- GS Caltex
KOVO Resmi Jatuhi Hukuman Untuk Ahn Hye-jin: Mantan Setter GS Caltex Hanya Dapat Peringatan Keras dan Denda
Jakarta, tvOnenews.com - Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO) telah resmi menjatuhi hukuman untuk mantan setter GS Caltex, Ahn Hye-jin yang tersandung kasus berkendara dalam keadaan mabuk (Driving Under Influence atau DUI) pada 16 April 2026 lalu.
Keputusan ini dibuat setelah KOVO melakukan pertemuan dengan Ahn Hye-jin saat rapat komite disiplin di kantor mereka di Mapo-gu, Seoul pada Senin (27/4/2026) pagi WIB.
Dampak dari insiden kasus DUI tersebut cukup besar terhadap kariernya. Ahn Hye-jin langsung dicoret dari daftar pemain Timnas Voli Putri Korea Selatan, dan meskipun berstatus sebagai pemain bebas (FA), ia tidak mendapatkan kontrak dari klub mana pun sehingga tetap tanpa tim.
Menyikapi hal tersebut, KOVO memanggil mantan setter GS Caltex itu untuk memberikan keterangan dalam sidang komite disiplin, sebagaimana dilansir dari News 1.
Setelah mendengarkan penjelasan langsung dari Ahn Hye-jin di rapat tersebut, komite memutuskan untuk menjatuhkan sanksi berupa peringatan keras serta denda sebesar 5 juta won atau sekitar Rp55 juta.
"KOVO mengeluarkan putusan sidang komite atas kasus Ahn Hye-jin dan memberikan hukuman peringatan keras dan denda 5 juta won kepada sang pemain, karena kasus DUI dan ia bisa bermain kembali di V-League pada musim depan," tulis News 1.
Keputusan ini diambil berdasarkan Pasal 10 Ayat 1 Butir 1 Peraturan Disiplin serta Pasal 11 Ayat 4 tentang kriteria penjatuhan sanksi dan denda.
Lebih lanjut komite disiplin menyatakan bahwa pelanggaran Undang-Undang Lalu Lintas Jalan, khususnya DUI, merupakan tindakan antisosial serius yang seharusnya dikenai hukuman tegas.
Meski demikian, mereka juga mempertimbangkan sejumlah faktor yang meringankan hukuman Ahn Hye-jin.
Yakni seperti kadar alkohol dalam darah yang relatif rendah (0,032 persen), bersikap koorperatif karena langsung membuat laporan secara sukarela kepada klub dan federasi setelah kejadian, serta sikap penyesalan dan refleksi mendalam dari pemain.
Selain itu, komite juga mempertimbangkan bahwa mantan setter GS Caltex tersebut secara tidak langsung telah menerima konsekuensi berat, yakni kehilangan kesempatan bermain selama satu musim akibat gagal mendapatkan kontrak sebagai pemain FA, serta dicoret dari Timnas Voli Putri Korea Selatan (minimal 2 tahun).