akan mempermudah permainan. Padahal, raket pro memiliki sweet spot (titik pantul sempurna) yang sangat kecil dan terletak di bagian atas.
Jika teknik pukulanmu belum konsisten, bola justru akan sering mati atau tidak memantul dengan benar.
Sebaliknya, raket pemula biasanya berbentuk round atau bulat. Bentuk ini memiliki sweet spot yang luas di bagian tengah.
Artinya, meskipun pukulanmu sedikit meleset, bola tetap akan menyeberangi net dengan stabil.
Kapan harus upgrade raket?
Jika kamu baru bermain 1-2 kali seminggu, raket mahal hanya akan menjadi pajangan yang sia-sia.
Bijaknya, saat fase 0-3 bulan, kamu bisa menggunakan raket sewa atau beli raket entry-level berbahan fiberglass. Fokuslah pada cara memukul dan koordinasi dengan dinding kaca.
Selanjutnya pada fase 6 bulan atau lebih, saat kontrol bolamu sudah stabil dan kamu mulai menginginkan tenaga lebih, barulah beralih ke raket hybrid atau karbon.
Kesimpulannya, bagi pemula, kenyamanan lebih penting daripada harga. Sebab, raket mahal tidak akan memperbaiki teknik yang salah.
Namun, raket yang tepat akan membuatmu "jatuh cinta" pada olahraga ini, tanpa harus mengalami cedera lengan karena raket yang terlalu kaku. (ism)