- ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.
Regenerasi Loncat Indah Indonesia Mulai Terlihat di Kejurnas Akuatik 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Atlet loncat indah Indonesia, Gladies Lariesa Garina Haga Kore, memanfaatkan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik 2026 sebagai momentum untuk kembali beradaptasi dengan suasana kompetisi setelah beberapa waktu lebih banyak disibukkan oleh kegiatan perkuliahan.
Menurut Gladies, keikutsertaannya di Kejurnas Akuatik yang berlangsung di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno pada 5–7 Mei bukan semata-mata mengejar hasil terbaik. Ia ingin membangun kembali ritme bertanding sekaligus mengurangi rasa tegang saat tampil di arena.
“Di Kejurnas ini saya lebih fokus membiasakan diri lagi dengan suasana pertandingan dan mengatasi rasa gugup,” ujar Gladies saat ditemui pewarta di Jakarta, Selasa.
Ia mengakui performanya saat ini belum sepenuhnya optimal karena harus membagi perhatian antara latihan dan aktivitas akademik.
“Sekarang memang belum maksimal karena masih fokus kuliah, jadi jadwal latihan dan pertandingan sering berbenturan,” katanya.
Meski begitu, Gladies tetap berusaha meningkatkan kualitas penampilannya sedikit demi sedikit. Salah satu target yang tengah ia kejar adalah memperbaiki raihan nilai dalam setiap lompatan.
“Nilai saya biasanya masih di angka lima atau enam. Sekarang targetnya bisa naik ke tujuh lewat latihan dan peningkatan performa,” ujarnya.
Atlet tersebut juga menegaskan kesiapan apabila mendapat kesempatan tampil di ajang internasional, termasuk Asian Games 2026.
“Kalau dipanggil tentu siap. Kalau belum, kami tetap mempersiapkan diri untuk kompetisi internasional lainnya,” ucapnya.
Selain Asian Games, Gladies turut membidik turnamen internasional di Hong Kong yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang guna menambah pengalaman bertanding.
Lewat Kejurnas ini, ia berharap bisa kembali menemukan konsistensi penampilan sebagai bekal menghadapi persaingan di level internasional.
Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi Teknik Loncat Indah Akuatik Indonesia, Ronaldy Herbintoro, menilai Kejurnas tahun ini menghadirkan banyak kejutan dari atlet-atlet muda.
“Banyak atlet lapis kedua yang mulai menunjukkan perkembangan signifikan, baik dari sisi teknik maupun power. Itu cukup mengejutkan pelatih dan para senior,” kata Ronaldy.
Menurut dia, kemunculan atlet-atlet muda tersebut menjadi pertanda positif bagi proses regenerasi sekaligus membuat persaingan dengan atlet senior semakin ketat.