- tvOnenews.com/Ilham Giovani
Sambut Indonesia Emas 2045, Kemenpora Gandeng Media Bahas Kurikulum dan Desain Karakter Pemuda
Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI mulai mengambil langkah strategis dalam membentuk masa depan generasi muda Indonesia.
Melalui Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan, Dr. Drs. Yohan, M.Si., lembaga tersebut merumuskan kerangka Kurikulum dan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.
Langkah ini dinilai menjadi bagian penting dalam menyongsong arah pembangunan nasional yang berkelanjutan. Terlebih, Indonesia tengah bersiap menghadapi momentum besar dalam dua dekade mendatang.
- tvOnenews.com/Ilham Giovani
Dalam proses penyusunannya, Kemenpora tidak berjalan sendiri. Mereka secara terbuka mengundang dan melibatkan awak media untuk memberikan ide-ide kreatif serta masukan konstruktif terhadap konsep yang tengah dirancang.
Keterlibatan media ini tidak sebatas pada aspek pemberitaan semata. Lebih dari itu, insan pers diharapkan turut menyumbangkan pemikiran kritis terkait fenomena dan dinamika pemuda masa kini yang semakin kompleks.
Dalam sambutannya, Deputi 1 Yohan menegaskan bahwa Indonesia kini berada dalam fase transisi peradaban yang sangat menentukan. Situasi ini menuntut adanya kesiapan menyeluruh, terutama dalam membangun kualitas karakter generasi muda.
Ia menjelaskan bahwa dua dekade ke depan bangsa Indonesia akan memasuki momentum Indonesia Emas 2045. Pada periode tersebut, mayoritas penduduk Indonesia berada dalam usia produktif yang dikenal sebagai bonus demografi.
Menurutnya, bonus demografi bisa menjadi kekuatan luar biasa bagi bangsa. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga berpotensi menjadi beban sosial apabila tidak dikelola secara tepat dan terarah.
- tvOnenews.com/Ilham Giovani
"Di tengah percepatan disrupsi teknologi, krisis geopolitik global, perubahan iklim, fragmentasi sosial, serta transformasi ekonomi digital, tantangan yang dihadapi generasi muda semakin kompleks," ujar Yohan, Kamis (26/2/2026).
"Pemuda tidak hanya dituntut untuk unggul secara akademik dan kompetitif secara ekonomi, tetapi juga harus tangguh secara mental, matang secara emosional, dan kokoh secara moral," tambahnya.
Pernyataan tersebut kemudian menjadi dasar diskusi yang lebih mendalam dalam forum tersebut. Sejumlah narasumber turut membedah berbagai tantangan karakter pemuda dari sudut pandang akademis dan praktis.
Salah satu yang hadir adalah Dr. Dian Budiargo, dosen senior jurusan Komunikasi Universitas Terbuka. Ia memberikan perspektif mengenai pentingnya komunikasi dan literasi media dalam membangun karakter generasi muda di era digital.
Kegiatan ini digelar di Hotel Ciputra, Jakarta, pada pukul 09.30 WIB dan berlangsung secara bauran, yakni offline dan online. Acara tersebut dibuka langsung oleh Yohan dengan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Yohan menambahkan bahwa Kurikulum dan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia disusun sebagai kerangka nasional. Tujuannya adalah membentuk, menguatkan, serta mengintegrasikan pembangunan karakter pemuda secara sistematis dan terstruktur.
Ia menegaskan bahwa penyusunan desain besar ini bukan sekadar dokumen administratif. Konsep tersebut dirancang agar mampu berjalan secara berkelanjutan dan menjadi panduan jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Upaya ini dinilai krusial untuk mencegah degradasi nilai di tengah derasnya arus perubahan global. Tanpa penguatan karakter, kohesi sosial dan kualitas kepemimpinan bangsa di masa depan dikhawatirkan dapat tergerus.
"Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan menegaskan bahwa pemuda adalah kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan bagi bangsa," pungkas Yohan.
(igp)