- KOVO
Dipandang Sebelah Mata di Korea, Megawati Hangestri Menjelma Jadi Pemain Terbaik dan Bawa Red Sparks ke Final
tvOnenews.com - Meski saat ini Jung Kwan Jang Red Sparks tengah terpuruk di Liga Voli Korea 2025/2026 putaran kelima, sosok Megawati Hangestri tetap membekas di hati para pencinta voli Korea Selatan.
Hingga kini, saat Red Sparks berlaga di kandang, sejumlah suporter masih setia mengenakan jersey bernomor punggung 8 miliknya sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi dan prestasinya.
Julukan “Megatron” yang disematkan kepadanya bukanlah tanpa alasan. Selama dua musim membela Red Sparks, Megawati menorehkan catatan impresif dan sukses membawa timnya menjadi runner-up Liga Voli Korea.
- KOVO
Pada partai puncak, Red Sparks harus berjuang hingga lima gim menghadapi Pink Spiders yang diperkuat bintang legendaris Kim Yeon-koung.
Di bawah arahan pelatih Ko Hee-jin serta dukungan setter berpengalaman Yeum Hye-seon, Megawati tampil sebagai motor permainan.
Ia memimpin Red Sparks meraih 13 kemenangan beruntun dan mengoleksi dua gelar MVP. Pengamat voli Cha Sang-hyun bahkan menjulukinya “Mega Power” karena pengaruh besarnya terhadap performa tim.
Selama dua musim tersebut, Megawati memiliki tandem berbeda. Pada musim pertamanya, ia berduet dengan outside hitter Giovanna Milana.
Kombinasi keduanya membawa Red Sparks menembus babak playoff untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun, dengan Megawati tampil sebagai top skor berkat raihan 736 poin.
Memasuki musim berikutnya, Milana kembali ke Amerika Serikat dan posisinya digantikan oleh Vanja Bukilic. Ko Hee-jin menempatkan Vanja sebagai outside hitter, membentuk duet mematikan Mega–Bukilic.
Hasilnya, Red Sparks sukses melangkah ke partai final. Megawati mencetak 802 poin (peringkat ketiga liga), sementara Vanja menyumbang 638 poin (peringkat kelima).
Pada final Liga Voli Korea 2024/2025, Red Sparks harus mengakui keunggulan Pink Spiders dengan skor 2-3 (26-24, 26-24, 24-26, 23-25, 15-13). Ko Hee-jin menurunkan skuad terbaiknya, termasuk Megawati, Vanja, Jung Ho-young, Pyo Seung-ju, Park Eun-jin, dan sang kapten Yeum Hye-seon.
Set kelima berlangsung dramatis dan menjadi panggung duel antara Megawati dan Kim Yeon-koung yang dijuluki “Ratu Voli Korea”. Kim mencatatkan 34 poin dengan tingkat keberhasilan serangan 42,6 persen, sementara Megawati keluar sebagai top skor laga dengan 37 poin.
Seusai pertandingan, Megawati dan kapten Yeum Hye-seon tak mampu menyembunyikan kesedihan setelah kekalahan tersebut.
Sempat Diremehkan, Berujung Pembuktian
Di balik pencapaiannya, Megawati mengungkap bahwa awal kedatangannya ke Liga Voli Korea tidak sepenuhnya disambut keyakinan. Ia mengaku sempat diragukan sebelum akhirnya membuktikan kualitasnya di lapangan.
"Berterima kasih sama tim, komite, dan pelatih yang memilih aku, kalau aku gak dipilih, aku gak mungkin main di sini, kayak emang rezeki ya dipilih," ucapnya saat konferensi pers usai laga melawan Pink Spiders.
"Di awal banyak yang ragu begitu, tapi aku dari awal interview, aku selalu bilang, aku ingin mempersembahkan yang terbaik, apapun itu hasilnya aku akan berusaha," tambahnya.
"Dan akhirnya aku sudah sampai di titik ini, pengen nangis, bangga aja sih" tuturnya.
Megawati juga menyinggung minimnya sorotan terhadap voli putri di Indonesia, yang membuat sebagian pihak meragukan kemampuannya saat terpilih bermain di Korea.
"Voli putri Indonesia kayak sedikit sorotan, jadi kayak pas aku dipilih,'emang bisa main di Liga Korea," muncul pertanyaan yang meragukannya.
- KOVO
"Tapi dari itu aku punya motivasi, aku akan membuktikan ke kalian semua, kalau aku bisa di sini, pokoknya aku terima kasih kepada Red Sparks, dan semua yang pilih dan percaya aku untuk main di sini," terangnya.
Peraih MVP Livoli Divisi Utama 2022 ini menegaskan bahwa dirinya ingin membuktikan kemampuan dengan memberikan performa terbaik dan mengukir sejarah di Liga Voli Korea. Tekad itu pun terbayar. Selama dua musim, Megawati berhasil membawa Red Sparks memasuki salah satu periode terbaik dalam perjalanan klub tersebut. (ind)