news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Main Bola Voli.
Sumber :
  • ANTARA

Skandal Naturalisasi Mantan Lawan Megawati Hangestri Terbongkar: Palsukan Dokumen, Nasib Atlet Kini Terkatung-katung

Mantan lawan Megawati Hangestri kembali terseret dalam kasus skandal naturalisasi, usai pihak federasi dikabarkan telah melakukan pemalsuan dokumen.
Sabtu, 21 Maret 2026 - 09:15 WIB
Editor :

Salah satu penandatangan mengakui keberadaan dokumen tersebut, sementara pihak lainnya menyebut penandatanganan dilakukan atas instruksi staf sebelum diserahkan ke kantor hukum.

Akibat pengajuan tersebut, proses naturalisasi tetap berjalan dan atlet tersebut resmi memperoleh kewarganegaraan Jepang pada 17 Juni 2024. Namun, sekitar setahun kemudian, dugaan pemalsuan dokumen itu terungkap ke publik. Seorang pejabat yang terlibat sebelumnya telah menerima sanksi berupa teguran.

Kemudian Federasi Bola Voli Jepang akhirnya merilis pernyataan resmi pada Rabu (18/3/2026), di mana mengakui bahwa keberadaan dokumen tersebut baru diketahui oleh organisasi dan tidak termasuk dalam laporan investigasi pihak ketiga sebelumnya. 

Mereka juga menegaskan bahwa dokumen tersebut dibuat tanpa instruksi maupun persetujuan pimpinan, termasuk ketua JVA.

Federasi menyebut tindakan tersebut sebagai hal yang sangat disayangkan, terutama karena dokumen itu mengandung informasi yang tidak sesuai fakta. Selain itu, mereka mengakui bahwa tidak ada proses verifikasi internal terhadap isi dokumen tersebut.

Selain itu PBVSI-nya Jepang menilai bahwa celah dalam sistem memungkinkan dokumen tidak sah dibuat tanpa pengawasan yang memadai.

Di sisi lain, atlet yang bersangkutan juga menghadapi kendala tambahan akibat perubahan regulasi internasional terkait status federasi negara yang diwakili atlet. 

Meskipun telah memperoleh kewarganegaraan Jepang, namun ia belum dapat didaftarkan sebagai pemain Timnas Voli Jepang dan kini berada dalam situasi yang disebut sebagai “representative refugee,” yakni atlet tanpa kejelasan status representasi negara.

Sebagai langkah lanjutan, asosiasi menyatakan komitmennya untuk melakukan investigasi menyeluruh dan mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang terlibat. Kemudian mereka juga berencana memperkuat sistem tata kelola organisasi guna mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

(nad)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:49
11:46
16:04
02:31
02:37
01:33

Viral