- Instagram.com/@fpti_official
FPTI Ambil Langkah Tegas, Perketat Aturan untuk Lindungi Atlet Panjat Tebing dari Kekerasan dan Pelecehan Seksual
"Kami membuat protokol yang semakin ketat, misalnya ketika pelatihan, (atlet dan pelatih) tidak boleh berdua," tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa penerapan aturan tersebut merupakan bagian dari implementasi program safeguarding di lingkungan federasi. Dengan adanya regulasi yang lebih ketat, FPTI berharap dapat meminimalkan potensi tindakan tidak pantas sekaligus mencegah penyalahgunaan kewenangan dalam proses pembinaan atlet.
Di sisi lain, federasi juga memberi perhatian khusus terhadap pemulihan kondisi para korban, terutama dari sisi psikologis. Hal ini menjadi penting mengingat para atlet akan segera menghadapi sejumlah kompetisi yang dijadwalkan berlangsung pada awal April 2026.
Yenny Wahid berharap para atlet dapat kembali bangkit dan menjalani latihan dengan semangat baru setelah melewati situasi yang tidak mudah.
"Jadi penting sekali anak-anak bisa bersemangat kembali. Mereka sudah bisa tersenyum, tertawa, yang membuat saya merasa sangat senang," jelasnya.
(ant/nad)